Home News Kembara Gembira: Ayo Dolan! Ayo Cerita!, Pameran Mainan Anak-anak Tempo Dulu di...

Kembara Gembira: Ayo Dolan! Ayo Cerita!, Pameran Mainan Anak-anak Tempo Dulu di Museum Sonobudoyo

400
0
Tokoh legend mbah Atmo (82 tahun) pembuat mainan anak-anak tempo dulu yang masih eksis hingga kini dari Desa Pandes, Panggungharjo, Bantul, ikut pameran tempore Abhina Karya yang digelar Museum Sonobudoyo. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Di tengah maraknya mainan kekinian berupa game online dan media sosial yang tengah digandrungi oleh generasi milineal, Museum Sonobudoyo menggelar Pameran Temporer Abhinaya Karya. Tema yang dipilih adalah kehidupan anak-anak dengan segala pernak-pernik mainannya, bertajuk “Kembara Gembira: Ayo Dolan! Ayo Cerita!”.

“Pilihan tema ini berdasar ide museum untuk membangun suasana ramah anak dan museum bersahabat bagi semua kalangan. Sonobudoyo mengajak para pengunjung untuk berpetualang menyelami kembali dunia anak-anak yang menyenangkan, penuh warna, namun juga sarat akan nilai budi pekerti,” ungkap Kepala Museum Sonobudoyo, Setyawan Sahli, SE, MM dalam sambutan pembukaan pameran, Rabu (2/6/2021).

Kepala Museum Sonobudoyo, Setyawan Sahli, SE, MM memukul kenong sebagai tanda dibukannya Pameran Temporer Abhinaya Karya, Rabu (2/6/2021), di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Pameran Temporer Abhinaya Karya berlangsung dari tanggal, 2 – 30 Juni 2021, mulai pukul 09:00 – 21:00 WIB, bertempat di Gedung Pameran Temporer Museum Sonobudoyo, Jalan Pangurakan (Jalan Trikora), Kawasan Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta. Gelaran pameran ini juga didukung Mandala Majapahit UGM, Pegiat Desa Mainan dari Desa Pandes, Panggungharjo, Bantul. Tampak hadir dalam pembukaan Ketua Barahmus DIY Ki Bambang Widodo, SPd, MPd, serta beberapa perwakilan pengurus museum se-DIY.

Ketua Barahmus DIY Ki Bambang Widodo, SPd, MPd (tengah) sedang mendengarkan lagu-lagu dolanan anak yang ikut ditampilkan dalam pameran di Museum Sonobudoyo. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

“Meski bercerita tentang dunia anak-anak, pameran ini tetap menaruh persoalan budaya sebagai bagian dari identitas. Beberapa hal berkaitan dengan tradisi dan konteks sosial budaya turut menjadi pengisi ruang pameran antara lain, seperti upacara tradisi anak-anak dalam konsep daur hidup,” papar Setyawan.

Di sisi lain, lanjut Setyawan, permainan tradisional dakon atau congklak, kitiran, klonthongan dan othok-othok dapat disaksikan di dalam ruang pamer. “Permainan tradisional ini dihadirkan sebagai bagian dari kearifan lokal yang berpotensi mengedukasi pengunjung. Meskipun kenyataannya, permainan tradisional yang penuh nilai-nilai lokal inipun telah tergerus jaman,” ujarnya.

Alat permainan Dakon jaman dahulu salah satu koleksi Museum Sonobudoyo. (Tedy Krtyadi/ Bernasnews.com)

Sementara itu, Kembara Gembira: Ayo Dolan! Ayo Cerita! Berawal dari sebuah gagasan untuk memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pengunjung, melalui alur pameran yang tidak biasa. Pengunjung pameran harus melalui labirin untuk dapat menikmati koleksi-koleksi yang ditampilkan ataupun ketika ingin berpindah dari satu ruang ke ruang yang lain. Dari sinilah para pengunjung akan merasa bernostalgia kembali masa kanak-kanak.

Mainan Jadul berupa Kitiran Kertas Aneka Warna yang masih eksis hingga kini, karya pengrajin Desa Pandes, Panggungharjo, Bantul, DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

“Kami berharap, melalui pameran ini tidak hanya orang dewasa yang memiliki ketertarikan dengan museum tapi juga anak-anak. Pameran juga menjadi wahana pendidikan bagi anak-anak sekarang, tentang nilai, norma dan kerukunan yang dipetik dari budi pekerti masa lalu,” tutup Setyawan Sahli. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here