Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomePendidikanKemampuan Literasi Pustakawan STPN Yogyakarta Terus Diasah

Kemampuan Literasi Pustakawan STPN Yogyakarta Terus Diasah

bernasnews.com — Perkembangan teknologi yang semakin canggih telah membantu manusia untuk menuliskan apapun yang terlintas dalam pikirannya, menuliskan apa yang dilihat, menuliskan apa yang didengar untuk dibagikan kepada orang lain di tempat yang berbeda. Teknologi muncul sebagai salah satu solusi yang positif untuk membantu manusia, dalam hal ini juga pustakawan untuk menggunakan teknologi dengan mudah dan bijak.

“Pustakawan memiliki peluang yang sangat luas untuk memperoleh dan atau mendiseminasikan informasi ataupun pengetahuan. Gerakan literasi yang diperjuangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bertujuan untuk kesejahteraan banyak orang. Begitu juga literasi yang digerakkan oleh para pustakawan, harus membuat masyarakat atau pengguna lebih memahami, memaknai, dan melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari yang lebih baik. Kami para pustakawan di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta terus berupaya mengasah kemampuan literasi kami,” kata Kepala Perpustakaan STPN Yogyakarta Yoseph Nai Helly S.Sit. MA kepada bernasnews.com melalui whatsApp dari kantor STPN Jalan Tata Bumi NBanyuraden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (29/3/2022).

Pustakawan komponen penting

Menurut Yoseph Nai Helly, masalah tulis menulis, membaca, berhitung merupakan kemampuan setiap orang yang terus diperhatikan dan diasah secara berkelanjutan. Sesuai dengan perkembangan, hingga saat ini masih banyak orang yang belum mengetahui bagaimana menjalankan kegiatan membaca, menulis, berhitung secara rutin.

“Banyak orang belum mengetahui dengan baik tentang literasi yang sangat bermanfaat untuk kepentingan dirinya sendiri maupun kepentingan banyak orang. Kemampuan literasi yang dimiliki oleh seseorang, tidak hanya sekedar sebuah simbol bahwa kita tidak dalam keadaan ‘buta aksara’ melainkan lebih dari itu. Yakni untuk memahami berbagai hal yang terjadi di sekitar kita dalam satu lingkungan maupun untuk mengetahui apa yang sudah terjadi, sedang terjadi, bahkan yang akan terjadi di masa depan,” kata pustakawan yang hobi menulis puisi ini.

Menjawab pertanyaan dia mengatakan, pustakawan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam dunia perpustakaan. Pustakawan memiliki andil sangat besar dalam pengembangan literasi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Akhir-akhir ini, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melakukan gerakan literasi yang sangat gencar. Gerakan literasi itu mulai dari pusat-pusat kota besar hingga kampung-kampung bahkan pulau-pulau terdepan di negeri Nusantara. Semua komponen bangsa dilibatkan untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan ini, seperti pemerintah daerah, perguruan tinggi, sekolah-sekolah, maupun kelompok-kelompok masyarakat. Dalam setiap kesempatan, berbagai pihak yang berpartisipasi terdorong untuk melakukan gerakan literasi sebagai upaya mencerdaskan bangsa.

“Pustakawan Perpustakaan STPN Yogyakarta sebagai salah satu garda terdepan dalam gerakan literasi pun terus mengasah diri dalam meningkatkan kemampuan literasinya. Pustakawan dan pengelola perpustakaan STPN tidak tinggal diam dengan keadaan biasa-biasa saja.
Para pustakawan itu berupaya terus mengasah kemampuan literasinya untuk lebih percaya diri, lebih banyak tahu tentang berbagai permasalahan yang terjadi, baik di lingkungan kerjanya sendiri, lingkungan lebih luas secara nasional, bahkan perkembangan dunia literasi terkini. Dengan mengikuti perkembangan dunia literasi secara berkelanjutan pada zaman yang semakin maju saat ini, maka pustakawan akan memiliki banyak solusi untuk disampaikan kepada pengguna perpustakaan,” kata Yoseph Nai Helly yang aktif di beberapa komunitas literasi, antara lain Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) DIY, Komunitas Yuk Belajar Menulis (YBM).

Menurut dia, salah satu kegiatan literasi yang sedang digerakkan oleh Pustakawan STPN Yogyakarta adalah menulis. Menulis merupakan kegiatan dasar hampir setiap orang, setiap hari dalam keadaan apapun. Menuliskan setiap kegiatan yang dilakukan secara rutin setiap hari akan membantu diri penulis itu sendiri maupun orang lain untuk menemukan kembali sebuah informasi atau pengetahuan dengan lebih cepat.

“Pustakawan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta telah melakukan sebuah kegiatan menulis dan menghasilkan satu buah buku. Buku hasil tulisan pustakawan dan pengelola perpustakaan itu merupakan buku pertama yang diterbitkan oleh Penerbit Mitra Mekar Berkarya (MMB) Yogyakarta pada tahun 2020. Pustakawan STPN juga berkomitmen untuk terus menggerakkan literasi terutama tulis-menulis bagi pustakawan, juga pengelola perpustakaan pada saat ini maupun ke depan,” kata Yoseph Nai Helly, S.Sit., M.A. (mar)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments