Home News Kelurahan Panembahan Giat Pelatihan Kampung Sayur dan Toga

Kelurahan Panembahan Giat Pelatihan Kampung Sayur dan Toga

117
0
Peserta Pelatihan Kampung Sayur dan Tanaman Obat Keluarga (Toga) bagi RW 08 Suryoputran, Selasa (22/6/2021), foto bersama dengan penyelenggara dan nara sumber. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Kelurahan Panembahan menyelenggarakan Pelatihan Kampung Sayur dan Tanaman Obat Keluarga (Toga) bagi RW 08 Suryoputran, Selasa (22/6/2021), di nDalem Probodikaran, Jalan Pesindenan, Kampung Suryoputran, Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Yogyakarta.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 25 warga RW 08 Suryoputran. Juga dihadiri oleh Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro, SH, MIP, Ketua LPMK Panembahan Hj. Sri Herawati, SH, MSi dan nara sumber Ir. Susilowati Priadi dari P42 Gladi Mandiri. Giat itu dilakukan dengan protokol kesehatan dan durasi waktu cepat dalam penyampaian materi, serta praktek menanam sayur dan tanaman jahe merah.

Dari kiri Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro, SH, MIP, Ketua LPMK Panembahan Hj. Sri Herawati, SH, MSi dan nara sumber Ir. Susilowati Priadi dari P42 Gladi Mandiri. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Dalam sambutannya, Lurah Panembahan RM. Murti Buntoro menjelaskan, bahwa kegiatan Pelatihan Kampung Sayur ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan. Bagaimana pun juga sinergitas dalam situasi pandemi ini bisa menjadikan budi daya tanaman sebagai upaya menumbuhkan perekonomian pada warga masyarakat.

“Kami berharap warga dan peserta pelatihan mendukung apa yang diprogramkan oleh kelurahan. Berharap setelah pelatihan ini warga dapat melakukan aktivitas bercocok tanam, utamanya tanaman obat (toga) yang bertujuan untuk perekonomian warga. Juga berharap para peserta dapat menularkan hasil dari pelatihan kepada warga lainnya,” ungkap RM. Murti Buntoro.

Peserta pelatihan Kampung Sayur dari RW 08 Suryoputran sedang mempraktekan penanaman bibit dalam media tanam. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Senada dengan Lurah Panembahan, Sri Herawati selaku Ketua LPMK mengingatkan kepada peserta pentingnya protokol kesehatan dan menjaga kesehatan terutama dengan memanfaatkan hasil tanaman untuk peningkatan gizi keluarga, serta meningkatkan perekonomian keluarga.

“Juga untuk meningkatkan lingkungan, hasil berupa sayur mayur untuk kegiatan pos yandu berupa tambahan makanan. Juga jahe merah bisa untuk pengobatan keluarga. Selain itu, hasil dari pelatihan ini jika berlebih nantinya bisa untuk membantu warga yang lain,” ucap Sri Herawati.

Dikatakan, bahwa budi daya tanaman ini yang paling penting adalah manfaatnya untuk memenuhi gizi keluarga terutama pada ibu hamil. “Karena perlu diketahui, bahwa di wilayah Kelurahan Panembahan ini masih ada 40 bayi kondisi stunting. Hal itu akibat dari sewaktu ibunya hamil kurang gizi maupun vitamin,” imbuh Herawati.

Para peserta sedang praktek menanam bibit sayur dan jahe merah ke dalam pot. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Sementara itu, Susilowati Priadi sebagai nara sumber dalam Pelatihan Kampung Sayur dan Tanaman Obat Keluarga menjelaskan, sayur mayur yang ditanam sendiri jauh lebih sehat daripada beli di pasar. “Sebab tanaman sayur yang ditanam sendiri lebih mengutamakan memakai pupuk atau zat organik, sedangkan sayur yang di pasar biasanya para petani lebih mengandalkan zat kimia,” ungkap Susilowati.

Dalam penyampaian materi tersebut, Susilowati yang akrab disapa Atik, selain dalam bentuk paparan tertulis yang disusun dengan bahasa, serta gambar yang mudah dipahami oleh peserta. Juga disertai praktek cara penanaman bibit sayur dan tanaman jahe merah. Masing-masing peserta juga diberi bantuan oleh penyelenggara antara lain, media tanam, pot, bibit tanaman, pupuk dan obat hama. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here