Home News Keluarga Mahasiswa Terdampak Covid-19 Dapat Keringanan Biaya

Keluarga Mahasiswa Terdampak Covid-19 Dapat Keringanan Biaya

405
0
Mahasiswa dari Lembaga Eksekutif Mahasiswa UII membagikan alat pelindung diri, seperti masker dan cairan pencuci tangan, kepada para pedagang pasar, termasuk di Pasar Pakem dan Pasar Colombo. Foto : Humas UII

BERNASNEWS.COM – UII melakukan beragam inisiatif untuk merespon wabah virus Corona atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Untuk mahasiswa yang orangtuanya atau penanggung biaya kuliah terdampak wabah, UII merumuskan program bantuan potongan biaya kuliah dan pengunduran waktu pembayaran.

“Besaran bantuan didasarkan pada tingkat keterdampakan. Yang terdampak berat, misalnya, akan mendapat bantuan Rp 750.000 dan pengunduran pembayaran sekitar dua bulan. Yang terdampak sedang, mendapatkan potongan Rp 500.000 dan pengunduran waktu pembayaran yang sama. Kami berharap, bantuan ini dapat meringankan semua yang terdampak,” kata Fathul Wahid ST MSc PhD, Rektor UII, dalam rilis yang dikirim ke berbagai media, termasuk Bernasnews.com, Sabtu (4/4/2020).

Selain itu, UII juga menyiapkan rusunawa sebagai asrama sementara untuk mahasiswa yang tidak mendapatkan kos atau ditolak oleh pemilik kos karena pulang dari daerah terpapar wabah dan harus dikarantina. Pemantauan kepada mahasiswa dilakukan melakukan survei daring untuk mendapatkan informasi bantuan yang diperlukan, melihat kondisi psikososialnya, selain memetakan sebaran geografis mahasiswa setelah inisiatif pembelajaran daring dijalankan. “Sebanyak 2.746 mahasiswa sudah merespons survei ini,” kata Rektor UII.

Sementara itu, penggalangan dana melalui UIIPeduli juga dilakukan. Dana yang terkumpul digunakan untuk membeli atau memproduksi alat pelindung diri (APD, seperti masker N95, baju hazmat, pelindung muka, masker) dan material lain yang dibutuhkan, seperti
cairan pembersih tangan.

“Dosen dan tenaga kependidikan juga diminta untuk mendonasikan sebagian gajinya untuk mendukung UIIPeduli. Produksi APD melibatkan mahasiswa dan dikoordinasi oleh dosen,” kata Rektor UII.

Dikatakan, bantuan APD didistribusikan ke belasan rumah sakit, puskesmas dan klinik yang
membutuhkan, tidak hanya di sekitar Yogyakarta, tetapi juga sampai luar Pulau
Jawa. Masker dan cairan pencuci tangan juga distribusikan ke warga, termasuk di
Pasar Pakem dan Pasar Colombo, yang melibatkan Lembaga Eksekutif Mahasiswa. Selain itu, penyemprotan disinfektan juga dilakukan di beberapa dusun di sekitar lereng Merapi oleh Mapala Unisi.

Menurut Rektor UII, edukasi publik terkait dengan wabah dan bagaimana menghindarinya juga dilakukan dengan produksi infografis edukasi, penempelan poster, tulisan di media massa, dan siaran radio. UII juga menyediakan layanan konsultasi kesehatan dan psikologi secara daring. 

“Kami semua berusaha menggalang bantuan yang mungkin, mendisiplinkan diri mengurangi
kontak fisik, sambil terus berdoa, semoga wabah ini segera berakhir,” kata Rektor UII Fathul Wahid. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here