Monday, June 27, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsKeluarga Korban Pemukulan di Holywings Jogja Tuntut Keadilan

Keluarga Korban Pemukulan di Holywings Jogja Tuntut Keadilan

bernasnews.com – Pihak keluarga korban pemukulan di Holywings Jogja berharap ada keadilan dan ketegasan dalam pengungkapan kasus. Hal tersebut disampaikan Anung Prajotho, pihak keluarga Bryan Yoga Kusuma yang jadi korban dalam penganiayaan pada Sabtu (4/5/2022).

“Kami terus terang prihatin dengan kondisi Bryan termasuk juga kasusnya karena baru pertama kali kami keluarga mengalami hal ini,” ungkap Anung pada Senin (6/6/2022).

Ia berharap agar pelaku penganiayaan bisa diusut tuntas dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kami berharap keadilan bagi keluarga kami. Bagi pelaku yg melakukan pelanggaran bisa diusut secara tuntas kemudian diproses secara hukum yang berlaku,” harap dia.

Tim Kuasa Hukum Bryan Duke Arie Widodo mengatakan akibat pemukulan tersebut kliennya mengalami luka serius hingga dirawat di RSUD Sleman. Berdasarkan keterangan, korban mengalami luka lebam dan lecet di beberapa bagian tubuh dari kepala, lengan hingga kaki.

“Kondisi korban luka-luka, bagian mata luka memar bengkak. Kemudian badannya luka-luka hampir seluruh tubuh ke badan kaki. Kemudian luka lecet mungkin karena terseret,” ungkap tim kuasa hukum.

“Sekarang sudah sadar, tadi kita sudah bisa bicara. Tapi ini kondisi (tubuh bagian) dalam belum bisa dipastikan. Dia sempat dipukul, masih agak pusing. Kondisi dalamnya belum tahu, tapi tadi sudah bisa komunikasi,” imbuh mereka.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kejadian pemukulan di Holywings Jogja bermula saat Bryan pergi ke Holywings bersama rekannya. Sekira pukul 2.00 WIB dini hari pada Sabtu, korban sempat cekcok dengan seseorang berinisial KN.

Setelah kejadian pemukulan di holywings, mereka berniat untuk dimediasi di Polres Sleman. Sampai di sana, Bryan justru dianiaya. Hingga akhirnya, Bryan sempat mencoba lari untuk menyelamatkan diri.

“Di sini yang kami kecewa dari informasi klien langsung terjadi pemukulan oleh oknum anggota polres sleman. Ini masih kami dalami,” ungkap tim kuasa hukum.

“Bryan lari minta pertolongan, bukan lari melarikan diri. Makanya kemudian badannya lukanya ada yg lebam. Kemudian ketika dia lari minta pertolongan karena dia melompat pagar, tidak lihat kanan kiri kemudian tertabrak,” kata kuasa hukum.

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments