Home News Keluarga Berperan Membangun Persaudaraan dalam Kebhinekaan

Keluarga Berperan Membangun Persaudaraan dalam Kebhinekaan

549
0
Warga Wedomartani, Ngemplak, menyaksikan Pentas Seni Religi pada Sarasehan FKUB Desa Wedomartani, Senin (6/1/2020) malam. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Keluarga sangat dominan dan berperan membangun cinta dan persaudaraan dalam kebhinnekaan. Bahkan keluarga bersama tokoh agama menjadi panutan bagi masyarakat dalam menjalin hubungan persaudaraan dalam kebhinekaan.

Seorang pemuka agama Hindu saat menyampaikan pandangannya pada sarasehan FKUB Wedomartani, Ngemplak, Senin (6/1/2020) malam. Foto : Istimewa

Hal itu disampaikan Pejabat Kepala Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman Slamet S.Sos dalam sarasehan forum lintas agama Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, di Gereja Kerasulan Baru Kayen, Senin (6/1/2020). Selain sarasehan yang dihadiri tokoh berbagai agama dan masyarakat tersebut, juga diadakan pentas seni lintas agama dan budaya.

Salah seorang tokoh saat menyampaikan sambutan pada sarasehan kebhinekaan di Gereja Kerasulan Baru Kayen, Senin (6/1/2020). Foto : Istimewa

Menurut Slamet, Desa Wedomartani tidak pernah membeda-bedakan dan mengkotak-kotakkan masyarakat yang terdiri dari berbagai ras dan agama. Pemerintah Desa Wedomartani pun sering menggelar pentas budaya karena budaya mampu melepas kotak kotak yang ada.

“Dengan terlepasnya kotak-kotak (perbedaan, red) tersebut maka terbangunlah persaudaraan,” kata Slamet seperti dikutip Hartoyo, salah satu peserta sarasehan, kepada Bernasnews.com melalui layanan pesan whatsapp, Senin (6/1/2020) malam.

Para pemuka agama/tokoh masyarakat saat menyampaikan pandangannya tentang persaudaraan dalam kebhinekaan pada sarasehan di Gereja Kerasulan Baru Kayen, Wedomartani, Ngemplak, Senin (6/1/2020). Foto : Istimewa

Dwijo Maruto selaku tuan rumah mengaku bahwa di era revolusi industri 4.0 sangat sulit mengajak anak-anak untuk mengenal saudaranya, baik saudara seagama apalagi saudara yang berbeda agama. Karena itu, sarasehan yang melibatkan seluruh warga dengan berbagai latar belakang ini sangat penting dan perlu terus dilakukan agar warga saling mengenal satu sama lain.

Kelompok paduan suara Gereja Kerasulan Baru Kayen saat tampil memeriahkan acara Sarasehan FKUB Desa Wedomartani di Gereja Kayen, Senin (6/1/2020). Foto : Istimewa

Ketua FKUB Desa Wedomartani Santosa yang menjadi moderator sarasehan mengatakan bahwa Desa Wedomartani bercita-cita menjadi desa bernuansa Bhinekan Tunggal Ika. Ia juga berharap agar suatu saat di Desa Wedomartani juga berdiri Wihara maupun tempat ibadat yang lain. “Bulan Maret Wedomartan akan mengadakan pemilihan Kepala Desa dan semoga berjalan kondusif,” katanya. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here