Home News Diaspora Manggarai Peduli Tolak Pabrik Semen di Manggarai Timur

Diaspora Manggarai Peduli Tolak Pabrik Semen di Manggarai Timur

1228
0
Potret halaman Kampung Lingko Lolok, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Manggarai Timur. Sumber : voxntt/ facebook dedi demas

BERNASNEWS.COM –Sedikitnya 324 anggota Kelompok Diaspora Manggarai Peduli, yakni masyarakat Manggarai, Flores, NTT yang berada di perantauan dari Sabang sampai Merauke maupun di luar negeri, menandatangani petisi berisi sikap menolak tegas rencana pembangunan pabrik semen dan penambangan bahan baku semen di Luwuk dan Lingko Lolok, Desa Satar Punda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

Petisi yang ditujukan kepada Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Timur, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Bupati Manggarai Timur, Ketua DPRD NTT, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Ketua Komnas HAM Republik Indonesia, Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Kapolda NTT dan Kapolres Manggarai Timur, tertanggal 3 Mei 2020 tersebut, dilakukan dengan beberapa pertimbangan.

Flory Santosa Nggagur, Koordinator Aksi, yang mewakili 324 anggota Kelompok Diaspora Manggarai Peduli yang menandatangani petisi, Minggu (3/5/2020), mengatakan, ada beberapa hal yang mendasari penolakan atas rencana pembangunan pabrik semen dan penambangan bahan baku semen di Luwuk dan Lingko Lolok, Desa Satar Punda, Kabupaten Manggarai Timur tersebut.

Pertama, pembangunan pabrik semen tidak urgent. Secara nasional selama 4 tahun terakhir sejak tahun 2016 terjadi surplus kapasitas produksi semen secara nasional sekitar 30 persen atau sekitar 40 juta ton. Dengan kata lain bahwa utilisasi pabrik semen hanya mencapai 70 perse. Bahkan sampai dengan tahun 2024 kondisi ini masih berlanjut dengan utilisasi pabrik yang bahkan semakin kecil menjadi sekitar 65 persen.

Bahkan asosiasi pabrik semen nasional sudah meminta kepada pemerintah untuk melakukan moratorium pembangunan pabrik semen baru. Dalam kondisi pasar semen seperti saat ini, apabila Pemda ingin membantu masyarakat Manggarai berkaitan dengan ketersediaan semen serta harga semen yang terjangkau maka yang harus dilakukan adalah memperlancar arus distribusi semen sampai ke desa-desa.

Kedua, optimalisasi Pabrik Semen Kupang. Kalau pun Pemda NTT ingin men-supply semen di seluruh NTT dengan produk semen lokal maka akan sangat bijak apabila yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas produksi PT Semen Kupang sekaligus membantu PT Semen Kupang yang dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami kesulitan keuangan. Investor yang ingin membangun pabrik semen di Manggrai Timur bisa diajak untuk melakukan strategic partner dengan PT Semen Kupang.

Ketiga, pabrik semen tidak mensejahterakan masyarakat terdampak. Argumentasi bahwa pabrik semen akan menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat terdampak,menurut kami, tidak berdasar. Kehadiran pabrik semen akan meningkatkan jumlah pendatang dari daerah lain yang akan berupaya mengambil bagian atas potensi rembesan manfaat ekonomis dari pabrik tersebut.

Dalam kondisi ini akan terjadi persaingan yang kemungkinan besar akan dimenangkan oleh para pendatang karena lebih memiliki keahlian, keuletan dan modal dibandingkan dengan penduduk lokal yang selama ini adalah petani. Di lain pihak kewajiban adanya CSR oleh perusahaan tidak bisa diharapkan karena akan sangat tergantung pada kondisi keuangan perusahaan yang tidak prospektif dalam kondisi pasar semen di Indonesia yang over supply.

Keempat, pabrik dan tambang bahan baku semen akan merusak lingungan hidup. Bahan baku semen adalah batu gamping yang ditambang secara terbuka (open mining). Hal inilah yang akan menimbulkan kerusakan lingkungan secara masif dalam coverage area yang luas yaitu lebih dari 500 hektar atau seluas konsensi yang diberikan.

Kerusakan lingkungan ini akan berdampak pada hajat hidup masyarakat sekitar tambang terutama dalam hal berkurangnya ketersediaan air bersih maupun untuk mengairi persawahan yang selama ini mengandalkan air dari rawa-rawa di kaki bukit yang akan dijadikan tambang bahan baku semen serta polusi udara. Komitmen perusahaan terkait reklamasi pasca tambang atau komitmen penambangan berwawasan lingkungan tidak bisa dipercaya karena banyak bukti lahan bekas tambang yang terbengkelai, termasuk bekas tambang mangan di sekitar lokasi rencana pabrik semen.

Pemda hendaknya tidak menyederhanakan solusi masalah reklamasi ini dengan adanya dana reklamasi atau ASR (abandonment and Site Restoration) karena dalam praktek dana tersebut tidak akan pernah cukup untuk memulihkan kerusakan lingkungan yang terjadi karena dasar perhitungannya yang tidak jelas dan cenderung asal-asalan.

Kelima, merugikan masyarakat terdampak secara ekonomi dan sosial budaya. Pembangunan pabrik semen mengorbankan tanah produktif warga baik ladang, sawah maupun kebun yang selama ini dan di masa yang akan datang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat lokal. Selain itu rencana penggusuran kampung (relokasi) merupakan upaya mencabut masyarakat dari akar budaya serta relasi sosial yang sudah diwariskan oleh nenek moyang mereka secara turun temurun dan menjadi warisan tak ternilai bagi anak cucu mereka.

Keenam, tersedia banyak solusi alternatif upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada saat ini dan di masa yang akan datang tambang bukanlah pilihan yang bijak untuk mensejahterakan masyarakat. Pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis potensi yang ada di sekitar lokasi tersebut bisa menjadi pilihan seperti pariwisata bahari, peternakan, perkebunan sorgum, perkebunan pisang, perkebunan jagung, dan lain-lain.

Pemda harus melakukan intervensi baik berupa program atau kebijakan, misalanya, irigasi dan pemupukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk, pendampingan dan implementasi teknologi pasca panen untuk meningkatkan value added produk serta bekerjasama dengan buyer tingkat lokal atau nasional untuk penyerapan hasil produksi petani. Pasar nasional masih sangat terbuka untuk menyerap dalam jumlah besar beberapa produk hasil pertanian seperti jagung dan sorgum untuk bahan baku pakan ternak.

“Demikian petisi ini kami buat untuk menjadi perhatian dan menjadi pertimbangan oleh Pemerintah Daerah Manggarai Timur, Pemerintah Daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur, masyarakat terdampak dan seluruh masyarakat Manggarai Timur serta investor yang hendak membangun pabrik semen dan penambangan bahan baku semen di Luwuk dan Lingko Lolok, Desa Satar Punda, Kabupaten Manggarai Timur,” kata Flory Santosa Nggagur, Koordinator Aksi, atas nama seluruh anggota Kelompok Diaspora Manggarai Peduli.

Anggota Kelompok Diaspora Manggarai Peduli yang menandatangani petisi tersebut adalah 1. Flory Santosa N 2. Ansi Lema 3. Robert MZ Lawang 4. Robertus Bilitea 5. Don Bosco Salamun 6. Frans 7. 8. Inosentius Samsul 9. Berty Fernandez 10..Servas Pandur 11. Gabriel Mahal 12. Paul Rahmat 13. Agustinus 14 Fandis Nggarang Dawarja 15. Josi Jehabat 16. Fransiskus Borgias 17. Yosef Tor Tulis 18. Edi Hardum 19 Pieter Sambut 20 Donatus Nador 21 Visensius Haryanto 22 Yon Lesek 23 Kornelis Ruben 24 Bernadinus Steni 25 Heribertus PN Baben 26 Valens Dulmin 27 Maximus Mujur 28 Marselinus Morse SN 29 Inno Jemabut 30 Leonardus Nyoman 31 F. Edu Daromes 32 Baltasar Lukem 33 Laurens Sopang 34 Rikard Rahmat 35 Beny Jaya Pr 36 Dabiel Repak 37 Ben S Galus 38 Marsel Agot, SVD 39 Alex Maji 40 Rony Kuang 41 Teodorikus Hanpalam 42 Gabriel Ngga 43 Siprianus Guntur 44 Fani Syukur 45 Lexy Armanjaya 46 Damianus Ambur 47 Nikolaus Martin 48 Simon Suban T., SVD 49 P Alex Jebadu, SVD 50 Hilarius Asmundi 51 Step Joden 52 Lorensius Jone 53 Fransisko 54 Noni Andrian 55 Lumensia Rilma 56. Marcel Rengka 57 Udis Berahi 58 Wilhelmus Kodong, SVD 59 Frans Nembo 60 Marsel Hasan 61 RP. Damas, CP 62 Silvester Manti 63 Philipus Jehamun 64 Vitalis Jenarus 65 Marsel Ahang 66 Pice da Gomez 67 RD. Yohanes 68 Mangkung Yosef Mariano 69 Peter Paskalis 70 Leonardus Bagio Nanga 71 Hironimus Rama 72 Fery Herdiman 73 Libert Jehani 74 Bonefasius Budiman, OFM 75 Bonaventura Taco 76 John Nembo 77 Apriano Gonzales 78 Ferdin Djawa Sury 79 Silvester Gaulianto 80 Tarsisius Gantura 81 John Dolo 82 Yustinus Pa’at 83 Yosef Sintar 84 Remy Jumalan 85 Tommy Hikmat 86 Agustinus Baru 87 Albertus Nampara, SVD 88 Willy Hangguman 89 Mikael Ambon 90 Rafael Modestus Ziku 91 Egidius J 92 Kons S. Tarung 93 Dedi Madur 94 Save Dagu 95 Mateus Mancak 96 Yohanes Nabut 97 Hilarius Asmundi 98 Hipatios Wirawan 99 Herman Hemmy 100 P. Wilfrid Babun, SVD 101 Alsis Goa, OFM 102 Wily Nurdin 103 Benedicta Kaha 104 Trida Banggung 105 Natanel J. Malok 106 Damasus P. Turut 107 Andreas Kosini 108 Albertus Fosfat 109 Fridolin Cipto Rio 110 Risna Setiawati 111 Eustakia Juita Agam 112 Sant Ariwin 113 Yohana DL Asisi Datang 114 Timothy PN 115 Brigitta Caecilia 116 Fransiskus Since 117 Muohamad Ubaidillah 118 Lorensius Hama 119 Hilbertus Gunawan 120 Ika Aditya Dwianing 121 Intan Dewi Sulastri 122 Petrus Mateus 123 Stanislaus Hani 124 Thomas Aron 125 Krispianus Bolinandu 126 Gaudensius Burhanudin 127 Fransisko Jehadin 128 Valent Hadiman 129 Damianus Hardi 130 Stefanus Arifin 131 Wihelmus Wahidin 132 Sidorus Jadi 133 Yohanes Syukur 134 Simon Janas 135 Fidelis Wernat 136 Daniel Santra 137 Hubertus Santra 138 Hubertus Dur 139 Damianus Fakim 140 Flora Iwung 141 Rudolf G. Rambung 142 Glaudi Reis Rambung 143 Vinsensius Omon 144 Marciano Yoseph 145 Petrus Selestinus 146 Johanes Suni, MM 147 Vinsenmasrully Kahar 148 Marcel Syamsu 149 Paul Kunadin 150 Florianus Dirgo 151 Resa 152 Yuvensius Dace 153 Alvredo Dace 154 Erna Ervi 155 Eduardus Masdi 156 Grevasius Gesar 157 Catharine Welanai 158 Wens Manggut 159 Gusti Lesek 160 Vitalis B. Matur 161 Nober Nomen 162 Egidius K 163 Borgias Min 164 Fransiskus Sumiacen 165 Rofinus Janis 166 Fitalis Fiser 167 Rudolf Safrudin 168 Daniel Hadi 169 Stanislaus Wena 170 F. Edu Daromes 171 Gode Afridus Bombang 172 Leonardus Langku 173 Yohanes Suhardin 174 John Tangur 175 Edu Deo 176 Edel Jenarut 177 Pius Pen 178 Andreas Korsni 179 Rice Damar 180 John Kantus 181 Ferdi R. Radom 182 Rudolf Kedaru 183 Yosep Madu 184 Willy Brodus 185 Yanti Parit 186 Carolyn Rosiani 187 Gabriella Graciastella 188 Yoseph Syurdi 189 Fransiskus Rudy Hadus 190 Martin Jelaut 191 Imanuel More Ghale 192 Ludgerius Minus 193 Robert Endi Jaweng 194 Agustinus Agung, 195 Maksi larung, PR 196 Marselinus Ndisa 197 Lasarus Jehamat 198 Pius Rego, SVD 199 Agustinus Bandur 200 Wenny L 201 Calvin L 202 Albertus Dino 201 Hendrikus Masrul 202 Odorikus Holang 203 Hendrik Abur 204 Octaviana HP 205 Gabriella H. Acuna 206 Meralda Adam 207 Febrianus Samar 208 Tommy Jematu 209 Kamilus Nganty 210 Ludge 211 Evens Bait 212 Yohanes B. 213 Lukas Jebaru 214 Petrus Minsen 215 Robertus Sahar 216 Marsedis Deci 217 Bernadus Hadu 218 Wilibrodus Hilson 219 Rovin R271 Petrus Dabu Radom 271 Petrus Dabu 220 Ansel Jalang, SVD 272 Max Adil 221 Benyamin Hadinata 273 Kasmir Obor 222 Wenseslaus Janu 274 Fred Jebada 223 Rikard Torar 275 Fransiskus Masri 224 Maksi Surgit 276 Ambros Leonandung E 225 Herminia Samniria 277 Hilbert Gunawan 226 Yohanes PH Genggor 278 Ben Isidorus 227 Quarman P. Ludwig 279 Mheng Paang 228 Ardy Ganggas 280 Eufranius Edwin 229 Siktus Harson 281 Tommy Rasyid 230 Ino Sutam 231 Frans Surdiasis 232 Bertin Bonur 233 Ferdinandus Nggao 234 Engel Wahyudi 235 Thomas Junggam 236 Senus Arus 237 F.Derdin Sorang 238 Thomas Evaristus 239 Yohanis J. Naput 240 Don K. Marut 241 Adrianus Ngongo 242 Emanuel Maman Tapu 243 Elias Dabur PR 244 Vitalis Monte, PR 245 Paulus Pu’u 246 Domin Mon 247 Gusti Ganggung, PR 248 Yanto Jabur 249 Rudolf Supratman, PR 250 Heribertus Bung Hans 251 Hans Selatan 252 Paulus F. Suhardi 253 Ferdinandus Amput 254 Yustinus Doman 255 Anggalus Amin 256 RP. Rafael Lepen, SMM 257 Paulus Pangka 258 RP. Peter C. Aman, OFM 259 Rafael Don Bosco 260 Doni Parera 261 Hendrik Masur 262 Lodovitus Dandung 263 Largus Ogot 264 Feliks Dabur 265 M. Paskalis Baut 266 M. Marselus Pahun 267 Stefanus ABun 268 Fabianus Lone 269 Agustinus Temu 270 Marsel Jane 271 Petrus Dabu 272 Max Adil273 Kasmir Obor274 Fred Jebada275 Fransiskus Masri276 Ambros Leonandung E.277 Hilbert Gunawan278 Ben Isidorus279 Mheng Paang280 Eufranius Edwin 281 Tommy Rasyid 282 Bedha Cabang 283 Damianus Nat 284 Hilarius Budi Teno 285 Dionisius Hambur 286 Rudolof Syafrudin 287 Robert Appedando 288 Yustinus Juang 289 Antonius Moti 290 Frans Mado 291 Siflan Angi 292 Romo Kristo 293 Alex Adu 294 Marlin Bato 295 Mas Tinus W 296 Tatis Lemba 297 Anwar Pua Geno 298 Honing Sani 299 Mathias J. Ladopurap 300 Gabriel Sola 301 Abang Ismail 302 Agustinus Mut Pucu 303 Valeria C. Wisang 304 Gaudens Wodar 305 Yohanes Jemali 306 Savio Rachmat 307 Petrus Lobe 308 Brigita Raya Sitorus 309 Martinus Panto 310 Donatus Suhardi 311 Tadius Baba 312 Marianus Tasma 313 Yohanes Joen 314 Stefanus Safar 315 Vitalis Baur 316 Step Meus 317 Petrus Harim 318 Nikolaus Seven 319 Dominikus Cunggi 320 Stanis Saji 321 Paulus Agas 322 Ronald Tarsan, 323. Yohanes Rumat dan 324. Simon Dusen. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here