Sunday, May 22, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsKejahatan Jalanan Remaja Jadi Masalah Serius

Kejahatan Jalanan Remaja Jadi Masalah Serius

bernasnews.com – Kejahatan jalanan yang dilakukan remaja di Jogja menjadi masalah serius. Sebab, hal ini bisa merusak citra Yogyakarta sebagai kota pendidikan, kota pariwisata, kota budaya dan city of tolernce. Karena itu, perlu dicarikan akar masalah sebagai penyebab untuk kemudian dicarikan solusi yang tepat dan bisa diterapkan untuk mencegah kejahatan jalanan remaja kembali terjadi.

Hal ini menjadi poin penting dalam diskusi tentang kejahatan jalan remaja yang diadakan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah V DDIY Yogyakarta di Kampus Stipram Ring Road Selatan Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, pada Senin 18 April 2022.

Menurut AKBP Sinungwati SH MH, Kasubdit Babinkantibmas Polda DIY, kejahatan jalanan remaja disebabkan oleh faktor lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah serta faktor internal remaja itu sendiri. Faktor lingkungan keluarga terdiri dari beberapa penyebab yakni anak tinggal dengan salah satu orangtua atau orangtua cerai serta tidak tinggal dengan orangtua.

Selain itu, mendapat kekerasan dari orangtua, orangtua kurang komunikasi dengan anak karena sibuk, kurang pengawasan orangtua, orangtua takut dengan anak serta status sosial dan ekonomi. Sementara faktor sekolah karena ada geng sekolah, yang beranggotakan sesama pelajar yang masih aktif maupun dengan alumni.

Sedangkan faktor internal remaja yakni fase remaja, kondisi psikologis dan pola pikir yang labil, ingin pengakuan eksistensi diri, identitas diri kalah dengan identitas kelompok, menambah eksistensi diri pelaku di kelompok, pengaruh miras/narkoba dan penggunaan media sosial.

Dengan faktor-faktor tersebut, menurut Sinungwati, maka penanganan masalah kejahatan jalanan remaja harus melibatkan semua pihak, tidak cukup hanya dengan penegakan hukum.

Ketua Aptisi DIY Prof Fathul Wahid ST MSc PhD mengatakan, masalah kejahatan jalanan remaja sangat urgen untuk ditangani dan dicarikan solusi untuk dicegah dan diatasi agar tidak terulang. Sebab masalah ini sangat merugikan bagi citra Yogyakarta sebagai kota pendidikan, kota budaya dan kota pariwisata.

Prof Fathul yang juga Rektor UII ini memberi contoh seorang temannya yang sempat menyekolahkan anaknya di Jogja. Namun, suatu saat anak tersebut diajak temannya untuk bergabung dalam sebuah geng. Lalu anak tersebut melaporkan kepada orangtuanya dan orangtuanya pun meminta anaknya untuk pulang meninggalkan Jogja karena tak ingin anaknya masuk dalam kelompok tersebut.

Menurut Fathul Wahid, Aptisi Wilayah V DIY memandang perlu setiap elemen masyarakat untuk berkontribusi dan berupaya dalam penanganan kasus kejahatan jalanan remaja yang terjadi. Beberapa perspektif penting yang perlu dikaji untuk dapat merumuskan solusi yang tepat dan berkelanjutan, antara lain perspektif psikologis, sosial, keamanan dan kepemerintahan, demi menciptakan lingkungan masyarakat Yogyakarta yang terbebas dari tindak kriminal serta mengembalikan identitas Yogyakarta sebagai kota pelajar yang aman. (phj)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments