Home Pariwisata Kehadiran Gudeg Jokteng Mewarnai Wijilan Sebagai Ikonnya Sentra Gudeg Jogja

Kehadiran Gudeg Jokteng Mewarnai Wijilan Sebagai Ikonnya Sentra Gudeg Jogja

4685
0
Salah satu spot indah untuk menikmati sajian Gudeg Yu Bas yang dikenal juga dengan sebutan Gudeg Jokteng, Jalan Mangunegaran Wetan, Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Menikmati kuliner gudeg khas Jogja di Sentra Gudeg Wijilan, Yogyakarta. Semakin beragam dan banyak pilihan, dari citarasa sampai dengan suasana maupun nuansa tempatnya. Apabila semua resto gudeg itu telah Anda coba semua, kenapa tidak mencoba satu tempat lagi dari Plengkung Wijilan bergeser sedikit masuk ke arah timur.

Kini hadir resto baru kuliner Gudeg Yu Bas Jokteng, tepatnya di Jalan Mangunegaran Wetan, masih dalam satu wilayah dengan Sentra Gudeg Wijilan, di Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. “Kami hadir di sini baru berkisar satu bulanan, tepat tanggal 3 Oktober 2020 lalu. Kalau usaha gudegnya sudah lebih dari 5 tahun di Jakarta. Ibaratnya ini usaha gudeg pulang kampung,” ungkap Lusia Indah Kurniawati selaku pengelola, Kamis (5/11/2020).

Tamu Gudeg Yu Bas Jokteng usai menikmati gudeg banyak yang berfoto dengan latar belakang Pojok Beteng Kraton Yogyakarta, sisi Lor Wetan hasil dari proyek revitalisasi kraton. (Foto: Istimewa)

Awal membuka gerai di Jokteng (Pojok Beteng Lor Wetan), lanjut Lusia Indah Kurniawati, banyak yang terheran-heran sebab masih dalam suasana pandemi Covid-19 sudah berani membuka usaha. “Waktu pembukaan yang juga dihadiri oleh Camat Kraton, Kapolsek dan Danramil Kraton, serta Lurah Panembahan banyak yang menyampaikan hal itu, tapi bagi kami inilah tantangan dan peluang yang harus ditempuh,” terang mantan manajer sekolah internasional di Jakarta itu.

Menurut Lusi, kehadirannya di seputaran Wijilan yang telah menjadi ikon kuliner gudegnya Jogja harus mempunyai kekhasan tersendiri, terutama cita rasa, penyajian dan layanan, juga tempatnya. Terkait tempat meski di luar dari deretan namun tempat lebih tenang jauh dari hiruk pikuk lalu lintas, juga diuntungkan oleh view bangunan pojok beteng, yang merupakan hasil proyek revitalisasi beteng Kraton Yogyakarta.

Live Music digelar setiap malam setelah Isya tanpa dipungut biaya tambahan. (Foto: Istimewa)

“Soal tampilan relative sama dengan gudeg pada umumnya, hanya cita rasanya kami bikin tidak terlalu manis lebih cenderung gurih. Karena segmen Gudeg Yu Bas menyasar untuk para tamu dari luar Jogja, khususnya Jakarta yang nota bene tidak suka gudeg manis dan kering. Sehingga gudeg kami sajikan dengan sedikit kuah atau kita sebut klomohan atau nyemek. Selain itu juga ada menu bubur” ujar Lusi.

Menjangkau Gudeg Yu Bas Jokteng ini cukup mudah, masuk Plengkung Wijilan langsung ambil kiri jalan terus, buka hanya sore hari dari pukul 17:00 – 22:00 WIB dan libur setiap hari Senin. Selain cita rasa yang beda juga ada aneka minuman kekinian hingga minuman khas semacam teh jahe dan jahe sere yang disajikan secara segar sebagai pendamping menikmati gudeg.

Sajian dalam bentuk lesehan setiap hari dari sore pukul 17:00 WIB sampai dengan pukul 22:00 WIB. (Foto: Istimewa)

“Untuk tamu yang makan di tempat (dine in) harus melalui protokol kesehatan yang cukup ketat, cuci tangan dan periksa suhu badan, bahkan tamu dari luar kota kami tidak segan akan tanyakan bukti rapid tes. Sedangkan bagi tamu yang hobi nyanyi juga disediakan live music tanpa tambahan biaya. Kru kami yang kebetulan masih satu keluarga juga siap menyanyi untuk menghibur,” pungkas Lusi setengah berpromosi. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here