Home Pariwisata Kegiatan Manasi Mesin Bareng Menyambut New Normal Jadi Viral

Kegiatan Manasi Mesin Bareng Menyambut New Normal Jadi Viral

878
0
Kegiatan silaturahmi para driver bus pariwisata dan armada bertajuk "Manasi Mesing Bareng", Sabtu (30/5/2020), foto dan videonya menjadi viral di media sosial. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Jagat maya medsos (media sosial) beberapa hari terakhir dihebohkan dengan tampilnya secara viral foto dan video puluhan armada wisata terdiri dari, bus besar, bus sedang dan armada wisata lainnya melakukan konvoi bersama, Sabtu (31/ 5/2020), melalui Jalan Parangtritis, Yogyakarta ke selatan arah Kabupaten Bantul, DIY.

Para driver bus wisata dan armada wisata lainnya foto bersama usai kegiatan silaturahmi dan Manasi Mesin Bareng, Sabtu (30/5/2020), di kawawan Pantasi Samas, Kabupten Bantul, DIY. (Foto: Istimewa)

Konvoi yang dilakukan dalam suasana pandemi Covid-19 tersebut sontak menjadi pusat perhatian warganet, terlebih kegiatan konvoi tersebut juga ada warga yang mengunggah di sebuah lini masa facebook (FB) yang mempunyai ratusan ribu anggota. Sehingga memunculkan kehebohan dan aneka komentar baik positif maupun negatif, bahkan menyisakan pertanyaan hingga kini sebenarnya ada apa dalam kegiatan konvoi itu.

Bernasnews.com berhasil mengungkap fakta kegiatan konvoi menghebohkan itu dari seorang relasi yang juga bergerak dalam bisnis armada wisata, Pramudya Hutama yang kebetulan mengirimkan video kegiatan konvoi itu kepada para pelanggan, Kamis (4/6/2020).

Konvoi bus pariwisata dan armada wisata lainnya saat melintasi Jalan Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Bantul, Sabtu (30/5/2020). Foto: Istimewa.

“Kegiatan tersebut bersifat spontan digagas oleh teman-teman diantaranya, mas Priyanto, mas Isnu Subagyo, mas Hertanto Kancil dan mas Timur Kurniandaru. Malam ide digagas kemudian update status di whats app (wa) grup lantas mendapatkan respon dari teman-teman penggiat wisata dan paginya eksekusi,” ungkap Pramudya Hutama.

Menurut Isnu Subagyo, bahwa kegiatan konvoi ini awal mulanya inisitaif para driver sekadar bareng-bareng untuk mengecek armada agar tetap dalam kondisi bagus dan tetap standar dalam pengoperasiannya. Karena lebih dari tiga bulan tidak bekerja, juga sebagai sarana silaturahmi sebab kalau bisa bertemu pun hanya di parkiran obyek wisata saat membawa tamu wisatawan.

Jajaran parkiran bus pariwisata dan armada pariwisata di obyek pariwisata Pantai Samas, Kabupaten Bantul, DIY. (Foto: Istimewa)

 “Semua driver armada wisata terwakili dari Jogja, Sleman, Bantul, Kulon Progo dan Gunungkidul. Kami ambil start dan kumpul dari Taman Gabusan, Bantul menuju ke selatan melalui Jalan Lintas Selatan (JLS) dan finish di Pantai Samas. Kalau semuanya ikut tentu ruas jalan yang ada nggak akan bisa menampung,” terang Isnu.

Didampingi oleh Priyanto, Hertanto Kancil dan Timur Kurniandaru, Isnu menambahkan, bahwa peserta konvoi harus mengutamakan etika sopan santun dalam berlalulintas, tidak boleh memainkan klakson, serta menjaga kelancaran lalulintas jalan dilalui. “Kami mewakili seluruh peserta sangat berterima kasih kepada segenap warga Bantul yang sudah memberikan kesempatan untuk menggunakan fasilitas umum untuk acara tersebut. Kami juga mohon maaf bila sepanjang acara kemarin mungkin ada perilaku kami yangg kurang berkenan,” imbuh Isnu.

Simulasi pengecekan suhu kepada calon penumpang oleh kru bus pariwisata dan penyemprotan handsanitizer sebelum masuk kedalam bus. (Foto: Istimewa)

Kegiatan konvoi armada pariwisata bertajuk “Manasi Mesin Bareng” ini sebagai bentuk pematik semangat dalam menyambut New Era dan rencana dibukanya kembali usaha kepariwisataan yang berdasar ketetapan protokol kesehatan. Acara tersebut selain untuk silaturahmi dalam suasana lebaran, juga diisi dengan pembuatan video branding armada pariwisata dalam rangka menyambut New Era Pariwisata.

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk eksistensi, bahwa kami masih ada dan siap mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah terkait pandemi Covid-19. Termasuk juga selalu menjaga armada sesuai protokol kesehatan. Semoga kami bisa menjadi pemicu dan juga penyemangat insan pariwisata lainnya,” tutup Isnu Subagyo. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here