Home News Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat di DIY, Mall Boleh Buka Sampai...

Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat di DIY, Mall Boleh Buka Sampai Jam 19:00 WIB

196
0
Area Titik Nol Kota Yogyakarta dipasangi pagar agar tidak menjadi tempat berkumpulnya masyarakat selama pelaksanaan Instruksi Gubernur DIY tentang Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat di DIY. Foto diambil Jumat (8/1/2021) pagi. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengeluarkan instruksi, nomor: 1/INSTR/ 2021, tentang Kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat di DIY, Kamis (7/1/2021).

Instruksi tersebut ditujukan kepada Walikota Yogyakarta dan Bupati Sleman, Bupati Bantul, Bupati Kulon Progo dan Bupati Gunungkidul, dalam rangka untuk mengantisipasi lonjakan kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di DIY. Instruksi ini mulai berlaku tanggal 11 Januari 2021 sampai dengan 25 Januari 2021, dengan narasi sebagai berikut;

Opening Video Instruksi Gubernur DIY No. 1/INSTR/ 2021 yang viral di media sosial. (Foto: Repro)

PERTAMA: Membatasi tempat/ kerja perkantoran dengan menerapkan Work from Home (WFH) sebesar 50% dan Work from Office (WFO) 50% dengan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat. KEDUA: Melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara dalam jaringan (daring/ online).

KETIGA: Untuk sektor ensesial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

KEEMPAT: Melakukan pengaturan pemberlakuan pembatasan; a) kegiatan restoran (makan/ minum/ di tempat sebesar 25%) dan untuk layanan makanan melalui pesan-antar/ dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran; dan b) pembatasan jam operasional untuk pusat pembelanjaan/ mall sampai dengan pukul 19:00 WIB.

KELIMA:  Mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. KEENAM: Mengizinkan tempat ibadah untuk dilaksanakan dengan pengaturan pembatasan kapasitas 50% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. KETUJUH: Untuk melakukan menerapkan penerapan disiplin dan pengendalian Corona Virus Desease 2019 di wilayah masing-masing.

KEDELAPAN: Untuk memerintahkan kepada Pemerintah Desa/ Kalurahan untuk melakukan pencegahan Corona Virus Desease 2019 di wilayahnya dan menyampaikan laporan pelaksanaan pada Bupati dengan tembusan kepada Gubernur. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here