Thursday, August 18, 2022
spot_img
spot_img
HomeSeni BudayaKebaya Goes To UNESCO, PBI Dukung Pemerintah Bentuk Dossier

Kebaya Goes To UNESCO, PBI Dukung Pemerintah Bentuk Dossier

bernasnews.com — Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) akan tetap mendukung upaya pendaftaran kebaya ke UNESCO sebagai warisan budaya yang akan diajukan secara bersama-sama dengan Malaysia, Singapura, dan Brunei. Sebelumnya PBI bergerak dengan harapan kebaya terdaftar sebagai warisan budaya tak benda asal Indonesia.

“Bagaimana pun tujuan kita adalah melestarikan kebaya sebagai warisan budaya berbusana oleh para leluhur. Bahwa kebaya juga dipakai oleh perempuan-perempuan dari negara lain, tidak bisa kita nafikan kenyataan itu,” terang Ketua Umum PBI Rahmi Hidayati, dalam rilis yang dikirim, Selasa (2/8/2022).

Sementara, Direktur Pelindungan Kebudayaan Irini Dewi Wanti menjelaskan, berbagai dokumen pendukung segera disiapkan karena bulan Oktober sudah harus dikirim ke Sekretariat Intangible Cultural Heritage (ICH). “Untuk itu pemerintah akan membentuk tim penyusunan naskah yang disebut dossier, yang terdiri dari beberapa ahli yang secara akademis maupun teknis memahami kebaya,” kata dia.

Lanjut Irini, perlu disiapkan juga komponen pendukung seperti foto, film dokumenter dan dokumen lainnya yang memperkuat penjelasan yang tertuang di dalam naskah. Peran komunitas-komunitas pemerhati budaya, terutama kebaya, menjadi sangat penting.

Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Yogyakarta saat sesi foto bersama dengan mengenakan busana kebaya dan motif kain jarit berlatar belakang coklat. (Foto: Istimewa)

Mendukung proses pendaftaran tersebut, imbuh Rahmi, PBI akan bergerak guna mendata sebaran pemakaian kebaya di Indonesia, jenis-jenis kebaya dan komunitas-komunitas yang aktif menjaga warisan budaya berkebaya. Beberapa akademisi bidang budaya memang bergabung di organisasi ini, baik menyangkut busana daerah, busana kebaya, maupun pengkaji naskah-naskah kuno.

“Kami memang tidak bisa bergerak sendiri dalam hal ini. Perlu bergandengan tangan dengan komunitas-komunitas lain yang juga memiliki kecintaan dan perhatian pada pelestarian budaya,” ujar Rahmi.

“Saat ini PBI juga berkolaborasi dengan berbagai lembaga baik di bidang teknologi informasi maupun komunitas pelestari budaya,” imbuh dia.

Bersama berbagai organisasi pendukung PBI bergerak dengan slogan Kebaya Goes To UNESCO, yang gaungnya sudah menyebar ke berbagai daerah bahkan ke luar negeri. “Hal ini menunjukkan bahwa kecintaan pada kebaya sebagai busana nenek moyang luar biasa besarnya,” pungkas Ketua Umum PBI Rahmi Hidayati. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments