Home Technology Keamanan Proteksi Ganda, Menjaga Mobil On Track di Jalan

Keamanan Proteksi Ganda, Menjaga Mobil On Track di Jalan

431
0
Mobil keluaran terbaru dari Astra Peugeot yang dilengkapi dengan teknologi terbaru fitur Lane Keep Assist. (Foto: Brigita Feva)

BERNASNEWS.COM — Produsen mobil masa kini berlomba memberikan fitur menarik bagi pengguna. Salah satu fitur yang ditawarkan berupa proteksi plus. Keamanan mobil semakin ditunjang oleh produsen. Sebut saja fitur Lane Keep Assist. Fitur ini dapat menjaga mobil pada track atau jalurnya dengan bantuan marka jalan yang jelas.

Head of Aftersales Department Astra Peugeot Aidil Swastomo, mengatakan, fitur lane keep assist menambah poin plus dalam hal keamanan dan keselamatan berkendara. “Sistem (Lane Keeping Assist)  membantu pengemudi untuk di track jadi tetap di jalur. Kalau pengemudi di luar jalur, setir akan mengintervensi untuk bergerak sendiri sehingga tetap pada di track,” jelasnya di Solo saat peluncuran Peugeot, Kamis (13/2/2020).

Usai acara peluncuran mobil baru para petinggi Astra Peugeot foto bersama. (Foto: Brigita Feva)

Fitur itu menurut Aidil, menguntungkan pengemudi yang terkadang punya kecenderungan mengantuk saat di jalan dan tidak konsentrasi pada kemudi. “Pengemudi yang tiba-tiba lepas kendali, bisa tanpa sadar membuat mobil keluar dari jalur marka dan bisa menimbulkan bahaya bagi pengemudi maupun pengendara lain,” ungkapnya.

CEO Astra Peugeot Indonesia, Rokky Irvayandy sempat menjajal fitur ini secara langsung. Saat itu ia menjajal fitur pada mobil keluaran Peugeot Allure Plus di jalan tol. Saat kemudi dilepaskan dan mobil tiba-tiba keluar dari jalur marka, secara otomatis kamera yang terdapat di spion tengah mobil membaca garis pada sisi mobil. Jika keluar garis, maka mobil menangkap sinyal di ECU dan otomatis mengoreksi setir.

“Itu otomatis (mengkoreksi). Tapi tentu ada catatan, bukan berarti kemudinya dilepas terus tanpa dipegang setirnya dari Solo terus sampai ke Surabaya jalan sendiri, bukan begitu. Fitur ini sifatnya membantu dan kembali lagi pada pengemudinya,” jelas Rokky.

Seorang pengunjung sedang mengamati mesin mobil keluaran terbaru dari Astra Peugeot. (Foto: Brigita Feva)

Lanjut Rokky, itu bisa nonaktif jika pengemudi sudah memegang setir dan konsentrasi mengendara sudah kembali. Jadi itu semacam efek kejut, kalau belum sadar nanti akan muncul bunyi dan ada peringatan di layar. Namun fitur itu hanya bisa bekerja pada kecepatan 65 sampai 180 km/jam. Tentunya dengan catatan mobil benar-benar berjalan tanpa kesadaran pengemudi dan lampu sein tidak menyala.

Meskipun fitur ini sangat membantu, Aidil mengingatkan, bukan berarti pengemudi bisa sepenuhnya berpasrah pada kecanggihan teknologi. Porsi keamanan dan keselamatan pengemudi tetap terletak pada manusianya sendiri. “Yang pasti aturan lalu lintas setempat harus diperhatikan. Walaupun mobil sudah dilengkapi alat bantu sisi safety-nya tetap kendali ada pada kita (pengendara). Tetap tidak boleh mengabaikan safety driving-nya,” tegas Aidil. (Brigita Feva/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here