Home News Kasus Virus Corona Meningkat, Masyarakat Indonesia Didorong Konsumsi Tanaman Herbal untuk Tingkatkan...

Kasus Virus Corona Meningkat, Masyarakat Indonesia Didorong Konsumsi Tanaman Herbal untuk Tingkatkan Imun

132
0
Ketua Program Studi Agribisnis Hortikultura, Rika Nalinda, saat memberikan sambutan dalam kuliah umum di Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang Kampus Pertanian, Jumat (6/3/2020). (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM – Kasus virus corona yang meningkat di Indonesia membuat warga menjadi waspada. Beberapa waktu terakhir, informasi bahwa empon-empon (aneka tanaman herbal) dinilai mampu mencegah penularan virus corona, beredar di masyarakat. Alhasil, empon-empon diserbu oleh masyarakat.

Hal ini pun menjadi perhatian tersendiri bagi Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang Kampus Pertanian. Setidaknya 100 orang mahasiswa program studi Agribisnis Hortikultura dengan minat Biofarmaka, mengikuti kuliah umum yang membahas soal tanaman herbal ini.

“Kedepan kita berharap tidak lagi pengobatan yang menjadi prioritas, akan tetapi bagaimana masyarakat bisa mengubah mindset bahwa prioritas kita adalah bagaimana memperkuat daya tahan (imun) tubuh dengan konsumsi obat tradisional herbal,” ungkap Ketua Program Studi Agribisnis Hortikultura, Rika Nalinda, dalam rilis yang diterima bernasnews.com, Selasa (10/3/2020).

Sebelumnya, kuliah umum ini menghadirkan Yuli Widyastuti dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TO2T) Tawangmangu, sebagai narasumber.

Isu penyebaran virus corona (COVID-19) yang beredar dimasyarakat beberapa waktu terakhir bahwa tanaman rempah dan obat  yang dimiliki Indonesia seperti kunyit, temulawak, jahe merah, dan berbagai rempah herbal lainnya bisa mencegah penularan visrus corona, membuat tanaman herbal diserbu masyarakat. Bahkan beberapa diantaranya mengalami kenaikan harga fantastis.

Dalam pemaparannya, Yuli Widyastuti, mengatakan bahwa masyarakat Indonesia seharusnya tidak lagi didahului oleh pihak luar dalam hal penemuan-penemuan terkait dengan bahan baku obat yang dimiliki. Pasalnya, Indonesia memiliki ragam tanaman herbal yang sayang untuk dilewatkan.

”Jangan sampai orang luar yang menemukan formulasinya, lalu memproduksinya dan kita hanya sebagai konsumen yang terpaksa membayar mahal di Negeri yang justru kaya dengan bahan obat-obatan,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here