Home News Kasus Covid-19 Terus Menurun, DIY Berharap Langsung Turun ke PPKM Level 2

Kasus Covid-19 Terus Menurun, DIY Berharap Langsung Turun ke PPKM Level 2

142
0
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji. Foto: Instagram/@ajibaskara4

BERNASNEWS.COM – Tabahan kasus terkonfirmasi positif harin Covid-19 di DIY terus turun. Bahkan pada hari Minggu, 5 September 2021, angka kasus positif mencapai angka terendah sejak kebijakan PPKM diterapkan mulai 3 Juli 2021, yakni sebanyak 260 kasus.

Sementara di sisi lain, kasus sembuh terus meningkat jauh di atas kasus terkonfirmasi positif harian. Sehingga positivity rate Covid-19 di DIY juga turun yang diikuti turunnya angka kematian dan tingkat keterisian tempat tidur (bed) rumah sakit. Dengan indiktor yang positif tersebut, status DIY yang saat ini berada di PPKM Level 4 bisa langsung turun ke PPKM Level 2. Meski keputusan tingkat level PPKM berada di tangan pusat, namun kondisi DIY sudah menunjukan progres yang baik.

Menurut Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji, hingga saat ini lebih dari 62 persen masyarakat DIY sudah divaksin. Pelaksanaan vaksinasi akan terus dikejar hingga minimal 80 persen sampai dengan pertengahan Oktober dan maksimal 100 persen. Selain itu keterisian bed rumah sakit sudah berada di angka 29 persen.

Sementara kasus positif rata-rata sudah turun di angka 5, dimana angka tersebut adalah angka yang ditetapkan WHO untuk bisa menurunkan level PPKM menjadi di bawah 4.

Dalam diskusi secara daring bersma ICMI, Minggu (5/9/2021), Kadarmanta Baskara Aji mengatakan bahwa DIY bisa segera turun level PPKM dari Level 4 ke level di bawahnya. Hal ini penting karena perekonomian utama di DIY ditopang oleh dua hal yaitu pendidikan dan pariwisata. Dengan adanya pandemi, bahkan jauh sebelum PPKM level 4 ditetapkan, DIY telah mengalami kesulitan mengingat mahasiswa tidak aktif kuliah secara tatap muka. Demikian pula dengan pariwisata yang erpaksa harus collaps.

“Sumber utama ekonomi di DIY adalah pariwisata dan pendidikan. Dua sektor ini adalah kerumunan yang menghidupkan DIY. Jika dua unsur ini tidak ada, bisa dipastikan ekonomi DIY terpuruk. Masyarakat terpapar atau lapar, adalah dua hal yang memang sangat sulit kita hindari,” ujar Aji yang dikutip Bernasnews.com dari Humas Pemda DIY, Minggu (5/9/2021).

Menurut Aji, meski sebelum ini kasus di DIY turun, namun pusat tidak bisa serta merta menurunkan status DIY menjadi level di bawah 4. Sebab DIY merupakan wilayah aglomerasi, dimana antara satu kabupaten/kota dengan yang lain saling berdekatan dan saling terkait. Selain itu, DIY memang tidak luas sehingga potensi untuk saling berhubungan sangat besar.

Dikatakan, saat ini DIY sangat gencar mempercepat vaksinasi. Hal ini sebagai syarat bisa kembali digelarnya pembelajaran tatap muka dan bisa kembali beroperasinya industri-industri serta UMKM dan tidak ketinggalan pariwisata. Tingkat capaian vaksinasi juga menjadi syarat bagi suatu daerah bisa turun level. Karena melalui vaksinasi, kekebalan komunal atau herd immunity segera terbentuk.

Menurut Aji, menyelaraskan upaya ekonomi dan kesehatan membutuhkan usaha yang tidak sedikit. Harus ada saling support dan kesadaran masing-masing karena saat ini kedua unsur ini sedang berjalan bertentangan. Pada kesehatan, orang dituntut dengan pembatasan-pembatasan dan diharuskan diam demi kesehatan. Sementara pertumbuhan ekonomi sangat erat dengan berbagai kerumunan seperti pariwisata pendidikan, yang semuanya berbasis kerumunan. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here