Home News Kasus Covid-19 Cenderung Turun, Jogja Belum Terapkan PSBB

Kasus Covid-19 Cenderung Turun, Jogja Belum Terapkan PSBB

780
0
Walikota Yogyakarta yang juga Ketua Gugus Tugas Penangangan Covid-19 Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Angka-angka perkembangan kasus Covid 19 di Kota Yogyakarta dalam seminggu terakhir terlihat trend statistiknya yang cenderung terus menurun. Setidaknya dalam seminggu awal April 2020, angka-angka terus menurun.

Dalam surat terbuka Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti selaku Ketua Gugus Tugas Penanangan Covid-19 dan Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang dikeluarkan Minggu (5/4/2020), menyebutkan, hingga 5 April 2020 siang, tercatat ada 2 positif, 10 PDP dan 163 ODP di Kota Yogyakarta.

Angka-angka ini menunjukkan tren yang menurun. Sebab, pada Maret 2020 jumlah ODP (orang dalam pemantauan) sekitar 400-500 orang per hari. Namun, pada April 2020 sudah mulai ada penurunan, yang saat ini berkisar 100 orang ODP per hari yang mengeluh gejala ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) atau mirip gejala Covid 19.

Angka ini juga diiringi dengan angka sembuh yang juga tinggi. Ada 2 orang sembuh dari positif Covid 19, 27 sembuh dari PDP dan 200 selesai masa ODP. “Kecenderungan angka yang turun ini seiring dengan turunnya kunjungan warga yang merasa mempunyai gejala ISPA mirip flu atau gejala Covid-19. Pada Februari rata-rata sekitar 120 orang per hari yang periksa di Puskesmas, RS Jogja dan Pratama,” tulis Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta dalam surat terbuka yang ditujukan kepada seluruh warga Kota Yogyakarta, Minggu (5/4/202) dan diterima Bernasnews.com, Senin (6/4/2020).

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi. Foto : Istimewa

Hal ini dibenarkan Wakil Walikota Yogyakarta yang juga Ketua Harian Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi. “Benar mas, itu data resmi dari kami (Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta selaku Ketua dan Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19), red),” kata Heroe Poerwadi ketika dikonfirmasi Bernasnews.com, Senin (6/4/2020).

Dengan angka kasus Covid-19 yang cenderung terus menurun itu, menurut Walikota dan Wakill Walikota Yogyakarta, tampaknya Kota Yogyakarta belum perlu mengambil kebijakan dengan menambah protokol penanganan Corona sesuai kebijakan nasional Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dikeluarkan pemerintah pusat.

Sebab, jika melihat kriteria untuk bisa mengajukan PSBB atau membuat tambahan protokol penanganan Corona, yaitu bahwa jumlah kasusnya meningkat dengan signifikan, sebarannya semakin luas, jumlah kematian meningkat tinggi dan terkait dengan mobilitas pendatang yang masuk jumlahnya besar, Kota Yogyakata tidak memenuhi kriteria tersebut.

Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta berharap semoga kecenderungan penurungan kasus Covid-19 ini menjadi indikasi kasus dan penanganan Covid-19 di Kota Jogja tertangani dengan baik. Sehingga kita bisa mulai berhitung untuk analisis kapan akan berakhirnya kasus Covid 19 di Jogja.

“Fakta bahwa selama ini kasus covid positif dan PDP di Jogja selalu dibawa oleh orang yang mempunyai riwayat luar kota, menjadikan Kota Jogja harus tetap selalu waspada. Apalagi jika arus mudik juga cenderung tinggi,” kata Walikota.

Dikatakan, yang harus jadi perhatian kita adalah harus tetap hati-hati dan tetap kerjakan protokol Corona dengan disiplin. Sebab di awal April ada 3 yang semula dari ODP berubah menjadi PDP, pemicunya juga faktor riwayat bepergian dari luar kota. Ada yang suaminya datang dari Jakarta, ikut acara yang banyak berkumpul orang dan ada yang habis bepergian.

“Memang separuh lebih, kasus PDP didapat dari riwayat perjalanan, dan ada 12 persen akibat ada riwayat kontak langsung dengan pasien Covid-19, tapi yang harus diwaspadai adalah terdapat 36 persen penderita tidak mengetahui atau lupa atau tidak menyebutkan sudah kontak dengan siapa,” kata Walikota.

Dengan demikian, agar kasus Covid-19 terus bisa ditekan dan turun terus, maka tidak bisa tidak seluruh warga Jogja harus tetap menjalankan protokol Corona dengan disiplin. Berada di rumah saja dan tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak, tidak hadir dalam kumpulan orang banyak, jaga jarak fisik, selalu cuci tangan dan tidak mengusap wajah terutama mulut, hidung dan mata.

Selain itu, tidak bersalaman dan selalu jaga kebersihan lingkungan, semprot disinfektan di lingkungan masing-masing serta benda yang sering disentuh oleh orang banyak. “Itulah kunci kita, harus disiplin dan terus saling menjaga, mengingatkan dan saling menyelamatkan,” katanya.

Kemudian, bagi warga yang baru pulang bepergian dari luar kota atau mudik, segera mandi dan semua pakaian masuk di cucian, lalu wajib periksa dan isolasi selama 14 hari secara sukarela.

“Semoga dengan protokol Corona yang terus dijalankan oleh seluruh warga Kota Jogja istimewa ini, kasus Corona semakin hilang di Bumi Mataram Jogja Istimewa ini, Indonesia serta dunia. Sehingga kehidupan sosial dan ekonomi Kota Jogja akan kembali pulih dan terus bangkit dengan cepat,” kata harap Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here