Home News Kassian Chepas, Jejak Fotografi Kraton Jogja

Kassian Chepas, Jejak Fotografi Kraton Jogja

144
0
Poster event Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta. (Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Dinamika Jogja bertumpu atas dua kepentingan yaitu, kekuatan tradisional keraton dan kekuatan kolonial yang mewakili modern ala barat. Namun, pengaruh kolonial tak begitu saja melunturkan spirit nilai-nilai budaya Jawa yang ada di keraton dan kehidupan masyarakat Jogja.

Oleh sebab itu, dalam giat Wajib Kunjung Museum Ketiga Tahun 2021, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta mengangkat tema ‘Jejak Fotografi Keraton Jogja’,berisi dokumentasi Keraton yang ditampilkan di Youtube  @dinaskebudayaankotayogyakarta, mulai 11 Desember 2021, menampilkan karya Kassian Chepas.  Fotografer ini  merekam setiap sudut kota Jogja dan khususnya Kraton Jogja.

“Potret dinamika Jogja di masa lalu terekam rapi dalam karya seniman pribumi yaitu Chepas, ini yang coba kami tampilkan dalam program  Wajib Kunjung Museum Ketiga tahun 2021. ” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti.

Dikatakan, seni fotografi menjadi sangat penting untuk melihat peristiwa, sejarah serta kenangan dan merefleksikan diri dimasa sekarang. Termasuk sejarah Keraton Jogja yang didokumentasikan oleh para seniman Chepas. “Lewat koleksi foto kita akan diajak menelusuri dinamika Keraton Kota Yogyakarta dari masa ke masa,” ujar Yetti.

Chepas adalah seorang fotografer profesional pertama dari Indonesia dan magang di bawah bimbingan Hamengkubuwana VI (bertakhta 1855–1877), yang memiliki dokumentasi luar biasa tentang Keraton Yogyakarta. Sebagai fotografer Kasultanan pada awal 1871, ia memulai bekerja sebagai fotografer potret keluarga kasultanan dan mengabadikan banyak momen bersejarah. Chepas yang kita kenal tidak hanya Kassian Chepas tetapi ada putra dari Kassian Chepas yang bernama Sem Chepas.

Sementara itu peneliti sekaligus Pembantu Dekan FSMR ISI Yogyakarta Edial Rusli mengungkapkan, pada awalnya dokumentasi Kraton Yogyakarta berupa gambar yang dilukis orang-orang luar negeri. “Gambar yang dibuat sebagai komunikasi dan arsip serta media untuk menjelaskan situasi di suatu masa,” terangnya.

Namun seiring munculnya fotografi, Cephas mengabadikan peristiwa melalui jepretan fotonya. Berawal dari fotografer Kerajaan Belanda yang bertugas memotret kerajaan di Jawa, termasuk Kasultanan Yogyakarta. “Awal karirnya dari situ yang kemudian Chepas dipercaya sebagai fotografer dan dipercaya sebagai dokumentri juga,” ujar Edial Rusli.

Ditambahkan oleh RW Purwaguritna selaku Pengambil Gambar Kraton Yogyakarta, Cephas yang dekat dengan Sri Sultan dan keluarga banyak memotret keseharian mereka. Mulai dari kegiatan Keraton hingga upacara adat. “Di keraton masih terdapat foto-foto Cephas yang belum terdigitalisasi atau terpindai ulang,” ujar Purwaguritna. (*/ Dewy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here