Home News Karang Taruna “Parikesit” Wedomartani Merintis Desa Wisata Berbasis Sungai

Karang Taruna “Parikesit” Wedomartani Merintis Desa Wisata Berbasis Sungai

634
0
Pemberian cindera mata dari KT Parikesit Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman kepada KT Widya Taruna, Desa Kemadang, Tanjungsari, Gunung Kidul, dalam Studi Banding Pengelolaan UMKM Desa Wisata, Minggu (13/12/2020). (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM –Sejumlah aktivis Karang Taruna (KT) Parikesit Wedomartani bersama sejumlah tokoh masyarakat dan warga setempat menggelar doa bersama di bantaran Kali Kuning, Pedukuhan Sempu, Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Minggu (27/12/2020) sore. Kegiatan ini menandai dimulainya penataan kawasan sungai sebagai destinasi wisata alam dengan mengusung nama “Desa Wisata Kali Kuning Sempu.”

Sambil duduk lesehan beralas selembar bagor, tiap peserta memilih tempat yang nyaman dan saling menjaga jarak. Di tengah-tengah formasi duduk, tersaji pula nasi tumpeng sebagai salah satu sarana doa.

Doa bersama sore itu dipimpin Gus Mamik, pengasuh Pondok Pesantren (ponpes) Lempuyangan Yogyakarta. Suasana berlangsung khidmat di tengah suasana khas pinggir sungai diiringi suara gemiricik air mengalir dan angin semilir serta sesekali terdengar kicauan burung liar.

Penyerahan tumpeng dari Kasie Kesejahteraan (Ulu-ulu) Wedomartani, Sumono,ST kepada perwakilan pengurus Karang Taruna Parikesit, sebagai penanda dimulainya pembangunan Desa Wisata Kali Kuning Sempu, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Minggu (27/12/2020) sore. (Foto: Istimewa)

Kamituwo Wedomartani H Mujiburokhman S.Ag MA yang turut hadir mengatakan, kegiatan yang bertujuan memelihara alam, merawat lingkungan dan menjaga ekosistem sungai ini perlu mendapat apresiasi dan dukungan. “Kegiatan merawat alam ini sangat bagus. Apalagi dimotori anak-anak muda karang taruna desa. Saatnya kita peduli dan terus menjaga kelestarian alam di Desa Wedomartani ini,” terang dia.

Ia berharap para pihak memberi dukungan dalam proses pembangunan desa wisata berbasis sungai tersebut guna menjaga kelestarian mata air. Selain itu demi terjaganya ikan-ikan lokal, burung lokal dan tanaman lokal, yang perlahan mulai hilang.

“Jangan sampai generasi kita kelak tidak bisa melihat ikan wader di sungai. Hanya dapat cerita bahwa pernah hidup ikan wader di sini, tanpa bisa melihat langsung wujudnya. Maka, yuk kita lestarikan semua makhluk tersebut,” tegas Mujib.

Ketua KT Widya Taruna Desa Kemadang, Gunung Kidul Dwi Sumarwanto (baju biru muda ketiga dari kiri) mengajak KT Parikesit Wedomartani Sleman berjalan menyusuri dan berbagi pengalaman pengelola UMKM yang ada di Pantai Baron, Minggu (13/12/2020). (Foto: Istimewa)

Ketua Pengelola Desa Wisata Kali Kuning Sempu Dwi Yudha Prasetyo mengatakan rintisan desa wisata berbasis ekosistem sungai ini diharapkan segera terwujud. Ke depan lokasi wisata ekologi yang menempati tanah kas Desa Wedomartani ini tidak hanya fokus pada pelestarian alam saja. Namun ada sejumlah zona untuk kegiatan ekonomi (UMKM) warga sekitar serta zona berkegiatan bagi teman-teman karang taruna di Kabupaten Sleman.

“Sebagai program rintisan, saat ini kami baru mengerjakan lahan sepanjang lebih kurang 200 meter yang ada di pinggir sungai dari jembatan dam Sempu hingga tempuran. Dengan dukungan dana hibah Dinas Pariwisata Sleman,” ungkapnya.

Yudha menambahkan, beberapa waktu lalu, KT Parikesit Wedomartani juga melakukan studi banding pengelolaan UMKM ke KT Widya Taruna, Desa Kemadang, Tanjungsari, Gunung Kidul. Tepatnya pengelolaan UMKM di zona wisata di sejumlah pantai di Gunung Kidul yang dikelola karang taruna setempat.

“Dari studi wisata tersebut, kami mendapat banyak pelajaran perihal pengelolaan UMKM yang mampu memberikan kesejahteraan warga sekitar tempat wisata,” katanya.

Jika terencana dan terkelola dengan baik, kehadiran desa wisata yang berbasis pelestarian alam, akan mampu menjaga kelestarian ekosistem sekaligus memberi nilai kesejahteraan warga setempat. (AG Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here