Home News Karang Taruna Harus Dilibatkan dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah

Karang Taruna Harus Dilibatkan dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah

452
0
Sekretaris Umum Pengurus Karang Taruna Kabupaten Sleman Kurnia Anas Hidayat (berdiri) saat menyampaikan materi diskusi di hadapan peserta di aula Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Jumat (12/2/2021) siang. (Foto: AG Irawan)

BERNASNEWS.COM – Keterlibatan organisasi Karang Taruna (KT) di tingkat kabupaten maupun tingkat desa (kalurahan) menjadi unsur penting dalam penyusunan dokumen rencana pembangunan sebuah wilayah,baik di tingkat wilayah kabupaten, terlebih di wilayah kalurahan.

Hal itu ditegaskan Kasi Penguatan Kelembagaan dan Kapasitas Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman DraSungkawati Budi Rahayu MSi saat memberi materi diskusi di hadapan Karang Taruna “Parikesit” Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, di aula kalurahan setempat, Jumat (12/2/2021) siang.

Diskusi yang bertajuk Peran dan Strategi Karang Taruna dalam Pembangunan Desa di Masa Pandemi itu menghadirkan narasumber utama dari Dinas PMK Sleman dan Sekretaris Umum (Sekum) Pengurus KT Kabupaten Sleman. Dengan peserta pengurus dan anggota karang taruna kalurahan, relawan & tokoh masyarakat Wedomartani.

Kasi Penguatan Kelembagaan dan Kapasitas Masyarakat, Dinas PMK Kabupaten Sleman Dra Sungkawati Budi Rahayu M.Si memaparkan pentingnya peran karang taruna dalam penyusunan rencana pembangunan daerah, di aula Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Jumat (12/2/2021) siang. (Foto: AG Irawan)

Sungkawati mengatakan, KT Kalurahan di seluruh Kabupaten Sleman harus dilibatkan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kalurahan di masing-masing wilayah. “Keberadaan karang taruna harus ada dalam tim penyusun RPJM Kalurahan. Jadi karang taruna juga harus solid. Sehingga mampu mengirim wakilnya yang tepat dalam keanggotaan tim penyusun RPJM Kalurahan. Skema ini sama di seluruh Kabupaten Sleman,” terang dia.

Sungkawati memaparkan, tim RPJM Kalurahan terdiri dari 7 hingga 11 orang, yakni Kepala Desa (Lurah) selaku pembina. Sekretaris Lurah sebagai ketua. Sedangkan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) sebagai sekretaris.

Sementara anggota tim penyusun RPJM Kalurahan, terdiri dari Kepala Urusan 2 orang. Kepala Seksi 3 orang. Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) 1 orang. Karang Taruna 1 orang dan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa/Tokoh Masyarakat 1 orang.

Menurut Sungkawati, keberadaan KT Kalurahan diharapkan juga bisa melihat dan menemukan serta mengenali persoalan masyarakat di wilayah kalurahannya. Mulai dari persoalan pendidikan, kemiskinan, ekonomi, kesehatan, lingkungan hidup, juga Indeks Gini.

Sejumlah anggota dan pengurus Karang Taruna “Parikesit” Wedomartani hadir dalam diskusi penguatan kelembagaan yang digelar di aula Kalurahan setempat, Jumat (12/2/2021) siang. (Foto: AG Irawan)

“Di Sleman ini, wilayah Sleman timur dikonsentrasikan pada pembangunan Budaya. Di Sleman Tengah pada Ekonomi Kreatif. Sedang Sleman Barat pada Agrowisata dan Bisnis. Untuk Wedomartani masuk antara tengah dan timur. Maka perencanaan menjadi kunci dalam pembangunan wilayah,” kata Sungkawati.

Hal senada disampaikan Sekum Pengurus KT Kabupaten Sleman Kurnia Anas Hidayat. Organisasi KT merupakan organisasi resmi yang dibentuk pemerintah. Ini berdasar pada Permensos No 25 Tahun 2019 tentang Karang Taruna. Juga dalam Permendagri No.18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa.

“Karang taruna memiliki tanggungjawab sosial, meliputi mengantisipasi, mencegah, menangkal berbagai masalah sosial khususnya generasi muda di tingkat desa atau kalurahan,” terang Anas.

Salah satu pengurus KT “Parikesit” Wedomartani Anggi Kalisman Haryanto (21) mengungkapkan, keterlibatan anak muda dalam perencanaan pembangunan sangat diperlukan. “Kami senang jika diajak berpikir guna kemajuan desa. Kelemahan kami di pengalaman. Maka harus didampingi dan dilatih,” ungkap Anggi.

Sementara Kamituwa Kalurahan Wedomartani H Mujiburokhman S.Ag MA, yang juga hadir dalam acara tersebut, menyampaikan, sejak 1995 Wedomartani ditetapkan sebagai Desa Budaya oleh Provinsi DIY. Sehingga sejumlah kegiatan budaya, mulai upacara adat hingga perhelatan kebudayaan sering digelar.

Ada merti desa dan dusun, saparan, festival gerobak sapi dan sebagainya. “Pada tahun 2020 lalu, Wedomartani ditetapkan sebagai Desa Budaya Mandari. Sehingga keterlibatan generasi muda desa sangat penting,” kata Mujib. (AG Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here