Sunday, May 22, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeEkonomiKapolri Telusuri Fenomena Harga Minyak Goreng yang "Melompat" di Pasar

Kapolri Telusuri Fenomena Harga Minyak Goreng yang “Melompat” di Pasar

bernasnews.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo akan menelusuri fenomena harga minya goreng di pasar yang “melompat” atau melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, adanya pabrik yang produksinya menurun atau tidak berproduksi sama sekali.

“Hal-hal tersebut yang akan diluruskan dan dicek,” kata Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) minyak goreng bersam Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di PT Bina Karya Prima (BKP) di Jakarta Utara, Selasa 15 Maret 2022.

Dalam video yang diunggah di akun twitternya pada Selasa, 15 Maret 2022, Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengaku bersama dengan Mendag Muh Lutfi, ia mengecek langsung pabrik minyak goreng di PT Bina Karya Prima (BKP) di Jakarta Utara. Saya meninjau langsung terkait dengan proses produksi mulai dari kebijakan DMO (domestic market obligation) yang telah ditetapkan oleh Bapak Mendag,” kata Kapolri.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) minyak goreng bersam Menteri Perdagangn Muhammad Lutfi di PT Bina Karya Prima (BKP) di Jakarta Utara, Selasa 15 Maret 2022. Foto: [email protected]

Dari hasil sidak itu, menurut Kapolri, PT Bina Karya Prima telah menerima CPO dari produsen seharga Rp 9.100 yang selanjutnya diolah dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp 14.000. Bahkan proses produksi PT BKP bisa mencapai dua kali lipat dari biasanya.

https://twitter.com/ListyoSigitP/status/1503747276946259976?s=20&t=Nt-LfUYGqWr7Owv4KDYFVQ

Karena itu, hal ini menjadi catatan dan pihaknya akan melakukan pengecekan lagi ke wilayah lain untuk memastikan kebijakan terkait DMO sudah berjalan dan pabrik minyak goreng telah menjual sampai ke pasar dengan harga Rp 14.000 sebagaimana yang ditetapkan pemerintah.

“Selanjutnya, terkait dengan adanya fenomena di pasar yang harganya melompat dan adanya pabrik yang produksinya menurun atau tidak berproduksi sama sekali, tentunya hal-hal tersebut yang akan diluruskan dan dicek,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

“Pastikan ketersediaan & pendistribusian minyak goreng dari produsen ke distributor, hingga ke tangan konsumen, agar kita mengetahui dimana akar permasalahannya. Lakukan penegakan hukum bila diperlukan untuk mengantisipasi kecurangan-kecurangan terkait selisih harga yang tinggi,” tegas Kapolri. (lip)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments