Home News Kapendam IV/Diponegoro : Wilayah Urut Sewu Tempat Latihan TNI AD

Kapendam IV/Diponegoro : Wilayah Urut Sewu Tempat Latihan TNI AD

415
0
Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto SIP MAP. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto SIP MAP menegaskan bahwa wilayah Urut Sewu Desa Setrajenar, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen adalah resmi daerah yang digunakan sebagai tempat latihan persenjataan TNI AD, bukan daerah pertanian warga.

“Warga di sana hanya diberi kesempatan memanfaatkan manakala tidak sedang digunakan untuk latihan. Hal tersebut sebagai bentuk kepedulian TNI AD untuk membantu warga sekitar agar bisa meningkatkan prekonomiannya. Sehingga pada saat digunakan untuk latihan, mereka pasti menyadari dengan menghentikan aktvfitas untuk menghindari kerawanan yang bisa timbul saat latihan,” kata Letkol Kav Susanto SIP MAP, Kapendam IV/Diponegoro, dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Sabtu (29/8/2020)

Hal itu disampaikan Kapendam IV/Diponegoro terkait adanya berita-berita di media sosial yang menyatakan bahwa latihan militer merusak lahan persawahan yang disebabkan oleh lalu lalang kendaraan berat di tempat tersebut. Kapendam IV/Dip secara tegas menyatakan bahwa hal itu tidak benar.

“Ada yang dibelokkan dan sengaja membangun persepsi seolah latihan penembakan meriam di sana telah merugikan warga petani. Padahal realitasnya, warga yang memanfaatkan lahan milik TNI AD tersebut sudah menyepakati bila sedang dilakukan latihan maka mereka tidak beraktifitas dan tidak akan menuntut apapun atas dampak latihan pada areal yang digunakan. Sebab mereka sudah menyadari bahwa lahan tersebut bukan miliknya dan karena kebaikan TNI AD diberi kesempatan untuk menggarap tanpa bagi hasil,” kata Letkol Kav Susanto.

Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto SIP MAP (kanan). Foto : Istimewa

Bahkan Kementrian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ BPN secara resmi telah mengeluarkan Sertifikat Hak Kepemilikan Atas Tanah tersebut atas nama TNI AD untuk keperluan latihan. Sertifikat diserahkan oleh Menteri ATR/BPN Sofyan A Djalil SH M.ALD kepada Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Andika Perkasa SE MA M.Phil PhD di Makodam IV Diponegoro pada 12 Agustus 2020.

Dengan dasar tersebut maka masyarakat diharapkan memahami dan tidak terprovokasi dengan berita-berita hoax yang sengaja akan membenturkan masyarakat dengan TNI AD. Isu tersebut selalu digaungkan oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab bahwa tanah itu milik warga yang dirampas TNI AD untuk digunakan sebagai daerah latihan uji coba persenjataan berat yang sering merusak lahan pertanian warga. Padahal yang benar, tanah tersebut adalah wilayah pesisir pantai Selatan yang sejak masa penjajahan Belanda sebagai daerah latihan militer Belanda. Daerah tersebut juga merupakan garis pertahanan yang tidak diperuntukkan sebagai lahan aktivfitas masyarakat maupun pemukiman. Baru setelah penyerahan kedaulatan, lahan tersebut diserahkan kepada negara dan selanjutnya diserahkan kepada TNI AD sesuai peruntukannya semula selain sebagai wilayah pertahanan juga daerah latihan.

Meski telah ditegaskan secara resmi bahwa lahan tersebut milik TNI AD dan digunakan untuk latihan, namun tidak serta merta TNI AD menutup kawasan tersebut dari aktivitas masyarakat. KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa SE MA M.Phil PhD saat menerima penyerahan sertifikat Hak Kepemilikan di Kodam IV/Diponegoro masih tetap mempersilahkan masyarakat untuk memanfaatkan sesuai prosedur yang disepakati.

“Memang ada prosedur yang harus ditaati, karena sebenarnya wilayah tersebut termasuk wilayah bahaya. Kalau kita ikuti prosedur yang sebenarnya pasti harus kosong dan tak boleh dijamah masyarakat. Namun karena doktrin kita harus manunggal bersama rakyat, maka kita bantu warga sekitar dengan memperbolehkan menggarap lahan saat tidak digunakan untuk latihan,” kata Kependam.

Menurut Kapendam IV/Diponegoro, warga sekitar yang memanfaatkan wilayah tersebut sebenarnya baik-baik saja dan bisa memahami kesepakatan. Namun justru ada pihak lain yang ingin memperkeruh dengan membenturkan warga dengan TNI AD. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here