Home Ekonomi Kampung Mangkukusuman Layak jadi Pilot Project Kampung Koperasi

Kampung Mangkukusuman Layak jadi Pilot Project Kampung Koperasi

83
0
Antonius Fokki Ardiyanto S.IP, Anggota Komisi B DPRD Kota Yogykarta, saat melakukan kunjungan kerja untuk mengisi masa reses di Balai Kampung Pengok Kidul, Senin (2/12/2019). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Untuk mengisi masa reses, Anggota DPRD Kota Yogyakarta Antonius Fokki Ardiyanto S.IP melakukan kunjungan kerja ke tiga kampung, yakni Kampung Pengok Kidul, Kampung Danukusuman dan Kampung Mangkukusuman, Senin (2/12/2019).

Kunjungan kerja di Balai Kampung Pengok Kidul dihadiri warga, Ibu Lurah Kalurahan Baciro, perwakilan dari Bagian Tapem Kesra Setda Kota Yogyakarta dan Bappeda Kota Yogyakarta. Dalam kunjungan itu, ada hal menarik yang ditemukan dalam forum reses tersebut.

Beberap hal yang menarik yang ditemukan adalah adanya potensi dari masing masing kampung yang bisa ditangkap dan ditindaklajuti oleh Pemerintah Kota Yogyakarta dalam rangka mensejahterakan masyarakat dan sesuai dengan kebijakan pembangunan Kota Yogykarta yang sudah disepakati bersama.

Misalnya, Kampung Danukusuman yang memiliki potensi sebagai kampung budaya karena di sana ada group pasukan bergodo, group keroncong Irama Kusuma dan Orkes Melayu Kusuma. Sementara di Kampung Pengok Kidul ada potensi sebagai kampung kuliner karena di wilayah tersebut terdapat Kelompok Paguyuban 26 yang berkonsentrasi dalam pemberdayaan ekonomi warga melalui UPPKS Rejeki Rahayu.

Sementara Kampung Mangkukusuman memiliki potensi untuk menjadi Kampung Koperasi. Dan potensi ini g bisa menjadi pembeda dengan kampung-kampung yang lain sehingga layak menjadi pilot project sebagai Kampung Koperasi menuju cita-cita Kota Yogyakarta sebagai kota koperasi.

Dalam reses tersebut, menurut Fokki-sapaan Antonius Fokki Ardiyanto S.IP-terungkap bahwa Kampung Mangkukusuman telah memiliki koperasi kampung dengan omzet pendapatan sekitar Rp 800 juta per tahun. Bahkan pada tahun 2017, kampung ini meraih juara bidang administrasi perkantoran.

“Mengapa menarik? Karena sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945 soko guru perekonomian Indonesia adalah koperasi. Dan di tengah-tengah iklim kapitalisme seperti sekarang ternyata masih ada koperasi yang dapat dikembangkan lebih maju lagi. Dan ini juga sesuai dengan usulan tokoh masyarakat Kampung Mangkukusuman Bambang Istiarjo agar Pemerintah Kota Yogyakarta dapat membina kampung tersebut lebih serius lagi,” kata Fokki.

Menurut Fokki, dalam rapat dengan Dinas Koperasi, UMKM dan Nakertrans saat membahas KUA PPAS APBD 2020 ada kesamaan kehendak yaitu mewujudkan Kota Yogyakarta sebagai Kota Koperas. Karena itu, dengan adanya potensi Kampung Mangkukusuman dalam hal perkoperasian mak selaku anggota DPRD Kota Yogyakarta, Fokki akan mengusulkan dan memperjuangkan serta mengawal agar Pemerintah Kota Yogyakarta bisa menjadikan Kampung Mangkukusuman sebagai pilot project Kampung Koperasi di Kota Yogyakarta serta memasukkannya dalam Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Yogyakarta. “Saya juga meminta Ibu Lurah Kalurahan Baciro dan Bappeda untuk bisa mengimplementasikan hal tersebut,” kata Fokki dalam rilis yang dikirim ke Bernasnews.com, Selasa (3/12/2019). (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here