Home Technology Kala YouTuber Tak Lagi Sekadar Hobi, Tetapi Profesi

Kala YouTuber Tak Lagi Sekadar Hobi, Tetapi Profesi

176
0
Kampanye “Collabonation – Freedom To Collaborate” oleh IM3 Ooredoo di Yogyakarta, Kamis (25/9/2019). (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM – Seiring dengan perkembangan teknologi, kini pekerjaan sebagai seorang YouTuber mulai diminati oleh masyarakat, khususnya kaum muda. Tak hanya itu, kini Youtube telah dipenuhi oleh beragam konten yang mungkin sebelumnya tak pernah terpikirkan idenya.

“Konten kreator atau YouTuber terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi, sehingga kini menjadi YouTuber bisa dijadikan sebuah profesi,” ujar Fahroni Arifin, SVP-Head of Brand Management & Strategy of Indosat Ooredoo, dalam keterangan tertulis yang diterima bernasnews.com, Kamis (25/9/2019).

Salah satu event Youtube yang mengumpulkan para konten kreator adalah Youtube FanFest. Tak hanya sekadar bertemu saja, biasanya para konten kreator akan bertukar ilmu. Pemerintah dan sejumlah pihak berupaya untuk mendorong generasi muda menciptakan konten kreatif dan positif melalui video.

Tak ketinggalan, IM3 Ooredoo yang mengkampanyekan “Collabonation – Freedom To Collaborate”, sebuah gerakan nasional untuk mendorong generasi muda Indonesia menciptakan konten digital yang positif dengan cara berkolaborasi, baik dengan pembuat konten yang berpengalaman, maupun dengan teman sendiri.

“Melalui kolaborasi, anak muda dapat bebas mengekspresikan kreativitas tanpa batas sehingga mampu berkembang dan belajar lebih cepat,” tuturnya.

Pada Showcase YouTube FanFest Yogyakarta yang digelar pada tanggal 28-29 September 2019, IM3 Ooredoo akan bekerja sama dengan dua Kreator YouTube yaitu Musisi Jogja Project & Salshabilla Adriani. Dalam Showcase ini Musisi Jogja Project dan Salshabilla akan menunjukkan bagaimana mereka dapat menciptakan konten secara maksimal dan menarik dengan cara berkolaborasi, yang akan menginspirasi generasi muda untuk melakukan hal yang sama dengan teman, keluarga, atau bahkan dengan konten kreator sekalipun yang sudah memiliki banyak subscriber.

Selain bertemu dengan para konten kreator, pengunjung juga dapat mencoba berkolaborasi dengan teman atau keluarga untuk membuat video ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response). (*/adh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here