Home News Kala Tarian Jawa Hantarkan Penanaman Pohon Bodhi ke Lereng Merapi

Kala Tarian Jawa Hantarkan Penanaman Pohon Bodhi ke Lereng Merapi

238
0
Wahono dan Kinanti Sekar Rahina, sedang menari saat penanaman Pohon Bodhi di Lereng Merapi, Sabtu (27/6/2020). (Foto: Pedro)

BERNASNEWS.COM – Pandemi COVID-19 seolah membuat alam ingin diperhatikan lebih oleh manusia. Meski pandemi ini menghentikan sejumlah kegiatan masyarakat, namun kegiatan penanaman pohon seolah tak berhenti meski sedang pandemi COVID-19.

Kali ini, bertempat di Wonogondang, yang merupakan markas Komunitas Pagar Merapi, pohon bodhi ditanam. Selain sebagai upaya untuk menghijaukan lereng Merapi, penanaman pohon bodhi ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga debit air di hulu sungai yang ada di lereng Merapi.

Berbeda dengan sebelumnya, penanaman pohon bodhi kali ini dihantarkan dengan tarian dan unen-unen dalam bahasa jawa. Kinanti Sekar Rahina dan Wahono, menjadi 2 penari dalam penanaman pohon bodhi ini.

“Tadi secara perjalanan spiritual untuk menanam pohon bodhi,” ujar Kinanti Sekar Rahina, Sabtu (27/6/2020).

Pohon Bodhi dikenal sebagai pohon yang kuat dan mampu menahan air. Meski hulu sungai ada di gunung, air akan mengalir hingga ke lautan jika di gunung tersebut tumbuh pohon bodhi.

Wahono dan Kinanti Sekar Rahina, sedang menari saat penanaman Pohon Bodhi di Lereng Merapi, Sabtu (27/6/2020). (Foto: Pedro)

“Jadi kita bisa melihat di belakang kita sudah hampir terkikis, tapi kita berharap bahwa pohon bodi ini akan tumbuh sampai selama-lamanya,” harap Sekar.

Pohon dalam Bahasa Jawa disebut dengan kayon yang memiliki makna sebuah kehidupan. Dalam kehidupan ini, manusia tak lepas dari 3 macam interaksi, manusia dengan sesamanya, dengan Tuhan, dan dengan alam.

“Kami menyampaikan semacam senandung atau unen-unen, di situ ada interaksi antara matahari, angin, tanah,” tutur Wahono, salah satu penari lain.

Unen – unen yang disampaikan pun tak jauh-jauh dari harapan para penanam untuk kawasan lereng merapi.

“(unen-unen tadi bermakna) Katiuping angin itu terhempas oleh angin, binarung sorot sang hyang arka artinya bebarengan dengan sinar dari matahari, weh marta lan hardaya itu memberikan kekuatan dan berbagi kasih,” tutup Wahono.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here