Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsAbdul Kahar Mudzakkir Penyemai Nilai-nilai Islam dan Kebangsaan

Abdul Kahar Mudzakkir Penyemai Nilai-nilai Islam dan Kebangsaan

BERNASNEWS.COM —Salah satu pendiri dan rektor pertama UII, KH Abdul Kahar Mudzakkir, merupakan penyemai nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Ini dibuktikan dalam kiprahnya baik di tingkat nasional maupun internasional yang tidak mengabaikan nilai-nila Islam.

Ia juga memiliki wawasan dan pergaulan yang luas, tidak hanya di tingkat nasional tapi juga dunia. Hal ini terbukti ketika menjadi rektor dalam usia yang sangat muda sudah banyak perguruan tinggi asing yang menjalin kerja sama dengan UII. Dan warisan nilai-nilai itu yang mewarnai kiprah UII hingga sekarang.

“Penobatan Abdul Kahar Mudzakkir dan Prof Sardjito sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah sudah sangat layak dan tepat mengingat ketokohan dan kiprah keduanya untuk bangsa ini sangat luar biasa,” kata Fathul Wahid ST MSc Phd, Rektor UII, pada seminar ‘Belajar dari Sang Teladan Pak Kahar dan Pak Sardjito’ di Auditorium Kahar Mudzakkir Kampus UII, Kamis (14/11/2019). Seminar ini merupakan tasyakuran kedua mantan Rektor UII tersebut mendapat anugerah Pahlawan dari Presiden Jokowi.

Menurut Fathul Wahid PhD, perjuangan untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional bagi Kahar Mudzakkir dan Prof Sardjito cukup lama yaitu selama delapan tahun. Kahar Mudzakkir merupakan rektor pertama dan telah berjuang untuk kemajuan UII. Sedangkan Prof Sardjito menjadi rektor ketiga UII pada periode tahun 1963-1970. Prof Sardjito sebagai peneliti telah menemukan obat-obat. Namun beliau meminta obat jangan dijual mahal. Selain itu, mendirikan delapan cabang UII, tidak pernah menerima gaji dan uang sidang.

Seminar yang menampilkan narasumber Sejarawan Indonesia Prof Dr Anhar Gonggong, Prof Dr Djoko Suryo, Dr Artidjo Alkostar, Dr HM Busyro Muqoddas, Dr Habib Chirzin dan Drs Ahmad Charris Zubair SU, dihadiri keluarga Pak Kahar dan Pak Sardjito, mahasiswa, dosen dan masyarakat umum.

Menurut Sejarawan Indonesia Prof Dr Anhar Gonggong, ketokohan Kahar Mudzakkir dan Prof Sardjito sangat sulit ditemukan sekarang. Karena mereka merupakan pemimpin yang tidak hanya level nasional tapi juga internasional dan melampui dirinya sendiri.

Anhar Gonggong mengatakan bahwa saat ini sangat sedikit pemimpin, karena yang banyak ada adalah pejabat. Dan tidak semua pejabat berjiwa pemimpin. Sementara kedua tokoh tersebut, Abdul Kahar Mudzakkir dan Sardjito, pernah menjadi pejabat dan pemimpin. Mereka tidak sekadar pejabat.

Kesederhanaan Pak Kahar, menurut Anhar, tidak ditemukan pada pejabat sekarang. “Saat ini, pemimpin kita tidak sederhana. Mana mereka mau naik andong. Sekarang yang dikejar kemewahan, mobil mewah. Tidak ada pejabat sekarag yang seperti Pak Sardjito. Ia orang yang mau meneliti yang kemudian hasil penelitiannya diberikan kepada rakyat dengan harga yang murah,” kata Prof Anhar Gonggong.

Dalam konteks pejabat sekarang, menurut Prof Anhar Gonggong, mereka mengejar kepentingan diri dan tidak melampaui diri, tidak memikirkan orang. Buktinya, ada Menteri Pemuda dan Olahraga atau Menteri Agama masuk penjara, karena ingin memenuhi hasrat.

Karena itu, menurut Prof Anhar, sangat tepat menokohkan keduanya sebagai Pahlawan Nasional. Sebab saat ini sangat susah mendapatkan teladan. “Karena itu mari kita kembali kepada apa yang ditunjukkan keduanya. Kita harus belajar dari keteladanan mereka, karena tidak ada teladan dari yang masih hidup,” kata Prof Anhar Gonggong. (lip)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments