Home Pendidikan Kado Isitimewa di Hari Sumpah Pemuda bagi Siswi MTsN 6 Kulon Progo

Kado Isitimewa di Hari Sumpah Pemuda bagi Siswi MTsN 6 Kulon Progo

381
0
Ardia Ramda Wuriastiwi (kanan) menerima trophy dan piagam serta uang pembinaan dari Supridaljuni SPd mewakili Panitia SMKN 1 Sewon, Sabtu (26/10/2019). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Siswi MTsN 6 Kulon Progo Ardia Ramda Wuriastiwi secara mengejutkan tampil sebagai Juara 2 Geguritan dalam lomba yang diadakan dalam rangka memperingati ulang tahun ke-64 SMKN 1 Sewon, Bantul, Sabtu (26/10/2019) di aula sekolah setempat.

Prestasi ini menjadi kado istimewa yang diterima Ardia Ramda Wuriastiwi pada Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2019. Lomba tersebut dinilai dewan juri yang terdiri dari Sukarno MPd, Evi Fatmala SPd dan Sri Purwaningsih MPd itu MPd.

Guru Bahasa Jawa sekaligus pembimbing lomba, Ismi Rahayu S.TP seperti dikutip Drs Sutanto dalam rilis yang dikirim ke Redaksi Bernasnews.com, Rabu (30/10/2019), madrasahnya mengirim 2 siswi yakni Ardia Ramda Wuriastiwi dan Hanum Yuli Arizha Putri.

Teks Geguritan yang disediakan panitia ada 2 yaitu Ngangsu (Eko Hastuti) dan Alam Negriku (Hadi Pamungkas), keduanya merupakan geguritan yang bertema lingkungan yang diambil dari majalah berbahasa Jawa Djaka Lodhang. Peserta bebas memilih membaca salah satunya.

Ardia Ramda Wuriastiwi (kiri) menyerahkan trophy dan piagam sebagai juara geguritan kepada Kepala MTsN 6 Kulon Progo Imam Syamroni SPd ,Senin (28/10/2019). Foto : Sutanto

Waka Urusan Kesiswaan Drs Sutanto menambahkan, keberhasilan Ardia tersebut menjadi “kado sitimewa” di Hari Sumpah Pemuda ke-91, Senin 28 Oktober 2019. Karena pada saat upacara tersebut trophy dan piagam kejuaraan diserahkan kepada pihak madrasah dan diterima Kepala Madrasah Imam Syamroni SPd.

“Sebetulnya ada beberapa lomba yang diadakan di SMKN 1 Sewon, namun kami hanya mengikuti lomba Geguritan dengan mengirim 2 siswa, dan alhamdulillah berhasil menjadi runer-up,” imbuh Sutanto.

Imam Syamroni menyambut gembira atas prestasi salah satu siswinya tersebut karena hal ini akan memotivasi teman lainnya untuk dapat berkompetisi di bidang dan even lainnya.

Dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda, bertindak selaku pembina upacara Sri Puji Astuti SPd membacakan amanat dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Zainudin Amali. Hari Sumpah Pemuda ke-91 mengambil tema “Bersatu Kita Maju”. Tema ini diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda.

“Bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa. Pemuda yang memiliki karakter yang tangguh adalah pemuda yang memiliki karakter moral dan karakter kinerja, pemuda yang beriman dan bertaqwa, berintegritas tinggi, jujur, santun, bertanggung jawab, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan tuntas,” kata Menpora dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala MTsN 6 Kulon Progo Imam Syamroni.

Suasana upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 91 di MTsN 6 Kulon Progo, Senin (28/10/2019). Foto : Sutanto

Pemuda juga harus memiliki kapasitas intelektual dan skill kepemimpinan, kewirausahaan dan kepeloporan yang mumpuni serta pemuda harus memiliki inovasi agar mampu berperan aktif dalam kancah internasional.

Tema tersebut sesungguhnya ditujukan kepada seluruh elemen bangsa, tetapi bagi pemuda menjadi keharusan karena di tangan pemudalah Indonesia bisa lebih maju. Pemuda untuk Indonesia maju adalah pemuda yang memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia di zaman era globalisasi.

Gerakan revolusi mental menemukan relevansinya, dengan pembangunan karakter akan menjadi kuat, tangguh dan kokoh ikut serta dalam percaturan pemuda di dunia, tidak lagi harus bertahan dan menghadapi dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi.

Kemajuan tercapai bila generasi muda merespon kemajuan itu dengan kearifan menghargai keluhuran perjuangan dari generasi sebelumnya tanpa terjebak dalam kejayaan dan romantisme masa lalu, serta kenyataan-kenyataan masa kini sehingga membuat mereka tidak lagi sanggup keluar untuk menatap masa depan.

“Wahai pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, tekad, dan cita-cita, pengorbanan dan perjuanganmu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia,” kata Puji mengakhiri amanatnya. (lip).



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here