Home News Kadisjarahad Bangga dengan Program Ojo Lali Sarapan

Kadisjarahad Bangga dengan Program Ojo Lali Sarapan

1038
0
Kepala Dinas Sejarah Angkatan Darat (Kadisjarahad) Brigjen TNI Eddy Syahputra Siahaan S.IP MM dan Kepala Badan Pelaksana Museum dan Monumen Pusat Disjarahad Kolonel Herry Purwanto serta Ketua Umum Barahmus DIY Ki Bambang Widodo SPd MPd foto bersama sejumlah anggota Kowad di sela-sela kunjungan kerja singkatnya di Museum TNI AD Dharma Wiratama Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta, Jumat (7/2/2020) pagi. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

BERNASNEWS.COM – Kepala Dinas Sejarah Angkatan Darat (Kadisjarahad) Brigjen TNI Eddy Syahputra Siahaan S.IP MM mengaku sangat bangga dan mendukung program Ojo Lali Sarapan (OLS) yang diadakan Museum TNI AD Dharma Wiratama yang diadakan setiap hari Jumat pagi.

Sebab program tersebut selain untuk mendekatkan masyarakat dengan museum, juga untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya sarapan karena merupakan nutrisi untuk bekerja siang hari.

Kepala Dinas Sejarah Angkatan Darat (Kadisjarahad) Brigjen TNI Eddy Syahputra Siahaan S.IP MM (kanan) bersama Kepala Badan Pelaksana Museum dan Monumen Pusat Disjarahad Kolonel Herry Purwanto (kedua dari kanan) dan Ketua Umum Barahmus DIY Ki Bambang Widodo SPd MPd (ketiga dari kanan) saat meninjau tempat m program Ojo Lali Sarapan di halaman Museum TNI AD Dharma Wiratama Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta, Jumat (7/2/2020) pagi. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

“Saya sangat bangga dan mendukung program Ojo Lali Sarapan yang dilakukan Museum Dharma Wiratama. Dan saya akan menerapkan program itu ke museum-museum yang berada di bawah naungan Disjarahad bahkan museum-museum lainnya,” kata Brigjen TNI Eddy Syahputra Siahaan S.IP MM dalam kunjungan kerja yang singkat di Museum TNI AD Dharma Wiratama Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta, Jumat (7/2/2020), sebelum melakukan kunjungan kerja ke Akmil Magelang.

Pada kesempatan itu, Brigjen TNI Eddy Syahputtra Siahaan yang didampingi Kolonel Herry Purwanto, Kepala Badan Pelaksana Museum dan Monumen Pusat Disjarahad, berkesempatan meninjau tempat hidangan sarapan di halaman sisi selatan museum.

Para Anggota Kowad mengikuti senam masal di halaman Museum TNI AD Dharma Wiratama Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta, Jumat (7/2/2020) pagi. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Momen sarapan dalam program OLS Museum TNI AD Dharma Wiratama, Jumat (7/2/2020) pagi, terasa istimewa karena selain dikunjungi Kadisjarahad, sebelumnya diadakan senam massal yang diikuti ibu-ibu anggota Kowad dan dilanjutkan dengan pertemuan Kowad DIY di Aula Grha Dharma Wiratama.

Menurut Brigjen TNI Eddy Syahputra, Disjarahad yang dipimpinnya membawahi 5 museum yakni Museum Jenderal Besar Sudirman, Museum Jenderal AH Nasution, Museum Jenderal A Yani, Museum dan Monumen Pembela Tana Air di Bogor dan Museum Dharma Wiratama Yogyakarta yang merupakan museum terbesar di lingkungan TNI AD.

Dikatakan, kegiatan OLS merupakan bagian dari upaya Disjarahad TNI AD selain untuk melaksanakan tugas pokok juga melaksanakan fungsi pembinaan teritorial, mendekatkan diri kepada masyarakat agar masyarakat mencintai sejarah melalui pengenalan museum yang dimiliki di Yogyakarta.

OLS mengedukasi masyarakat bahwa sarapan pagi penting bagi kita semua karena mwerpajan nutrisi untuk bekerja siang hari. “Saya bangga karena kegiatan yang sudah berjalan sekitar 5-6 bulan ini mendapat dukungan luas dari masyarakat, baik masyarakat Jogja maupun luar Jogja. Bahkan beberapa waktu lalu banyak wisatawan asing ikut OLS. Ini mendapat dampak positif,” kata Brigjen TNI Eddy Syahputra.

Ibu-ibu berebutan foto bersama Kepala Dinas Sejarah Angkatan Darat (Kadisjarahad) Brigjen TNI Eddy Syahputra Siahaan S.IP MM (kiri) dan Kepala Badan Pelaksana Museum dan Monumen Pusat Disjarahad Kolonel Herry Purwanto (kanan) di depan Museum TNI AD Dharma Wiratama Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta, Jumat (7/2/2020) pagi. Foto : Philipus Jehamun/Bernasnews.com

Brigjen Eddy Syahputra juga berterima kasih kepada Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta atas dukungan dan kerja sama yang terjalin baik selama, terutama telah mengizinkan sekolah-sekolah untuk wajib kunjung museum dalam rangka mengedukasi para pelajar untuk mengenal sejarah, terutama sejarah TNI AD.

Menurut Brigjen Eddy Syahputra, kegiatan ini diharapkan menular ke museum-museum lainnya, terutama di Museum Peta Bogor, karena masyarakar Bogor hampir sama dengan masyarakat Jogja sangat antusias untuk belajar tentang sejarah.

“Saya menginginkan ini mseum ini dikenal oleh masyarakat, sehingga mudah-mudahan generasi muda selain mengenal sejarah perjuangan bangsa, sejarah perjuangan TNI dan TNI AD juga menggugah generasi mudah untuk mau bergabung dengan TNI AD,” kata Brigjen Eddy Syahputra Siahaan. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here