KADIN DIY Usulkan Munas VIII KADIN Digelar Online di Tengah Lonjakan Kasus Corona

    443
    0
    Pengurus KADIN DIY 2020-2025 saat dilantik di Kompleks Candi Prambanan, Rabu (5/5/2021). (Foto: Eva M)

    BERNASNEWS.COM – Di tahun 2021 ini, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) akan menggelar musyawarah nasional (Munas) yang ke-8. Rencananya, Munas VIII KADIN akan digelar pada 30 Juni 2021 di Kendari.

    Namun, belakangan ini kasus corona di sejumlah daerah di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berdasarkan data per 27 Juni 2021, jumlah kasus positif corona di DIY mencapai 57.858.

    Peningkatan kasus corona ini berdampak ke berbagai aspek kehidupan mulai dari kesehatan, wisata, hingga perekonomian. Peran proaktif KADIN menjadi sangat penting untuk kembali memulihkan perekonomian nasional.

    Melihat adanya tren kenaikan kasus corona, KADIN DIY mendorong gelaran Munas VIII KADIN untuk dilakukan secara online. Ini menjadi upaya untuk membantu pemerintah menekan sebaran COVID-19.

    “Bilamana KADIN Indonesia tetap melanjutkan pelaksanaan Munas VIII (secara offline), maka harus ada diskresi kebijakan untuk melaksanakannya secara online melalui platform konferensi digital serta pengaturan partisipasi Ketua Umum KADIN Provinsi dan Utusan Peserta Munas untuk tetap bisa berpanisipasi secara online, termasuk jika terjadi pemungutan suara (voting) menggunakan teknologi digital tanpa mengurangi substansi, keamanan dan kelancaran munas VIII KADIN.” kata Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi, Minggu (27/6/2021).

    Hal ini merujuk pada kebijakan untuk penguatan PPKM Mikro dan Percepatan Vaksinasi yang menjadi kunci untuk kendalikan kasus COVID-19 di Indonesia. Selain itu, usulan ini juga merujuk pada instruksi Gubernur DIY lewat Sapa Aruh agar masyarakat Yogyakarta ‘Eling lan Waspada, Wilujeng Nir Sambala’ sebagai pengingat bahwa untuk menangkan perang diberlukan kewaspadaan.

    KADIN DIY menilai, Munasa VIII KADIN menunjukkan peningktan eskalasi yang berpotensi membawa resiko jaminan kesehatan dan keselamatan peserta dan peninjau. Pasalnya, Munas VIII KADIN akan mendatangkan banyak peserta dengan konsekuensi wajib terapkan protokol kesehatan. Namun, hal ini dinilai tetap berpotensi menimbulkan kerawanan.

    “Apabila KADIN Indonesia teatp menyelenggarakan Munas VIII di Kendari tanggal 30 Juni 2021, maka KADIN DIY tidak mengirim utusan baik peserta ataupun peninjau,” tegasnya.

    KADIN DIY tak mengesampingkan nilai penting dan peran strategis di tengah dinamika permasahan dan tantangan pandemi corona yang hingga kini masih melanda.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here