Home Pendidikan Jurusan Farmasi UII Sukses Gelar Webinar IPE in Mental Health Care

Jurusan Farmasi UII Sukses Gelar Webinar IPE in Mental Health Care

63
0
Sebagian peserta webinar yang diadakan Jurusan Farmasi Fakultas MIPA UII dengan tema Interprofessional Education (IPE) in Mental Health Care, Minggu 14 November 2021. Foto: Dok Panitia

BERNASNEWS.COM – Jurusan Farmasi Fakultas MIPA UII sukses menyelenggarakan webinar dengan tema Interprofessional Education (IPE) in Mental Health Care, Minggu 14 November 2021. Dalam webinar tersebut, Jurusan Farmasi UII menghadirkan beberapa narasumber, seperti Dr dr Wikan Ardiningrum SpKJ dari Rumah Sakit Jiwa Ghrasia, Ns Sutejo dari Politeknik Kesehatan Yogyakarta, Libbie Annatagia S.Psi M.Psi.,Psikolog dari Fakultas Psikologi dan Sosial Budaya UII, apt. Okky Puspitasari, M.Sc dari Rumah Sakit Jiwa Soeroyo Magelang dan Dr Hana Morrisey (praktisi mental health) dari Wolverhampton University.

Menurut Prof Dr Yandi Syukri MSi, Ketua Jurusan Farmasi UII, iIni merupakan webinar IPE pertama di Indonesia yang berfokus pada mental health care yang menghadirkan narasumber dengan kepakaran yang berbeda.

“Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang implementasi IPE dalam praktek kesehatan, khususnya pada isu kesehatan mental,” kata Prof Yandi Syukri dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Minggu 14 November 2021.

Sebagai institusi pendidikan, menurut Prof Yandi, Jurusan Farmasi UII berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang unggul di bidang kesehatan dengan terus melakukan continues improvement termasuk inovasi dalam proses pembelajaran. IPE merupakan pembelajaran kolaborasi antara dua atau lebih mahasiswa profesi kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi dan kualitas pelayanan kesehatan.

Dr Hana Morrisey (praktisi mental health) dari Wolverhampton University (kanan) salah satu narasumber webinar yang diadakan Jurusan Farmasi Fakultas MIPA UII dengan tema Interprofessional Education (IPE) in Mental Health Care, Minggu 14 November 2021. Foto: Dok Panitia

Sekitar 1300 orang berpartisipasi dalam dalam acara ini dengan berbagai latar belakang pendidikan yaitu pendidikan dokter, keperawatan, kebidanan, psikologi klinis, apoteker, sarjana farmasi yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia mulai dari Provinsi Aceh hingga Papua.

Selain melibatkan mahasiswa kesehatan, webinar ini juga dihadiri oleh tenaga kesehatan, dosen/pembimbing praktek kerja profesi kesehatan, tenaga kesehatan non dosen/pembimbing praktek.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman, khususnya untuk seluruh mahasiswa kesehatan pembelajaran IPE. Kegiatan ini sekaligus merupakan pembekalan bagi mahasiswa sebelum melakukan kegiatan profesi dan melatih mahasiswa sejak dini untuk berkomunikasi dengan rekan profesi lain dalam menangani masalah kesehatan yang dihadapi dalam masyarakat,” kata Prof Yandi Syukri.

Sebagian peserta webinar yang diadakan Jurusan Farmasi Fakultas MIPA UII dengan tema Interprofessional Education (IPE) in Mental Health Care, Minggu 14 November 2021. Foto: Dok Panitia

Dikatakan, sejak 2019 Jurusan farmasi UII secara konsisten mengimplementasikan IPE berkolaborasi dengan beberapa fakultas seperti Fakultas Kedokteran dan Psikologi UII. Pada tahun 2019 PSPA UII sukses berkolaborasi dengan Faculty of Pharmacy dan Public Health dari Rhode Island University.

“Jurusan farmasi UII terus berinovasi dalam proses pembelajaran, khususnya dalam pengembangan pembelajaran IPE. IPE sebagai sistem pembelajaran yang membangun kompetensi kolaboratif antar mahasiswa calon tenaga kesehatan untuk diimplementasikan saat berpraktek di layanan kesehatan nantinya. IPE juga dapat menjadi media pembelajaran alternatif terbaik dalam pelaksanaan MBKM untuk pendidikan calon nakes,” katanya.

Menurut Prof Yandi, Jurusan Farmasi UII juga berkomitmen untuk terus mengembangkan pembelajaran IPE sebagai langkah strategis bagi klaster kesehatan pada seluruh universitas di Indonesia untuk mencetak lulusan yang unggul, professional dan dapat berkejasama, berkolaborasi antar profesi di bidangnya serta mampu menjawab tantangan kesehatan di Indonesia. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here