Home News Jumat (24/7) Ini, Kasus Positif di DIY Kembali Melonjak, Bantul Terbanyak

Jumat (24/7) Ini, Kasus Positif di DIY Kembali Melonjak, Bantul Terbanyak

440
0
Salah satu kegiatan rapid tes. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Kasus positif Covid-19 di DIY pada hari Jumat (24/7/2020) ini, kembali melonjak. Jika pada Kamis (23/7/2020) tambahan kasus positif hanya 11 kasus, namun menurut data dari Gugus Tugas Covid-19 DIY, pada Jumat (24/7/2020) ini tambahan kasus positif ada 23 kasus, 15 di antaranya dari Kabupaten Bantul.

Namun, menurut dr Sri Wahyu Joko Santoso, Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Bantul, tambahan kasus positif di Bantul pada Jumat (24/7/2020) ini sebanyak 17 kasus, sehingga tambahan kasus positif di DIY pada Jumat sebanyak 25 kasus, bukan 23 kasus seperti data dari Gugus Tugas Covid-19 DIY. Dengan demikian, sampai saat ini total kasus positif Covid-19 di DIY sebanyak 521 kasus.

“Maaf ada yang beda dengan (data, red) DIY karena baru masuk sore ini,” kata dr Sri Wahyu Joko Santoso dalam pesan di grup whatsapp wartawan Bantul, Jumat (24/7/2020) petang.

Sementara kasus positif yang sembuh pada hari ini ada 1 tambahan kasus sehingga total total kasus sembuh di DIY hingga saat ini sebanyak 337 kasus. Kasus sembuh adalah Kasus 187lLaki laki 20 tahun asal Sleman. Sedangkan laporan PDP yang meninggal dan sudah swab ada 3 kasus, yakni laki laki berusia 52 tahun asal Sleman karena sakit DM, laki lak 75 tahun asal Bantul karena sakit ginjal dan laki laki 59 tahun asal Gunungkidul karena sakit DM.

(Baca juga : Pada Kamis (23/7) Ada Tambahan 11 Kasus Positif, 4 Tambahan Sembuh)

Menurut Dra Shavitri Nurmaladewi MA, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sleman yang mengutip data dari Gugus Tugas Covid-19 DIY, dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Jumat (247/2020), dari hasil pemeriksaan laboratorium dan terkonfirmasi positif pada hari Jumat (24/7/2020) ke-23 tambahan kasus positif tersebut adalah Kasus 501 laki laki (57) asal Bantul dengan riwayat skrining karyawan kesehatan, Kasus 502 laki laki 54 tahun asal Bantul dengan riwayat skrining karyawan kesehatan, Kasus 503 perempuan 21 tahun asal Bantul riwayatkontak kasus 430 dan Kasus 504 perempuan 36 tahun asal Bantul dengan riwayat skrining karyawan kesehatan.

Kemudian, Kasus 505 laki laki 23 tahun Bantul dengan riwayat kontak kasus 386, Kasus 506 laki laki 51 tahun asal Bantul dengan riwayat kontak kasus 386, Kasus 507 perempuan 64 tahun asal Bantul riwayat kontak kasus 355, Kasus 508 laki laki 16 tahun asal Bantul, Kasus 509 perempuan 19 tahun asal Bantul, Kasus 510 perempuan 15 tahun asal Bantul riwayat perjalanan Jakarta, Kasus 511 perempuan 30 tahun asal Bantul riwayat kontak kasus 367, Kasus 512 laki laki 4 tahun asal Bantul, Kasus 513 perempuan 12 tahun asal Bantul, Kasus 514 perempuan 6 tahun asal Bantul dengan riwayat kontak kasus 423, Kasus 515 laki laki 21 tahun asal Sleman dengan riwayat kontak kasus 415, Kasus 516 perempuan 81 tahun asal Sleman dengan riwayat dalam penelusuran, Kasus 517 perempuan 48 tahun asal Sleman riwayat dalam penelusuran, Kasus 518 laki laki 47 tahun asal Kota Yogyakarta dengan riwayat skrining karyawan kesehatan Sleman, Kasus 519 perempuan 37 tahun asal Sleman dengan riwayat skrining karyawan kesehatan Sleman, Kasus 520 perempuan 53 tahun asal Kulon Progo dengan riwayat kontak kasus 369, Kasus 521 laki laki 24 tahun asal Kota Yogyakarta dengan riwayat: dalam penelusuran, Kasus 522 laki laki 38 tahun asal Kulon Progo dengan riwayat dari Kalimantan Timur dan Kasus 523 laki laki 55 tahun asal Bantul dengan riwayat dalam penelusuran.

Menurut Evi-sapaan Sahavitri Nurmaladewi-jumlah yang telah diperiksa 1.349 sampel dengan jumlah 1.089 orang. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here