Home Pendidikan Jujuk Prabowo Tegaskan Pentingnya Imajinasi

Jujuk Prabowo Tegaskan Pentingnya Imajinasi

175
0
Peserta workshop bergambar bersama Jujuk Prabowo. Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Puluhan orang berjalan dengan gontai dan gementar diantara salju kutub selatan. Raut muka kekhawatiran nampak terpancar dari raut wajah mereka yang baru pertama kali menginjakkan kaki di tempat itu.

Orang-orang yang datang terdiri dari dua kelompok yang belum saling kenal sebelumnya, sehingga nampak keraguan dalam langkah kaki mereka, serta pandang mata saling curiga.

Gambaran suasana tersebut mesti dibangun dalam pikiran puluhan guru Seni Budaya dan Prakarya (SBP) MTs se-Kabupaten Bantul yang sedang mengikuti workshop dasar-dasar teater, di bawah bimbingan sutradara teater Gandrik Jujuk Prabowo di MTs Muh Kasihan, Jalan Kalirandu Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Kamis (8/10/2020).

Jujuk yang telah malang melintang dalam seni pertunjukan sejak tahun 1970 mengaskan pentingnya imajinasi. Meski sebenarnya mereka sedang berada di aula, namun semua peserta harus berimajinasi seakan mereka berada di kutub selatan yang sangat dingin, luas dan asing. Peserta harus bisa memvisualisasikan bagaimana keadaan orang yang berada di tempat tersebut.

Jujuk Prabowo (kiri) saat memberikan arahan saat praktik. Foto : Istimewa

Sesaat berikutnya, sutradara yang mengawali debutnya di jagad kesenian sebagai penari balet ini mengajak peserta seakan berada di padang pasir yang sangat panas, jauh dari mata air. “Para peserta harus cepat mengubah imajinasi dari keadaan yang sangat dingin menjadi suasana yang sangat panas. Ini tidak mudah dan perlu latihan sungguh-sungguh,” tegasnya.

Ketua MGMP SBP MTs Bantul Mulyorejoso SPd menjelaskan, workshop dimaksudkan untuk memberikan dasar ilmu seni peran kepada para guru sehingga guru tak lagi gamang saat mengajar sesuai tuntutan kurikulum. Kegiatan empat kali pada 8, 15, 22 dan 29 Oktober2020, du akali tatap muka dan dua kali tugas mandiri, total ada 32 jam pelajaran yang harus dilakoni peserta dengan prosentase teori 25 persen dan 75 persen praktik.

Ketua MGMP SBPMTs DIY Drs Sutanto (kanan) saat memberi sambutan. Foto : Istimewa

Ketua MGMP SBP MTs DIY Drs Sutanto yang turut membersamai kegiatan tersebut memberikan apresiasi yang tinggi kepada guru SBP MTs Bantul yang bisa menggelar kegiatan yang cukup berbobot. “Pak Jujuk Prabowo merupakan sutradara yang berpengalaman dan tidak diragukan lagi kualitasnya. Kesempatan langka, guru-guru mendapat bimbingan langsung dari beliau, meski dalam waktu yang singkat. Minimal, teman-teman guru dapat memotivasi siswa di madrasahnya untuk menyukai seni peran. Syukur nantinya teater bisa menjadi icon madrasah,” tandas Sutant

Selanjutnya peserta diberi dasar penguasaan panggung, latihan berjalan, melakukan gerakan yang bermakna, melatih pandangan mata ketika beradu pandang dengan lawan main. Saat berada di atas panggung tidak boleh memasukkan tangan di saku, ngapu rancang, namun mesti santai dan lepas. “Pemain harus bisa menempatkan diri, jangan sampai menutup teman lain saat berakting. Semua harus terlihat oleh penonton,” imbuhnya.

Jujuk Prabowo saat memberikan pengantar. Foto : Istimewa

Usai berlatih tentang bagaimana seharusnya berada di panggung, peserta langsung diajak membaca naskah berjudul “Ini Bukan Sungaimu” dengan tokoh Waridi, Pak Lurah, Painah, Narsih dan Minthul.

Dari praktik membaca naskah tersebut, Jujuk Prabowo memberi catatan utama yakni tentang penjiwaan. “Masih banyak yang membaca sekadar membaca saja belum menggunakan penjiwaan sebagai tokoh tersebut. Meski membaca, namun ungkapannya harus layaknya orang yang berbicara, sehingga ruh cerita akan sampai kepada yang mendengarnya,” kata Jujuk. (Drs Sutanto, Ketua MGMP SBP MTs DIY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here