Tuesday, May 17, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsJPSM Sehati Sleman: Sampahku Ya Tanggung Jawabku!

JPSM Sehati Sleman: Sampahku Ya Tanggung Jawabku!

bernasnews.com — Jejaring Pengelolaan Sampah Mandiri (JPSM) Sehati Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan sosialisasi tentang masalah pemanfaatan sampah, Kamis (12/5/2022), di rumah Kepala Dukuh Sutan, Sendangsari, Minggir, Kabupaten Sleman, DIY.

Kegiatan sekaligus pertemuan anggota JPSM Sehati Sleman. Juga sebagai jawaban permasalahan sampah yang sedang viral di Yogyakarta sekarang ini. Hadir Kepala Dinas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Kepala UPT, Kasi Persampahan dan Kebersihan DLH Sleman, Panewu Minggir, Lurah Sendangsari, serta puluhan anggota JPSM Sehati Sleman.

Ketua JPSM Sehati Sleman Hijrah Purnama menyampaikan himbauan dan harapannya kepada masyarakat agar dengan penuh kesadaran mau mengelola dan memilah sampah sendiri untuk dijadikan sesuatu yang bermanfaat yang bisa kita gunakan kembali. “Sampahku ya tanggung jawabku,” tegas Hijrah.

Dikatakan, bahwa pihaknya juga menggandeng masyarakat dalam mengelola sampah atau barang bekas mulai dari hulu ke hilir agar bisa terselesaikan. Salah satunya dengan ikut memasarkan produk seperti kerajinan dan lainnya yang dihasilkan ke seluruh Indonesia. Selain pemanfaatan dan pengelolaan sampah, kegiatan JPSM Sehati Sleman yang lainnya adalah mengadakan trining tentang pengelolaan sampah bagi anggota serta sekolah sampah.

“Adanya permasalahan yang terjadi di TPA Piyungan tidak begitu berpengaruh karena anggota JPSM Sehati Sleman sudah biasa mengelola dan memanfaatkan sampah. Sejak tahun 2011, anggota telah bisa mengurangi sampah yang akan dibuang  ke TPA Piyungan,” ujar Hijrah.

Ketua JPSM Sehati Sleman Hijrah Purnama saat menyampaikan sambutan. (Nuning Harginingsih/ bernasnews.com)

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas DLH Kabupaten Sleman Epiphana Kristiyani mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Sleman untuk memilah dan memanfaatkan sampah jadi barang yang berguna. Juga memaparkan beberapa regulasi untuk mengurangi volume sampah di TPA.

“Regulasi terkait pengeloaan sampah antara lain Surat Edaran Bupati Nomor 030 tahun 2022 tentang Gerakan Pilah Sampah dari Rumah, Perda Sleman nomor 4 tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga,” papar Epiphana.

Lanjut dia, Perbup Sleman nomor 33.2 tahun 2018 tentang Kebijakan dan Strategi Kabupaten Sleman dalam  Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga, serta Surat Pemda DIY nomor 658/4961 tentang Penyampaian Kondisi TPA Regional Piyungan dan langkah  Kebijakan.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI) Wilayah Jawa Tengah dan DIY Febri menyampaikan beberapa hal yang berkenaan dengan pemanfaatan dan pengelolaan sampah baik yang organik maupun yang anorganik. “Pelaksanaannya bisa dilakukan bekerjasama dengan instansi baik negeri atau swasta,” kata Febri. (Nuning)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments