Home Ekonomi JIM: Percepatan Program PEN di DIY

JIM: Percepatan Program PEN di DIY

67
0
Suasana Diskusi Informal Terbatas dengan topik “Percepatan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di DIY”, khususnya peran kredit perbankan, Kamis, 3 Juni 2021. (Foto: Kiriman Y. Sri Susilo)

BERNASNEWS.COM — Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yoyakarta dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY serta didukung oleh KADIN DIY menyelenggarakan Diskusi Informal Terbatas dengan topik “Percepatan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di DIY”, khususnya peran kredit perbankan, Kamis, 3 Juni 2021, di sebuah hotel di Jalan Mangkubumi, Yogyakarta.

Hadir dalam diskusi tersebut antara lain Hilman Tisnawan, Kepala BI DIY; Eko Suwardi, Dekan FEB UGM/Ketua ISEI Cabang Yogyakarta; Santosa Rochmad, Dirut Bank BPD DIY; Sumarwanto, Bank Mandiri Area Yogyakarta; Ilham, Bank BNI Kanwil Yogyakarta dan Wawan Hermawan, Pengusaha/KADIN DIY dan Bogat AR, Pengusaha Properti/Ketua KAFEGAMA DIY.

Juga hadir Amirullah Setya Hardi, Pengamat Ekonomi FEB UGM; Rudy Badrudin, Pengamat Perbankan/ KAFEGAMA DIY, serta Bakti Wibawa, Pengamat UMKM/ISEI Cabang Yogyakarta. Bertindak selaku moderator Y. Sri Susilo, Dosen FBE UAJY/Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta. Untuk notulensi dikoordinasikan oleh Radiani Nurwitasari, BI DIY.

Hilman Tisnawan mengungkapkan, pihaknya mendapat informasi bahwa sebagian UMKM belum memanfaatkan fasilitas kredit dalam rangka program PEN secara optimal. Di sisi lain, perbankan juga kelebihan likuditas dalam arti penyaluran kredit juga belum optimal. “Untuk itu diperlukan upaya agara terjadi titik temu dari kedua belah pihak agar penyaluran kredit tersebut menjadi optimal,” terang Hilman.

Dikatakan, Kemenkeu RI akan menemparkan dana pemerintah sebesar Rp 66,99 triliun untuk perbankan dengan bunga 2,8%. Tujuannya, agar perbankan dapat menyalurkan kredit kepada dunia usaha, dengan target utama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kebijakan tersebut merupakan bagian dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021. 

“Adapun besaran bunga penempatan dana pemerintah di perbankan ditentukan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Bank Indonesia (BI) dan Kemenkeu terkait bagi beban atau burden sharing pada tahun lalu,” kata Hilman.

Peserta JIM dengan topik “Percepatan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di DIY”, Kamis (3/6/2021). Foto: Kiriman Y. Sri Susilo.

Dari hasil diskusi tersebut diperoleh beberapa catatan sebagai berikut. Pertama, dunia usaha termasuk UMKM di DIY sebagian besar terdampak oleh Pandemi Covid-19. Mereka sebagian mampu bertahan, namun harus memperoleh dukungan kebijakan yang mendorong agar tetap mampu bertahan dan bangkit kembali. Terkait dengan hal tersebut maka dukungan kebijakan kredit perbankan dalam rangka program PEN sangat membantu dan bermanfaat. Di sisi lain, kebijakan penyaluran  kredit tersebut harus disertai dengan kemudahan persyaratan.

Kedua, perbankan nasional (Himbara) dan daerah (Bank BPD DIY) telah menyalurkan kredit bagi UMKM selama Pandemi Covid-19. Kebijakan tersebut sesuai dengan program PEN. Pertimbangan lain adalah 95% usaha di DIY termasuk dalam kategori UMKM, dengan demikian fokus penyaluran kredit ditujukan kepada UMKM yang terdampak Pandemi Covid-19.

Ketiga, dari beberapa hasil studi diperoleh kesimpulan penyaluran kredit  dalam rangka program PEN mampu menstimulasi peningkatan pendapatan UMKM sehingga tetap mampu bertahan dan juga telah meningkatkan kemampuan debitur dalam melakukan pembayaran kewajiban.

Sementara itu, Y. Sri Susilo selaku koordinator “Jogja Informal Meeting (JIM)” menjelaskan, bahwa diskusi informal terbatas akan diselenggarakan secara rutin agar terjadi komunikasi yang lebih baik diantara pelaku ekonomi/pengusaha, perbankan, dan pengambil kebijakan seperti BI, OJK dan Pemda. “JIM #02 akan diselenggarakan bulan Juli 2021 dengan tuan rumah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY,” kata Y. Sri Susilo, dalam rilis yang dikirim. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here