Home Pendidikan Rekoleksi Guru Pendidikan Agama Katolik, Jika Guru “Mampir Minum” di Sarasvita

Rekoleksi Guru Pendidikan Agama Katolik, Jika Guru “Mampir Minum” di Sarasvita

547
0
Sr Agnes Samosir, FCJ menyampaikanm materi dalam rekoleksi. Foto : kiriman CB Ismulyad

BERNASNEWS.COM – Sejumlah Guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) Kabupaten Sleman mengikuti rekoleksi di Sarasvita, Pusat Spiritualitas dan Pengembangan Pribadi. Rekoleksi dilaksanakan dalam 3 angkatan yang berlangsung pada 21 Mei, 22 Mei dan 24 Mei 2021.

Sarasvita merupakan Pusat Spiritualitas dan Pengembangan Pribadi yang didirikan oleh kongregasi Suster-Suster Sahabat Setia Yesus (Faithful Companions of Jesus/FCJ) Jalan Gejayan, Soropadan, Condongcatur

“Kita perlu membangun sikap lebih berfokus diri sebagai jiwa pemenang dan menegaskan potensi-potensi diri yang tumbuh khususnya dari segi kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual dalam masa pandemi saat ini,” ungkap Suster Agnes Samosir, FCJ pada rekoleksi bersama para guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) Kabupaten Sleman.

Sr Meitta FCJ sedang menyampaikan materi menggambar sebagai sarana mendalami diri pribadi. Foto : kiriman CB Ismulyadi

CB Ismulyadi, Penyelenggara Bimas Katolik Kankemenag Kabupaten Sleman, menyambut baik kegiatan rekoleksi tersebut. “Kami menyambut baik undangan, persahabatan, perhatian dari Suster-Suster Sahabat Setia Yesus kepada para guru Pendidikan Agama Katolik. Rekoleksi ini tentu saja menjadi kesempatan bagi para guru Pendidikan Agama Katolik untuk memasuki masa hening, mengolah diri dan memurnikan motivasi,” tutur CB Ismulyadi dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com pada Selasa, 25 Mei 2021.

Rekoleksi yang menggunakan metode holistik-memandang manusia secara utuh dalam unsur kecerdasan intelektual (IQ), emosi (EQ) dan spiritual (SQ), refleksi teologi dan integrasi, serta meditasi ini mampu memikat, membuat betah dan memberikan penyegaran jasmani rohani. Para guru Pendidikan Agama Katolik juga diajak untuk melakukan ekspresi bersama Sr Meita FCJ (menggambar) dan Ibu Anna Juliawati (menari)

“Rekoleksi ini sangat membantu  menyegarkan spirit saya sebagai  guru Pendidikan Agama Katolik. Saya berani membuka diri dan mencintai diri sehingga dapat membagikan semangat itu bagi sesama,” kesan Anastasia Partini, Guru PAK SDN Bedog, Gamping.

Guru PAK mempersiapkan diri untuk meditasi. Foto : kiriman CB Ismulyadi

“Saya mengalami meditasi paling sukses yang pernah saya rasakan. Meditasi yang dilakukan pada awal rekoleksi memberi energi pada diri saya selama berdinamika dan berproses. Rekoleksi ini benar-benar memberi energi, men-charge diri saya sehingga saya bisa berdamai dengan diri sendiri, memaafkan diri sendiri,” kata Seno Rumeso, guru PAK SMP N 1 Cangkringan.

“Di sela kesibukan akademik, administrasi dan tugas tambahan lain ada rasa jenuh dan bosan. Rekoleksi ini menjadi oase bagi saya. Saya merasa disegarkan kembali,” kata Al Iwang Pranidhana, Guru PAK SMP N 1 Minggir.

Ariyanti, Guru PAK SMA N 1 Tempel menyampaikan kesan. “Saya bersyukur karena menjawab ‘ya’ untuk datang pada acara ini. Bagi saya pribadi, tema rekoleksi sangat mengena dengan pergulatan saya. Dengan mengikuti rekoleksi hari ini saya merasa memberi hadiah yang terbaik untuk saya. Para pendamping yang kompeten, dengan metode sederhana, membuat saya merasa connected dengan diri sendiri.  Terima kasih atas kesempatan ini sehingga saya bisa ‘Mampir Minum’ bersama teman teman seperjalanan,” katanya.

“Pembinaan rohani bagi para guru PAK di Sarasvita, memberikan energi positif untuk lebih mengenal dirinya secara pribadi sehingga mampu bersikap dengan bijak dalam berbagai tantangan baik di sekolah maupun di masyarakat,” kata Rosalia, pengawas Pendidikan Agama Katolik Kankemenag Kabupaten Sleman. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here