Home News JERCOVID-19 DIY Bantu Warga Malioboro yang Terdampak Kericuhan Demo Omnibus Law UU...

JERCOVID-19 DIY Bantu Warga Malioboro yang Terdampak Kericuhan Demo Omnibus Law UU Cipta Kerja

473
0
Warga terdampak kerusakan usai demo tolak omnibus law di Malioboro yang berakhir ricuh mendapatkan bantuan. (Foto: Birgita)

BERNASNEWS.COM – Dampak kericuhan akibat demonstrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja yang dilakukan di depan gedung DPRD DIY menyisakan kesedihan mendalam bagi sejumlah warga. Demo yang semula berlangsung kondusif itu berakhir dengan kericuhan yang mengakibatkan salah satu cafe terbakar, dan beberapa kerusakan properti lainnya.

Merespons dampak tersebut, JERCOVID-19 memberi bantuan pada 8 warga yang terdampak akibat kerusuhan saat terjadi demonstrasi Omnibus Law UU Cipta Kerja yang dilangsungkan pada Kamis, (8/10/2020) lalu.

Seperti diketahui pada 8 Oktober lalu terjadi demo di Jalan Malioboro yang menolak UU yang disahkan oleh DPR RI yakni Omnibus Law. Sayang demo yang semula berjalan kondusif berakhir ricuh dan menimbulkan sejumlah kerusakan di Jalan Malioboro bahkan dialami langsung oleh warga maupun pedagang yang ada di situ.

Sebagai wujud keprihatinan atas masalah yang menimpa warga tersebut, JERCOVID-19 menggandeng beberapa pihak untuk memberikan bantuan kepada warga. “Bantuan ini sebagai wujud keprihatian kami atas terjadinya kerusuhan massa yang mengakibatkan beberapa kerusakan,” ungkap Koordinator Wawan Harmawan, JERCOVID-19 DIY di Gedung DPRD DIY, Senin (12/10/2020).

Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari pihak DPRD DIY, Pemda maupun keraton. Eko Suwanto, Ketua Komisi A menyoroti bahwa aksi yang terjadi pada Kamis lalu menyisakan sejumlah kerusakan. Pihaknya pun berharap akan ada langkah tegas dari kepolisian untuk mengusut demo yang berakhir dengan kericuhan itu.

Pihaknya juga berupaya memberikan dukungan anggaran untuk membantu warga terdampak. “Kerusakan itu memperparah situasi dan kondisi. Kami mohon pada Pemda DIY untuk koordinasi dengan Pemkot dan Pemkab untuk membantu yang terdampak aksi perusakan. Pemda akan ikut membantu dari Komisi A akan memberi dukungan anggaran,” kata Eko.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji pun turut mengapresiasi langkah cepat untuk pemulihan tersebut. Ia pun meminta agar masyarakat tidak hanya terfokus pada kerusakan saja, namun juga perlu untuk menjaga DIY.

“Saya kira kita tidak perlu melihat besar santunan yang diberikan tetapi yang paling penting adalah bagaimana perjuangan kita untuk menjaga Daerah Istimewa Yogyakarta agar tetap ayem tentrem. Kami minta kepada yang melakukan perusakan itu diberikan kesadaran untuk tidak melakukan lagi,” ujarnya.

Senada dengan Sekda DIY, GKR Hayu juga berpesan kepada warga Jogja agar senantiasa melihat permasalahan dan menyelesaikannya dengan cara yang lebih cerdas dan bukan dengan kekerasan. “Warga Jogja ini spesial, tidak membalas kekerasan dengan kekerasan. Kita harus selalu mencari cara yang lebih mengena untuk menyelesaikannnya,” ungkap GKR Hayu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here