Thursday, June 30, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsJCACC Gelar Malam Apresiasi Walikota dan Wawali Yogyakarta, Haryadi: PBTY Contoh Nyata...

JCACC Gelar Malam Apresiasi Walikota dan Wawali Yogyakarta, Haryadi: PBTY Contoh Nyata Sinergitas Budaya

bernasnews.com — Yogyakarta dengan keberagaman suku dan etnis menjadi ajang bertemunya ragam budaya yang saling bersinergi satu sama lain dan saling melengkapi. Salah satunya adalah budaya Tionghoa yang tumbuh kembang dan beradaptasi dengan budaya dan masyarakat Yogyakarta.

Hal itu disampaikan oleh Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dalam acara Malam Apresiasi Walikota dan Wakil Walikota (Wawali) Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Jogja Chinese Art & Culture Centre (JCACC), Selasa (17/5/2022), di The Rich Hotel Yogyakarta.

“Tidaklah heran bila Barongsai sebuah seni dari Tionghoa digemari dan dikuasai oleh masyarakat. Di kampung-kampung seputaran Malioboro banyak anak-anak hingga dewasa berlatih Barongsai dari mulai memainkan alat musiknya hingga memainkannya,” kata Haryadi, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.

Lanjut dia, Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) yang digelar sejak tahun 2007 merupakan contoh nyata sinergitas budaya Tionghoa dengan budaya Yogyakarta dan kini telah menjadi ikon kegiatan seni budaya di Yogyakarta, yang dikenal luas baik di tingkat nasional maupun internasional.

Haryadi menambahkan, bahwa di sepanjang kariernya di Yogyakarta, dari mulai menjabat sebagai Wakil Walikota pada tahun 2006 hingga akan mengakhiri jabatan sebagai Walikota Yogyakarta pada 22 Mei 2022 yang akan datang telah membersemai Pekan Budaya Tionghoa dalam suka dan duka.

“Keberhasilan tersebut tak lepas dari kebersamaan dan keyakinan, bahwa kita mampu melewati dan mengatasi ragam kesulitan yang ada dan mengubahnya menjadi kesuksesan,” kata dia.

Dalam perjalanan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) tersebut, ternyata juga tak lepas dari sosok Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi, yang kala itu menjadi Pembantu Direktur 1 Akindo Yogyakarta.

Heroe Suyuti memaparkan, diawal pelaksanaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta dilaksanakan di seputaran Kampus AKINDO dan turut terlibat dalam pendokumentasian kegiatan dalam bentuk video.

“Saat itu pendokumentasian video dilakukan oleh mahasiswa AKINDO dengan menggunakan pita VHS, sehingga dalam proses editing memakan waktu lama. Tidak seperti sekarang, dengan kemajuan teknologi semua bisa menjadi lebih mudah dan cepat,” jelas Heroe.

Sementara itu, Ketua JCACC Tandean Hari Setio  mengungkapkan, bahwa Malam Apresiasi Walikota dan Wakil Walikota Yogyakarta merupakan bentuk ucapan terima kasih  JCACC atas jalinan kerjasama dan kebersamaan dalam melestarikan seni budaya Tionghoa melalui Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta.

Tandean Hari Setio juga berkesempatan menyerahkan souvenir sebagai kenangan berupa wayang potehi tokoh Sie Teng San kepada Walikota Yogyakarta Haryadi Suyutidan Ketua TP PKK Kota Yogyakarta Tri Kirana Muslidatun menerima tokoh Wan Lie Hwa.

Kedua wayang Potehi itu merupakan pasangan suami istri tokoh pahlawan dalam wayang Potehi. Sementara Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menerima tokoh Jie Bao Kong seorang penasehat kerajaan yang dikenal pandai dalam strategi dan analisis kebijakan. (ted)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments