Home Seni Budaya Jatisawit Sleman Gumregah dengan Program Gentongisasi, Antisipasi Penyebaran Covid-19

Jatisawit Sleman Gumregah dengan Program Gentongisasi, Antisipasi Penyebaran Covid-19

880
0
Dalam upaya pencegahan wabah Covid-19 warga Padukuhan Jatisawit, Balecatur, Gamping, Sleman canangkan program budaya Gentongisasi. (Nuning Harginingsih/ Bernasnews.com)

BERNASNEWS.COM — Padukuhan Jatisawit, Kelurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, DIY. Merupakan salah satu padukuhan yang warganya selalu  tanggap dan sigap dalam menghadapi  dan menangani berbagai hal, diantaranya adalah penanganan persoalan akibat pandemi Covid-19 yang terjadi hingga kini.

Guna menangkal  dan mencegah wabah Covid -19 tersebut, warga Padukuhan Jatisawit dengan didukung  berbagai elemen masyarakat saling bahu membahu membuka berbagai terobosan dalam menyikapi terjadinya pandemi itu. Memberikan informasi yang benar secara cepat dan tepat melalui saluran media yang ada pada seluruh masyarakat, terkait protokol kesehatan, seperti selalu pakai masker, jaga jarak, dan selalu cuci tangan memakai sabun dengan air mengalir.

Bupati Sleman Sri Purnomo saat meninjau Padukuhan Jatisawit dan berkesempatan meresmikan Tugu Peringatan Covid-19 Jatisawit. (Nuning Harginingsih/ Bernasnews.com)

“Nila- nilai budaya di Jatisawit terus  dijaga dan dilestarikan, maka  dalam penanganan Covid-19 ini justru  dijadikan sarana untuk melestarikan budaya leluhur. Menghidupkan kembali budaya cuci tangan seperti  di masa lampau dengan menyediakan gentong di depan rumah untuk cuci tangan sebelum masuk ke rumah,” ungkap Kepala Dusun Jatisawit Sariyo, beberapa waktu lalu.

Menurut Sariyo, hal inilah yang mendasari diadakannnya progam gentongisasi, disamping sebagai pelestarian budaya juga sebagai  wujud dan tindaan nyata dalam mengurangi  wabah Covid-19 yang melanda saat ini. Dengan mengacu Peraturan Gubernur DIY nomor 77, tahun 2020, tentang penerapan displin dan penegakan hukum protokoler kesehatan  sebagai upaya  pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Pintu gerbang masuk ke wilayah Padukuhan Jatisawit. (Nuning Harginingsih/ Bernasnews.com)

“Selalu pakai masker degan baik dan benar, selalu menjag ajarak atau hindari kerumunan dan mencuci tangan dengan air dan sabun di air mengalir. Juga kepada seluruh tokoh  masyarakat dan semua lembaga  masyarakat dari berbagai elemen untuk  mengadakan gerakan gentongisasi ini secara serempak,” tegas Sariyo.

Dikatakan, sebagai langkah awal pelestarian budaya dan program gentongisasi, maka dibuatlah Tugu Perigatan Covid-19 berhiaskan gentong yang diresmikan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo. “Saat ini gentong yang sudah terpasang  di depan rumah warga sebanyak 215 buah, hasil dari swadaya masyarakat dan bantuan pemerintah,” ujar Sariyo.

Selain program Gentongisasi, lanjut Sariyo, masyarakat Dusun Jatisawit  dalam menghadapi  masa pandemi ini juga melaksanakan progam ketahanan pangan, dengan menanam sayur – sayuran di lingkungan rumah masing – masing dan beternak seperti ikan  lele atau ayam.

Bentuk tugu peringatan Covid-19 Jatisawit dengan hiasan sebuah gentong di atasnya. (Nuning Harginingsih/ Bernasnews.com)

Sementara Panewu (Camat) Gamping Iksan Waluyo, S Sos, memberikan apresiasi dan salut, serta ikut bangga  pada masyarakat  Jatisawit yang  selalu  berkordinasidan, bersinergi guna  memutus rantai Covid-19 dengan konsisten melaksanakan protokoler kesehatan. “Salah satu ujud nyatanya adalah  dengan program Getongisasi, selain untuk cuci tangan juga melestarikan budaya tinggalan nenek moyang,” kata Iksan.

Menurut Iksan, di masa pandemi ini warga masyarakat Jatisawit justru solidaritas, sinergi, kekompakan dan silahturahmi sangat tinggi untuk bersama-sama mengatasi dampak ekonomi dan sosial akibat Covid-19. “Semoga warga Jatisawit khususnya dan masyarakat pada umumnya sehat semua, terbebas dari segala penyakit. Dalam rangka Lomba Gentongisasi Tingkat DIY, Jatisawit ditunjuk sebagai wakil Kabupaten Sleman semoga mendapatkan juara,” tutup Iksan. (nun/ ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here