Home News Jasa Raharja Gandeng FTI UII Melakukan Penelitian secara Kolaborasi

Jasa Raharja Gandeng FTI UII Melakukan Penelitian secara Kolaborasi

91
0
Prof Dr Ir Hari Purnomo, MT IPU (baju batik) foto bersama dengan delegasi PT Jasa Raharja Cabang Yogyakarta saat berkunjung ke FTI UII, Kamis 4 Maret 2021. Foto : kiriman Jerri Irgo

BERNASNEWS.COM – PT Jasa Raharja menjalin kerjasama dengan FTI UII untuk melakukan penelitian secara kolaboratif terkait tingkat kelelahan pengendara yang mengakibatkan banyak terjadi kecelakaan lalu-lintas, baik di DIY maupun di Indonesia. Hasil penelitian itu diharapkan dapat menemukan solusi untuk menekan tingkat kecelakaan lalu-lintas di jalan raya, terutama akibat faktor manusia.

Penjajagan kerjasama melakukan penelitian secara kolaboatif itu terungkap dalam kunjungan jajaran Jasa Raharja ke FTI UII, hari Kamis 4 Maret 2021.Dalam kunjungan itu, pihak Jasa Raharja melihat langsung bagaimana pengembangan simulator pengemudi di Laboratorium FTI UII.

Lab tersebut sangat menarik, karena bagaimana bisa mengetahui tingkat kelelahan seseorang berbeda-beda, tergantung kondisi fisik seseorang, sehingga sangat bermanfaat bagi Jasa Raharja. Sebab dari beberapa kali melakukan analisas, penyebab kecelakaan adalah karena perilaku pengemudi dalam berkendara, bukan semata-mata karena fisik kendaraan.

Khairil ST MSi, Kepala Sub Bagian HC & Umum yang mewakili Kepala Cabang PT Jasa Jasa Raharja Cabang DIY mengungkapkan, kerjasama Jasa Raharja dengan FTI UIIsudah dilakukan sejak Desember 2019 hingga saat ini, namun karena masa pandemi Covid-19, pihaknya baru bisa berkunjung ke FTI UII saat ini.

Khairil ST MSi, Kepala Sub Bagian HC & Umum PT Jasa Jasa Raharja Cabang DIY saat ujicoba simulator menguji tingkat kelelahan di Lab Ergonomi FTI UII, Kamis 4 Maret 2021. Foto : kiriman Jerri Irgo

Menurut Khairil, berdasarkan data dan analisis, secara fisik kondisi sangat kuat, namun secara psikis lemah. Pengendara di DIY lebih banyak di usia produktif 15-40 tahun.

Menurut data bulan Agustus 2020 yang diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Pudji Hartanto saat persiapan kegiatan Kampanye Keselamatan Jalan di Jakarta, berdasarkan data Kepolisian, di Indonesia rata-rata 3 orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan jalan.

Dari data tersebut juga terungkap bahwa besarnya angka kecelakaan tersebut disebabkanbeberapa hal, yaitu 61 persen kecelakaan karena faktor manusia yaitu terkait dengan kemampuan dan karakter pengemudi, 9 persen karena faktor kendaraan (terkait dengan pemenuhan persyaratan teknik laik jalan) dan 30 persendisebabkan oleh faktor prasarana dan lingkungan.

Sementara Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengungkapkan baha pihaknya terus berupaya menekan angka kecelakaan lalu-lintas di Indonesia. Sebab berdasarkan data statistik yang dikeluarkan Korlantas Polri pada September 2020, terdapat 116.411 kasus kecelakaan atau mengalami kenaikan sebesar 7 persen dari tahun sebelumnya.

Dari jumlah yang disebutkan itu, kejadian kecelakaan berdasarkan jenjang pendidikan korban tertinggi adalah pelajar dan mahasiswa sebanyak 71.134 kejadian. Sementara kejadian dengan rentang usia 10-14 tahun sebanyak 7.129 kejadian dan kejadian dengan rentang usia 20-24 tahun sebanyak 13.170 kejadian.

Sementara dalam Global Status Report on Road Safety (WHO, 2015) disebutkan bahwa setiap tahun di seluruh dunia, lebih dari 1,25 juta korban meninggal akibat kecelakaan lal- lintas dan 50 juta orang luka berat. Dari jumlah tersebut, 90 persen terjadi di negara berkembang dimana jumlah kendaraannya hanya 54 persen dari jumlah kendaraan yang terdaftar di dunia. Bila kita semua tidak melakukan apapun, maka 25 juta korban jiwa akan berjatuhan dalam kurun waktu 20 tahun ke depan.

Melihat data dan fakta tersebut, makasudah selayaknya semua stakeholder menunjukkan kepedulian terhadap permasalahan keselamatan lalu-lintas jalan di Indonesia. Untuk itu kegiatan bersama ini diharapkan bisa mengingatkan publik akan pentingnya keselamatan jalan.

“Kegiatan-kegiatan semacam ini diharapkan dapat menggugah segenap pemangku kepentingan untuk melakukan kampanye keselamatan serupa agar kesadaran publik tentang keselamatan semakin meningkat,” kata Khairil.

Sementara Prof Dr Ir Hari Purnomo MT IPU, Dekan FTI UII,mengatakan, TI telah mengembangkan berbagai upaya dan kerjasama dengan perusahaan. “Kita sudah bosan dengan teori-teori, dosen mengajar dengan pola one way syistem, sedang mahasiswanyangantuk-ngantuk. Hal ini tidak disukai lagi, apalagi saat ini dilakukan secara daring,” kata Prof Hari Purnomo.

Dikatakan, FTI telah menerapkan sistem Student Center Learning (SCL) yang mendorong mahasiswa lebih aktif di dalam kelas ataupun ruang diskusi. Saat ini sejumlah ruangan di FTI UII sudah didesain untuk menyelenggarakan pembelajaran berbasis SCL.

Sementara Ir Winda Nur Cahyo ST MT PhD, Ketua Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII, mengatakan, penelitian kolaborasi dengan melibatkan 4 konsentrasi yaitu teknik industi, manajemen industri, ergonomi dan K3 serta SCM dan logistik. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here