Home Opini Jangan Remehkan Kasiat Tempe Kedelai

Jangan Remehkan Kasiat Tempe Kedelai

385
0
Z Bambang Darmadi, Dosen ASMI Santa Maria Yogyakarta, mantan pengrajin dan pedagang tempe

BERNASNEWS.COM – Beberapa waktu lalu sebagian besar pengrajin tempe dan tahu galau menghadapi fluaktuasi harga kedelai yang sangat tinggi dan sulit terjangkau.Namun pada tahun 2020 ini bahan baku untuk tempe (kedelai) relatif mudah didapat. Masalahnya sekarang adalah cara menjualnya saat ini sangat berkurang karena wabah Covid-19 yang belum reda. Banyak warung, rumah makan dan restoran yang jumlah pembelinya berkurang.

Tempe adalah makanan khas Indonesia yang sering dihidangkan dalam keluarga, sangat terkenal dan digemari oleh seluruh lapisan masyarakat. Tempe merupakan jenis makanan yang terbuat dari biji kedelai. Sampai saat ini tempe mampu melestarikan warisan nenek moyang untuk menyelenggarakan kelengkapan menu yang memiliki gizi yang tinggi dan mempunyai kasiat lain yang sangat penting. Untuk 100 gram tempe mengandung protein 18,3 sampai 21 gram dan mengandung sebesar 129 miligram (mg) kalsium, serta mengandung 12,7 gram karbohidrat.

Di samping memiliki kadar protein yang tinggi, tempe kaya akan kadar vitamin B.12. Vitamin B.12 adalah salah satu vitamin yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan sel-sel darah merah (eritrosit), bahkan bagi orang-orang yang sedang menjalankan diet, makanan tempe sangat cocok dikosumsi karena kandungan kalorinya sangat rendah, yakni sebesar 157 kalori per 100 gram dan setiap 100 gram tempe mengandung 1,5 sampai 6,3 mikrogram vitamin B.12.

Makanan tempe tidak saja digemari oleh bangsa Indonesia, tetapi bangsa Jepang pun sangat menyukai. Bangsa Jepang memiliki angka kematian yang sangat kecil dalam tingkat kematian yang disebababkan karena penyakit jantung (coronary heart diseases), serta memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. Hal ini disebabkan karena bangsa Jepang banyak mengosumsi makanan dari kedelai, misalnya tahu, miso, nato dan shoyu.

Tempe termasuk produk fermentasi tradisional yang paling menonjol, karena bahan makanan tempe sangat mudah mengolahnya dan harganya relatif terjangkau oleh lapisan masyarakat bawah. Sehingga makanan tempe telah menjadi daging dan menu keseharian masyarakat kalangan bawah dan bahkan saat ini makanan tempe telah menjadi menu makanan masyarakat kalangan menengah sampai masyarakat kalanagan atas. Ini terbukti banyak rumah makan besar ternama terkenal dengan menu “Tempe Penyet” dan hotel-hotel berbintang sudah lama menyediakan makanan tempe sebagai lauk pauk.

Menurut BSarwono (2001, 56), berdasarkan hasil penelitian dari para ahli disimpulkan bahwa tempe mempunyai faedah terhadap kelangsungan kesehatan tubuh. Pertama, tempe memiliki karakterikstik sebagai makanan bayi yang baik dalam hal pertumbuhan fisik, dan tempe berkasiat menghindari diare akibat bakteri enteropatogenik.

Kedua, tempe mengandung antibiotic alami yang dapat melindungi usus dan memperbaiki sistem pencernaan yang disebabkan diare pada anak balita. Ketiga, tempe dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan dapat membuat awet muda karena mengandung senyawa zat isoflavin yang mempunyai daya proteksi terhadap she hati dan mencegah penyakit jantung.

Keempat, tempe dapat melangsingkan tubuh, karena dapat menghindari terjadinya timbunan lemak dalam rongga perut, ginjang dan dibawah kulit perut.Kelima, tempe merupakan hasil fermentasi kapang mikroorganisme lain yang tidak bersifat pathogen terhadap kesehatan manusia.

Oleh karenanya, bagi masyarakat yang menginginkan makanan rendah terhadap kalori dan bebas kalesterol dan tetap memperoleh gizi yang tinggi, jangan ragu-ragu lagi untuk mengkosumsi tempe kedele. (Z Bambang Darmadi, Dosen ASMI Santa Maria, mantan pengrajin dan penjual tempe kedelai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here