Home Pendidikan Jadilah Manusia Multikultural

Jadilah Manusia Multikultural

243
0
Kepala SMA BOPKRI 2 Yogyakarta Dr Sri Sulastri, M.Pd. beserta guru dan staf berpakaian merah putih Sekolah Multikultural Indonesia. Foto : Istimewa.

BERNASNEWS.COM – Kepala SMA BOPKRI 2 Yogyakarta Dr Sri Sulastri MPd mengajak civitas akademika sekolah tersebut, khususnya para siswa, agar menjadi manusia multikultural sehingga menjadi kebanggaan Bangsa dan Negara Indonesia. Manusia multikultural itu memiliki nilai-nilai kepribadian empati, cinta kasih, integritas, toleransi dan semangat egaliter.

“Hal-hal semacam itu sangat dibutuhkan di negara yang multikultural ini. Kelak kita semua akan bangga karena kalian ditempa dengan nilai-nilai itu di sekolah kita ini,” kata Sri Sulastri pada sambutan acara ibadah awal Tahun Pelajaran 2021/2022 dan HUT ke-72 SMA BOPKRI 2 Yogyakarta melalui tayangan channel YouTube sekolah, Jumat (6/8/2021).

Ibadah dipimpin oleh Pendeta Sat Herry Sucahyo S.Si, dan penampilan musik dengan song leader Ester Tri Harsiwi serta pengiring Satriyo Mustikaning Prajurit S.IP dan Kuncoro Mustikaning Negoro.

Kepala SMA BOPKRI 2 Yogyakarta Dr Sri Sulastri, M.Pd saat memberikan sambutan pada acara ibadah awal tahun pelajaran 2021/2022 dan HUT ke 72 SMA BOPKRI 2 Yogyakarta, Jumat (6/8). Foto : kiriman YB Margantoro

Pendeta Sat Herry Sucahyo dalam kotbahnya menekankan pentingnya unsur bahan dan perencanaan dalam membangun manusia yang baik dan cerdas. Penting diperhatikan adalah karakter sisi manusia yang mau dibangun itu. Untuk itu, sekolah ini dan segenap personnya harus bermitra dengan Tuhan agar dapat menghasilkan sumber daya manusia yang baik dan cerdas.

Melalui tema acara Building Good and Smart Human Being with BOPKRI Values, Sri Sulastri kembali menekankan pentingnya bersyukur dan memperjuangkan komitmen menjadi sekolah multikultural Indonesia. Harapannya, komitmen dan perjuangan ini dapat memberikan sumbangan terwujudnya Indonesia yang lebih baik di masa mendatang.

“Untuk para siswa kelas 12 akan memperoleh pendampingan dari guru agar kalian dapat memilih studi lanjut sebaik-baiknya setelah lulus. Sedangkan para siswa kelas 10 dan 11 akan belajar secara klasikal dan alam dengan berinteraksi bersama lingkungan. Multikulturalisme yang kita miliki dan perjuangkan dapat menjadi penggalang kesatuan bangsa,” kata Sri Sulastri. (YB Margantoro, wartawan senior)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here