Home News Jakob Oetama, Pribadi yang Jujur, Berintegritas dan Humanis

Jakob Oetama, Pribadi yang Jujur, Berintegritas dan Humanis

144
0
Jacob Oetama. Foto : Dok Harian Kompas

BERNASNEWS.COM –Keberhasilan tidak diukur ketika para pendiri dan penerusnya masih ada, tetapi menjadi tantangan besar terus dihidupi cita-cita besar itu tanpa meninggalkan kekhasan perkembangan zaman sedemikian hebat yang niscaya dihadapi oleh para penerusnya.

BERNASNEWS.COM – Pemimpin Umum Harian Kompas yang juga Pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama
tutup usia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta, Rabu (9/9/2020) puku 13:05 WIB dalam usia 88 tahun.

Jakob Oetama adalah jurnalis senior dan tokoh pers nasional. Ia lahir pada 27 September 1931 di Desa Jowahan, Borobudur, Jawa Tengah. Saat belia cita-citanya adalah menjadi guru seperti ayahnya. Ia sempat mengajar di SMP Mardi Yuwana Cipanas, Sekolah Guru Bagian B (SGB) Lenteng Agung Jagakarsa dan SMP Van Lith Jakarta. Minatnya menulis tumbuh berkat belajar Ilmu Sejarah.

Karier Jakob Oetama di dunia jurnalistik bermula dari pekerjaan barunya sebagai redaktur majalah Penabur Jakarta. Pada 1963, bersama rekan terbaiknya, Almarhum Petrus Kanisius Ojong (PK Ojong), Jakob Oetama menerbitkan majalah Intisari yang menjadi cikal-bakal Kompas Gramedia.

Kepekaannya pada masalah manusia dan kemanusiaanlah yang kemudian menjadi spiritualitas Harian Kompas, yang terbit pertama kali pada 1965. Hingga lebih dari setengah abad kemudian Kompas Gramedia berkembang menjadi bisnis multi-industri, Jakob Oetama tidak pernah melepas identitas dirinya sebagai seorang wartawan. Baginya, “Wartawan adalah Profesi, tetapi Pengusaha karena Keberuntungan.”

Semasa hidup, Jakob Oetama dikenal sebagai sosok sederhana yang selalu mengutamakan kejujuran, integritas, rasa syukur dan humanisme. Di mata karyawan, ia dipandang sebagai pimpinan yang nguwongke dan tidak pernah menonjolkan status atau kedudukannya.

Almarhum berpegang teguh pada nilai Humanisme Transendental yang ditanamkannya sebagai fondasi
Kompas Gramedia. Idealisme dan falsafah hidupnya telah diterapkan dalam setiap sayap bisnis Kompas Gramedia yang mengarah pada satu tujuan utama, yaitu mencerdaskan kehidupan Bangsa Indonesia.

“Jakob Oetama adalah legenda, jurnalis sejati yang tidak hanya meninggalkan nama baik, tetapi juga kebanggaan serta nilai-nilai kehidupan bagi Kompas Gramedia. Beliau sekaligus teladan dalam profesi wartawan yang turut mengukir sejarah jurnalistik bangsa Indonesia. Walaupun kini beliau telah tiada, nilai dan idealism enya akan tetap hidup dan abadi selamanya,” kata Rusdi Amral, Corporate Communication Director Kompas Gramedia, dalam siaran pers yang juga diterima Bernasnews.com, Rabu (9/9/2020).

Jakob Oetama adalah lulusan Seminari Menengah St Petrus Canisius Mertoyudan. Sambil mengajar SMP, ia mengikuti Kursus B-1 Ilmu Sejarah hingga lulus. Ia kemudian melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi Publisistik Jakarta dan Jurusan Ilmu Komunikasi Massa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada hingga tahun 1961. Jakob Oetama menerima gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari Universitas Gadjah Madapada tahun 2003. Juga beragam penghargaan lain yang diraih Jakob Oetama semasa hidupnya. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here