Home News ISRI Kota Desak Pemda DIY Gunakan Danais untuk Pemulihan Ekonomi

ISRI Kota Desak Pemda DIY Gunakan Danais untuk Pemulihan Ekonomi

501
0
Antonius Fokki Ardiyanto S.IP, Ketua ISRI Kota Yogyakarta, saat mengikuti diskusi secara virtual melalui aplikasi zoom di Gedung DPRD Kota Yogyakarta, Selasa (26/5/2020). Foto : Istimewa

BERNASNEWS.COM – Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Kota Yogyakarta mengatakan bahwa Dana Keistimewaan (Danais) bisa digunakan untuk menangani dampak Covid-19, termasuk pemulihan ekonomi, karena dampak Covid-19 mengancam peradaban manusia.

Dalam diskusi virtual melalui aplikasi zoom dengan pembicara Antonius Fokki Ardiyanto S.IP, Anggota DPRD Kota Yogyakarta yang juga Ketua ISRI Kota Yogyakarta, dan Dr Stephanus Handoko, Anggota DPRD Provinsi DIY yang juga sekaligus Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DIY dengan tema Mungkinkah Danais DIY Digunakan dalam Penanganan Covid-19, Selasa (26/5/2020), ISRI Kota Yogyakarta menyampaikan beberapa hal penting.

Pertama, Pemda DIY segera membuat desain besar tentang pemanfaatan Danais dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi dengan pintu masuk dari sisi budaya. Makna budaya sangat luas karena berhubungan dengan cipta, karsa dan rasa manusia. Dengan pintu masuk budaya, maka dari sisi dasar hukum penggunaan Danais sangat aman, sehingga upaya percepatan ekonomi diharapkan bisa segera dilakukan.

Antonius Fokki Ardiyanto S.IP, Anggota DPRD Kota Yogyakarta yang juga Ketua ISRI Kota Yogyakarta(kiri atas) dan Dr Stephanus Handoko, Anggota DPRD Provinsi DIY yang juga sekaligus Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DIY (kiri tengah) saat mengikuti diskusi secara virtual melalui aplikasi zoom dengan tema Mungkinkah Danais DIY Digunakan dalam Penanganan Covid-19 yang diadakan ISRI Kota Yogyakarta, Selasa (26/5/2020). Foto : Istimewa

“Gerak cepat ini bisa dilakukan karena data sudah komplit dan kemauan politik dari legislatif dan eksekutif juga sama yaitu bagaimana kehidupan rakyat segera pulih dengan hidup new normal. Tidak ada pemerintah mana pun yang ingin rakyatnya sengsara,” kata Fokki.

Kedua, dalam jangka pendek segera eksekusi kebijakan sinterklas dalam pemanfaatan dana keistimewaan DIY untuk menopang kehidupan primer para pelaku seni, budaya dan pariwisata yang ada di DIY karena akibat Covid-19 ini mata pencaharian mereka tentu saja “pingsan”.

Kedua hal tersebut bisa dilaksanakan bila dana keistimewaan DIY benar-benar ada uangnya bukan hanya angka di atas kertas karena dana keistimewaan DIY bersumber dari APBN. Karena itu, dalam diskusi virtual di Gedung DPRD Kota Yogyakarta yang dipandu Bangun Putra Prasetya MSc, Sekretaris ISRI Kota Yogyakarta itu, Fokki meminta Bung Steven-sapaan Dr Stephanus Handoko, Anggota DPRD Propinsi DIY-bisa mengawal masukan ini sehingga ada transparansi tentang dana keistimewaan DIY.

Selain itu, ISRI Kota Yogyakarta meminta Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai Gubernur dan Kepala Daerah DIY melakukan lobby politik kepada pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Keuangan terkait dengan penggunaan Danais atau Dana Keistimewaan untuk penanganan Covid-19 dalam rangka pemulihan dan percepatan perekonomian di DIY yang selama ini bertumpu pada kebudayaan dan pariwisata dalam mensejahterakan rakyatnya.

Menurut Fokki, dana keistimewaan DIY muncul sebagai konsekwensi dari UU Keistimewaan DIY dan UU Keistimewaan DIY ini berhasil disahkan karena adanya gerakan rakyat DIY dalam memperjuangkan wilayahnya untuk kesejahteraan rakyat. Artinya keistimewaan untuk kesejahteraan rakyat bukan kesejahteraan elit pemangku keistimewaan.

Dengan konstruksi pemikiran demikian maka sudah selayaknya Dana Keistimewaan bisa digunakan dalam permasalahan Covid-19 ini. Karena Covid-19 mengancam peradaban manusia, dan peradaban manusia itulah puncak dari kebudayaan.

Sementara Stephanus Handoko mengatakan bahwa secara normatif Dana Keistimewaan bisa digunakan dalam persoalan Covid-19 seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan yang juga sudah dikonsultasikan oleh Pemda DIY. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here