Tuesday, June 28, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsISKA: Pancasila Barometer Martabat Kemanusiaan dan Kesetaraan

ISKA: Pancasila Barometer Martabat Kemanusiaan dan Kesetaraan

bernasnews.com – Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) menilai sebagai ideologi bangsa dan dasar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Pancasila mengandung nilai-nilai kemanusiaan,  kebhinekaan dan kesetaraan.

Nilai-nilai tersebut menghadirkan wajah Indonesia yang demokratis, yang memberi ruang yang luas dan merdeka bagi setiap anak bangsa untuk turut merawat komitmen kebangsaan, dan terus memelihara solidaritas tanpa batas-batas etnis, ras, agama.

Hal itu disampaikan pimpinan Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Hargo Mandirahardjo selaku Ketua Presidium Pusat ISKA Demisioner (2017-2022) dan Luky Yusgiantoro selaku Ketua Presidium Pusat ISKA Mandataris (2022-2026) di Jakarta pada Selasa petang, 31 Mei 2022.

Hargo dan Luky  juga menekankan bahwa Pancasila semakin diterima sebagai landasan dasar bangsa yang teguh, yang menerima segenap perbedaan elemen bangsa sebagai kekayaan Indonesia yang indah dan membanggakan di Tanah Air maupun di dunia internasional.

Dua tahun terakhir, saat pandemi Covid-19 menghantam kehidupan di seluruh penjuru bumi, kita menyaksikan secara nyata betapa nilai-nilai gotong-royong berkembang luas, meneguhkan kembali harapan hidup yang merosot ke titik nadir oleh pandemi.

Berbagai elemen  bangsa yang terpanggil sebagai relawan mendedikasikan sebulat hati komitmen membantu sesama.Menurut kedua pimpinan ISKA tersebut, hal ini merupakan buah-buah terbaik yang nyata  dihasilkan oleh” Pancasila. Maka sudah sepatutnya, kita semua menjunjung dengan hormat  Pancasila sebagai tonggak dan arah dasar jalan Indonesia sebagai bangsa,” kata mereka.

Tentu saja, ideologi Pancasila dan praktek pengamalannya harus  terus diwariskan kepada setiap warga negara dari generasi ke generasi. Mereka perlu memahami Pancasila sebagai filosofi dan nilai-nilai terpenting dasar bernegara dan berbangsa kita.

Salah satu poin fundamental yang dapat dipetik dari kekayaan dasar negara kita adalah menempatkan harkat dan martabat manusia dalam kesetaraan yang kokoh. “Hanya melalui penghargaan seperti itulah, Pancasila akan lebih mudah diterapkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Hargo dan Luky dalam pernyataan bersama mereka.

Bersama kebangkitan seluruh Tanahir dari pandemi, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) memandang bahwa inilah saat yang tepat menegaskan kembali  Pancasila sebagai inspirasi pembangunan martabat manusia, menghormati kesetaraan dalam diversitas serta terus menyuburkan spirit solidaritas tanpa sekat.

Dari sila pertama, ISKA berpendapat, kebebasan beragama dan beribadah adalah hal mendasar dalam membangun harkat dan martabat manusia. Sila kedua, jelas menyebutkan  keberadaban sebagai nilai bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sila ketiga hanya akan tumbuh menguat jika ada kesetaraan yang seimbang, jauh dari aspek SARA. Pada tahun-tahun mendatang, Indonesia yang akan melewati tahun politik juga akan diuji, bagaimana menempatkan politik pada harkat kemanusiaan yang seharusnya. Dan muaranya, keadilan sosial akan semakin terwujud dengan kombinasi harkat dan kesetaraan manusia, suatu kondisi niscaya yang tidak dapat ditawar.

Maka, ISKA memandang Pancasila sudah seharusnya menjadi barometer dalam pembangunan dan peningkatan harkat dan martabat manusia. “ISKA akan selalu berupaya menjadi garda terdepan dalam merawat komitmen kebangsaan, menjaga dan menumbuhsuburkan nilai-nilai Pancasila,” ujar Hargo.

“ISKA akan senantiasa menjadi inspirasi bagi gerakan kebersamaan demi terwujudnya keutuhan NKRI serta Pancasila sebagai warisan abadi bangsa, sampai akhir hayat,” kata mereka. (phj)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments