Monday, June 27, 2022
spot_imgspot_img
spot_img
HomeNewsIsi Piringku Komunitas Tekankan Pentingnya Edukasi Kesehatan bagi Kader Posyandu

Isi Piringku Komunitas Tekankan Pentingnya Edukasi Kesehatan bagi Kader Posyandu

bernasnews.com – Pemahaman Kader Posyandu/PKK tentang pentingnya edukasi kesehatan, gizi dan pola asuh yang baik selama periode tumbuh kembang anak perlu ditingkatkan dan diperkuat. Hal ini sebagai upaya inovatif, promotif, preventif pencegahan stunting menuju periode Generasi Emas 2045.

“Untuk itu, perlu sosialisasi dan pelatihan program yang dilakukan secara daring atau online. Danone Indonesia dengan visinya One Planet One Health berupaya berkontribusi untuk memutus mata rantai stunting dengan edukasi gizi seimbang. Danone Indonesia menggandeng Resourceful Parenting Indonesia (RPI) menjalankan Program Isi Piringku Komunitas di Jawa Tengah yakni di Kabupaten Purbalingga, Sragen dan Pemalang.

Peluncuran dan pelatihan Program Isi Piringku Komunitas edukasi kesehatan, gizi dan pola asuh Kader Posyandu/PKK Kabupaten Purbalingga dilaksanakan hari  Sabtu 28 Mei 2022 pukul 09.00 – 12.00 WIB melalui live streaming Youtube NutrisiBangsa,” kata Founder RPI dr. Andyda Meliala kepada bernasnews.com di Yogyakarta, Jumat (3/6/2022).

Menurut dia, acara ini dibuka oleh Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, S.E., B.Econ, M.M. Kemudian memberikan sambutan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto, Sustainable Development Danone Indonesia Karyanto Wibowo dan Founder RPI dr. Andyda Meliala.

Setelah program dijelaskan oleh B. Wresni Asih, acara dilanjutkan talkshow dengan narasumber dr. Andyda Meliala, dr Desiana Nurhayati, Sp.A.(K), Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga dr. Jusi Febrianto, MPH., apoteker Rizki Y. Pohan.  

Acara ini diikuti 424 kader, 81 Posyandu sasaran program, dan 6.765 kader, 1.187 Posyandu lokus stunting di Kabupaten Purbalingga.

Pravalensi stunting di Indonesia       

Mengutip survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, menurut Andyda Maliala, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4 persen. Angka ini masih jauh dari angka prevalensi yang ditargetkan dalam RPJMN 2020-2024 yakni 14 persen. Sementara itu, berdasarkan Riskesdas 2018 prevalensi obesitas pada Balita sebanyak 3,8 persen dan obesitas usia 18 tahun ke atas sebesar 21,8 persen. Target angka obesitas di 2024 tetap sama 21,8 persen, upaya diarahkan untuk mempertahankan obesitas tidak naik. Ini adalah upaya yang sangat besar dan cukup sulit.

Di Propinsi Jawa Tengah pada 2013 stunting mencapai 37%. Jumlah itu turun di tahun 2018 menjadi 31%. Sementara, data dari Studi Status Gizi Indonesia mencatat, angka stunting di Jawa Tengah turun hingga 7% selama 2021. Hal ini membuat angka kumulatif stunting Jawa Tengah saat ini berada di poin 19,9%. Capaian tersebut berhasil melampaui target Sustainable Development Goals (SDGs) yang meminta angka stunting harus di bawah 20% pada 2030 nanti.

Lalu apa yang dapat dilakukan? Menurut Founder RPI, salah satu cara untuk menanggulanginya adalah melakukan monitoring kesehatan dan perkembangan balita melalui Program Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), yang merupakan program Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM). Kegiatan posyandu dilakukan oleh dan untuk masyarakat. Peran Posyandu di tengah masyarakat sangatlah besar. Meski identik dengan bayi dan balita, kegiatan posyandu dan manfaatnya ternyata tidak hanya sebatas itu. Banyak program Posyandu yang juga diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan pasangan usia subur.

“Posyandu yang tersebar di berbagai wilayah di desa-desa menjadi garda terdepan dalam pencegahan stunting,” kata dr. Andyda Meliala. (mar)

spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments