Home News ISEI dan FIB UAD Bahas Potensi dan Pengembangan Ekonomi Digital di DIY

ISEI dan FIB UAD Bahas Potensi dan Pengembangan Ekonomi Digital di DIY

67
0

BERNASNEWS.COM — Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Diskusi Ekonomi dan Bisnis, bertajuk ”Potensi dan Pengembangan Ekonomi Digital di DIY”, Kamis, 16 Mei 2019, Pukul 15:15 WIB, di Ampherium Lantai 9, Kampus IV UAD, Jalan Ringroad Selatan, Kragilan, Tamanan, Bantul, DI Yogyakarta.

Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta, Y Sri Susilo, Rabu (15/05/2019), kepada Bernasnews.com, menjelaskan, diskusi tersebut menghadirkan nara sumber, yaitu Rai Rake Setiawatan (Dosen FEB UAD) dan Hilman Tisnawan (Kepala Perwakilan BI DIY). Selaku moderator diskusi Ronny Sugiantoro (Wartawan/Humas ISEI Cabang Yogyakarta).

Wakil Rektor 2 UAD, M. Safar Nasir, selaku panitia pengarah, mengatakan, bahwa ekonomi digital memiliki dampak yang signifikan terhadap pembangunan di Indonesia. Laporan Oxford Economics (2016) menyebutkan bahwa keberadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan jumlah lapangan kerja di Indonesia.

”Setiap satu persen peningkatan penetrasi mobile diproyeksikan menyumbang tambahan 640 juta $ AS kepada PDB Indonesia dan  mampu membuka 10.700 lapangan kerja baru pada tahun 2020,”papar M. Safar Nasir.

Lanjut, M. Safar Nasir, untuk mengembangkan ekonomi digital salah satu faktor penting adalah pelaku startup. Sementara perkembangan startup di DIY berdasarkan data MIKTI dan Teknopreneur Indonesia (2018) di wilayah DIY, terdapat 54 startup yang bergerak di bidang usaha: (1) E-commerce (29,63 persen), (2) Fintech (3,70 persen), (3) Game (24,07 persen), dan (4) Lainnya (42,60 persen).

”Masalah utama yang dihadapi oleh startup adalah: (1) modal (38,82 persen), (2) sumber daya manusia (29,41 persen), (3) fasilitas (15,00 persen), (4) regulasi dan undang-undang (8,82 persen), dan (5) pasar (7,94 persen),”kata Safar.

Ekonomi digital dapat membantu efesiensi ekonomi dan sumber daya manusia. Juga diprediksi dapat menjadi penyumbang 10 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2025 mendatang. Beberapa aktivitas ekonomi di di Indonesia sudah mengalami digitalisasi.

”Aktivitas ekonomi termaksud adalah jasa transportasi, jasa perjalanan (tour and travel), e-commerce, industri kreatif (jasa periklanan, jasa desain, jasa kerajinan, showbiz, jasa riset dan pengembangan), jasa pembuatan website, dan fintech (penyedia jasa keuangan),”pungkasnya. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here