Home News IPW Dukung Proses Hukum Kasus Ibunda Arteria Dahlan vs “Anak Jenderal” Diteruskan

IPW Dukung Proses Hukum Kasus Ibunda Arteria Dahlan vs “Anak Jenderal” Diteruskan

45
0
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso. Foto: Dok Pribadi

BERNASNEWS.COM – Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mengatakan, kasus ibunda Arteria Dahlan yang disemprot oleh perempuan yang mengaku anak jenderal Anggiat Pasaribu tidak berlaku pasal 245 ayat 1 UU MD3 pada posisi Arteria Dahlan yang Anggota DPR RI sebagai Pelapor.

Karena sebagai Pelapor, Arteria harus diperiksa untuk memberikan keterangan terkait laporannya pada Anggiat Pasaribu. Sedangkan terkait laporan Anggiat Pasaribu, Arteria tidak dapat diminta keterangan sebelum adanya persetujuan Presiden dengan sebelumnya ada pertimbangan MKD DPR.

“IPW melihat Polres Bandara justru yang jadi “korban” dalam perkara ini, karena menjadi serba salah. Tindakan Polres bila meminta keterangan Arteria akan dipersoalkan, bahkan Arteria sudah mengkritik Polres saat akan melaporkan Anggiat karena merasa diabaikan dan dihalangi,” kata Sugeng Teguh Santosa dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com pada Kamis, 25 November 2021.

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso. Foto: Dok Pribadi

Menurut Sugeng Teguh Santosa, IPW justru melihat fenomena saling lapor ini adalah fenomena yang membukakan tabir kesombongan 2 belah pihak yang saling berbenturan dan menjadi tontonan umum.

“Fenomena orang-orang sombong karena jabatan dan pangkat terbongkar dalam kasus ini dan ribut diantara mereka sendiri. Kita masih ingat Anggota DPR Arteria yang bersikap tidak sopan pada mantan Menteri Lingkungan Hidup dan juga mantan Guru Besar UI Emil Salim dan beberapa pernyataan kontroversial Arteria sebagai anggota DPR. Di pihak lain adalah kesombongan istri seorang amggota TNI yang mengaku anak jenderal dan suaminya Jenderal (merasa berkerabat dengan jenderal menjadikan diri sombong dan lebih tinggi dari orang lain),” kata Sugeng Teguh Santosa.

Dikatakan, bila Polri telah menindak anggotanya seorang Kapolres dicopot karena istrinya pamer uang, maka Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa harus memeriksa suami Anggiat. Bila terbukti melakukan pelanggaran disiplin atau etika maka bisa dikenakan sanksi karena sikap arogan isterinya tersebut. Sebab seorang perwira TNI harus menjadi teladan masyarakat termasuk menjaga perilaku istrinya. (*/lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here