Home News Inovasi Layanan 5 Jenis Adminduk Desa Caturtunggal dengan Jemput Bola

Inovasi Layanan 5 Jenis Adminduk Desa Caturtunggal dengan Jemput Bola

90
0
Flyer program jemput bola dan sisir adminduk yang diadakan Desa Caturtunggal, Depok, Sleman selama dua hari, 11-12 November 2021. Sumber: Desa Caturtunggal

BERNASNEWS.COM – Desa Caturtunggal, Kapenewon (Kecamatan) Depok, Kabupaten Sleman membuat gebrakan dengan program jemput bola dan sisir 5 jenis pelayanan administrasi penduduk (adminduk) selama 2 hari pada 11-12 November 2021.

Ke-5 jenis administrasi penduduk yang dilayani dalam program tersebut adalah pembuatan e-KTP untuk pemula, pembaharuan Kartu Keluarga (KK), pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), pengurusan Akta Kelahiran dan pengurusan Akta Kematian.

Menurut Lurah Caturtunggal Agus Santoso S.PSi kepada Bernasnews.com, Minggu 7 November 2021, program jemput bola dan sisir adminduk tersebut merupakan bentuk inovasi layanan administrasi penduduk untuk memudahkan warga Desa Caturtunggal.

“Ini salah satu program saya sebagai bentuk inovasi layanan administrasi penduduk,” kata Agus Santoso yang dihubungi Bernasnews.com melalui layanan pesan whatsapp, Minggu malam.

Dalam program jemput bola dan sisir adminduk tersebut, beberapa syarat yang diperlukan untuk masing-masing jenis adminduk yakni :

Pertama, pembuatan e-KTP bagi pemula dengan syara: fotocopy kartu keluarga (KK), fotocopy akta kelahiran dan mengisi formulir penerbitan e-KTP.

Kedua, Pembaharuan Kartu Keluarga (KK) dengan syarat: kartu keluarga asli, fotocopy buku nikah atau akta perkawinan, dokumen pendukung (bila ada perubahan data) dan mengisi formulir KK.

Ketiga, Pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) usia 5-17 tahun dengan syarat: fotocopy akta kelahiran anak, fotocopy KTP dan KK orangtua dan pasa foto anak ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar.

Keempat, Pengurusan Akta Kelahiran dengan syarat: surat kelahiran dari bidan atau rumah sakit, fotocopy KTP dan KK orangtua, fotocopy buku nikah yang dilegalisir KUA (apabila tidak memenuhi syarat disediakan SPTJM), fotocopy akta perkawinan bagi yang non muslim dan fotocopy KTP 2 orang saksi.

Dan kelima, Pembuatan Akta Kematian dengan syarat: surat kematian dari rumah sakit, berita lelayu yang ditandatangani dukuh setempat (bila meninggal di rumah), pelapor harus ahli waris, fotocopy KTP orang meninggal, fotocopy KK orang yang meninggal, fotocopy KK dan KTP salah satu ahli waris dan mengisi formulir yang disediakan.

Menurut Agus Santoso, program jemput bola dan sisir adminduk ini sebagai upaya percepatan pendataan dan agar masyarakat peduli dengan administrasi penduduk (adminduk). (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here