Home Pariwisata Inilah Wajah Rawa Kalibayem Bantul Sebagai Destinasi Wisata Air Kekinian

Inilah Wajah Rawa Kalibayem Bantul Sebagai Destinasi Wisata Air Kekinian

3199
0
Wajah kekinian Destinasi Wisata Air Rawa Kalibayem. Desa Negestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY. Gambar diabadikan, Minggu (6/9/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

BERNASNEWS.COM — Rawa Kalibayem sebagai bendungan karya Sultan HB VII yang dibangun tahun 1941 sebagai tempat wisata Kraton Yogyakarta itu, pernah “hilang” berubah menjadi hamparan sawah dan sebagian menjadi pemukiman penduduk. Kemunculannya kembali pada tahun 2003 sempat membikin heboh, banyak masyarakat sekitar dan dari luar Yogyakarta datang melihat kejadian itu.

Lanskap Destinasi Wisata Air Rawa Kalibayem, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Vantul, DIY. Foto diabadikan, Minggu (6/9/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Sebagai fenomena alam, setelah hujan sangat deras pada waktu itu mengakibatkan hamparan tanah sawah tersebut ambles dan kembali menjadi rawa hingga kini. Lokasi Rawa Kalibayem berada di antara dua dusun, Sidoreja dan Sonopakis, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Bantul, DIY.

Backdrop ucapan selamat datang kepada wisatawan masih dipasang secara sederhana dan belum ada sentuhan artistik secara maksimal, mengingat sekitar Rawa Kalibayem tempat pemukiman seniman yang cukup kondang. Foto diambil Minggu (6/9/2020). (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Kemunculan kembali Rawa Kalibayem juga disertai kemunculan barang-barang bersejarah lainnya, diantaranya prototipe kapal selam mini. Konon pada jaman penjajahan Jepang, rawa ini juga sebagai tempat uji coba peralatan perang yang pembuatannya di Pabrik Purosani, Jalan Suryotomo, Yogyakarta, yang kini telah menjadi bangunan hotel berbintang. Selain itu, juga masih ada sisa bangunan rumah bekas rumah makan zaman kolonial bertahun 1914 dan beberapa patung penghias taman.

Branding nama Rawa Kalibayem, Desa Ngestiharjo sebagai spot foto destinasi berada di sisi timur rawa, masuk di wilayah Dusun Sonopakis, Desa Ngestiharjo, Kabupaten Bantul, DIY. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

“Pembangunan Rawa Kalibayem sebagai tempat wisata baru berkisar 30 persen dari perencanaan. Dalam proses menuju 100 persen sesuai perencanaan adalah yang penting kesiapan warga setempat dalam ikut berperan agar destinasi ini tidak hanya sekadar sebagai tempat wisata tapi juga sebagai tempatnya seni dan budaya,” jelas Priya Rismunandar salah satu penggiat wisata setempat, Minggu (6/9/2020).

Menurut Haris sapaan akrab Priya Rismunandar, bahwa keberadaan patung-patung taman yang waktu itu ikut bermunculan merupakan bukti bahwa sekitar Rawa Kalibayem merupakan laboratorium seni patung para mahasiswa ASRI (sekarang ISI Yogyakarta). “Mengingat hal itu dan banyak seniman yang tinggal di Desa Ngestiharjo, maka tidak berlebihan kalau tempat ini berharap juga menjadi tempat seni dan budaya,” ujar Haris yang juga berprofesi sebagai seniman lukis itu.

Pengunjung selain bisa berwisata keliling Rawa Kalibayem dengan sepeda air berbentuk angsa dan sampan. Juga memancing ikan di rawa tersebut. (Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com)

Dijelaskan, rencana pembangunan Rawa Kalibayem selain berupa fasiltas wisata air, seperti sepeda air, perahu dan sampan. Juga akan didirikan tempat pamer seni dari bangunan rumah lama bekas restaurant ke dekat rawa. “Jadi prosesnya masih cukup panjang, selain kesiapan dari warga sendiri. Pemisahan akses jalan antara wisatawan dan warga. Hulu hilir pasokan air yang menuju rawa, tentunya juga perlu perhatian serius,” pungkas Haris.

Taman Bunga dan Dermaga Perahu ada sisi sebelah barat Rawa Kalibayem, masuk wilayah Dusun Sidorejo, Kelurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, DIY. Foto diabadikan, Minggu (6/9/2020). Foto: Tedy Kartyadi/ Bernasnews.com.

Sementara tahap awal Rawa Kalibayem dipercantik dengan pemasangan paving blok di sekelilingnya dan pembangunan monumen patung raksasa “Semar Seta” (Semar Putih) di tengah rawa. Tahapan pembangunan ini telah diresmikan oleh Bupati Bantul Drs. H. Suharsono, pada tanggal 27 Februari 2020. Untuk menjangkau destinasi wisata Rawa Kalibayem cukup mudah, dari Titik Nol Kota Yogyakarta ke barat lantas ke selatan arah Kampus UPY dan ke selatan lebih kurang 3 kilometer. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here