Home News Inilah Ketentuan Teknis Ikuti Misa di Gereja Paroki HKTY Pugeran Jogja

Inilah Ketentuan Teknis Ikuti Misa di Gereja Paroki HKTY Pugeran Jogja

769
0
Gereja Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Pugeran, Jalan Suryaden, Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Bagi umat beragama apapun tentunya sangat merindukan dapat melaksanakan ibadah di tempat ibadah dengan aman dan nyaman, serta terhindar dari rasa khawatir dampak pandemi Covid-19. Oleh karena Komsos Pugeran merilis video dengan konten “Ketentuan Teknis Perayaan Ekaristi dalam Masa New Normal di Gereja Paroki Hati  Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Pugeran”.

Memastikan Jadwal sesuai wilayah masing-masing sebelum berangkat ke Gereja. (Foto: Repro Video Komsos Pugeran)

Video tersebut telah beredar secara viral di grup-grup whats app (WA) umat Paroki Pugeran, guna sosialisasi dan acuan umat dalam beribadah di Gereja HKTY Pugeran yang tepatnya berada di Jalan Suryaden, Yogyakarta. Menurut rencana misa tersebut akan mulai diselenggarakan Sabtu dan Minggu, 25-26 Juli 2020.

“Betul video ketentuan teknis dari Komsos Pugeran itu telah kami terima beberapa hari lalu. Selain umat harus mengikuti misa sesuai jadwal yang sudah ditentukan, umat juga wajib mentataati protocol kesehatan misa new normal,” ungkap Leonarda Pinahayu dari Lingkungan Santa Angela, kepada Bernasnews.com, Jumat (24/7/2020).

Pengukuran suhu oleh petugas kesehatan. (Foto: Repro Video Komsos Pugeran)

Menurut Pengurus Lingkungan Santa Angela ini, bahwa keberadaan video ketentuan teknis mengikuti misa tersebut sangat membantu sekali bagi umat. “Secara visual contoh yang diberikan benar-benar nyata, pengambilan gambar juga bagus. Narator atau suara pemberi informasi juga merdu dan jelas sekali apa yang disampaikan,” ujar Leonarda.

Dari visual dan narasi dari video itu, Bernasnews.com mencoba menuliskan seperti berikut, bahwa umat ketika hendak pergi ke Gereja diharapkan mempersiapkan diri sebaik-baiknya, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan tidak memiliki riwayat sakit berat. Usia umat yang boleh mengikuti perayaan ekaristi adalah berusia dari 10 tahun atau telah menerima komuni hingga usia 65 tahun.

Memasukan uang ke kotak kolekte yang telah disediakan berdekatan dengan wastafel. (Foto: Repro Video Komsos Pugeran)

Umat wajib mengenakan masker dengan benar sejak keluar dari rumah menuju Gereja, dapat dikombinasikan denga menggunakan faceshield. Periksaklah jadwal Ekaristi dengan seksakma sebelum berangkat ke Gereja agar sesuai  wilayah atau lingkungan masing-masing dan umat tidak boleh mengikuti Ekaristi di luar Paroki.

Jadwal seluruh Ekaristi di Gereja Pugeran tertulis di halaman website www.parokipugeran.org, pada menu “Jadwal Ekaristi”. Umat diimbau untuk membawa Madah Bakti dan handsanitizer sendiri dari rumah. Saat memasuki lokasi gereja seluruh umat dan petugas masuk melalui selatan bangunan gereja dan wajib melalui pemeriksaan suhu tubuh dan mengikuti arahan petugas kesehatan.

Suasana umat di dalam Gereja. (Foto: Repro Video Komsos Pugeran)

Bagi umat yang memiliki suhu tubuh  lebih dari 37,50 C belum boleh memasuki Gereja, umat diminta menunggu selama 5 menit untuk pemeriksaan ulang. Jika pemeriksaan kedua suhu tubuh masih 37,50 C umat diminta segera pulang dan memeriksakan diri ke Puskesmas. Pakirkan kendaraan sesuai arahan petugas Pengamanan Gereja (Pamja), dengan memberikat jarak aman antara kendaraan. Kemudian umat dapat memasukan uang kolekte ke dalam kotak yang telah disediakan berdekatan dengan wastafel, sebelum memasuki bangunan Gereja.

Posisi tangan dalam Salam Damai antar umat. (Foto: Repro Video Komsos Pugeran)

Setelah pemeriksaan suhu tubuh, umat diminta presensi kehadiran dengan menyebutkan nama dan asal lingkungan. Sebelum masuk gereja cuci tangan dengan benar sesuai ketentuan CTPS. Setelah cuci tangan umat dipersilakan masuk gedung Gereja dan duduk dengan tetap menjaga jarak aman dan mengikuti arahan petugas Tata Laksana.

Seminal mungkin umat mengupayakan untuk tidak menyentuh bangku maupun benda-benda di dalam Gereja. Jangan menyentuh bangku gereja. Jangan menurunkan sandaran lutut. Jangan berlutut. Salam Damai umat cukup mengatupkan tangan dan menganggukan kepala kepada umat yang lain. Tidak diperbolehkan berjabat tangan dan atau memberikan salam dengan cara lain.

Saat umat menerima komuni dapat menurunkan masker yang dipakai. (Foto: Repro Video Komsos Pugeran)

Sebelum menerima komuni, umat dapat membasuh tangan dengan handsanitiser yang dibawa dari rumah, petugas Tata Laksana juga menyediakan untuk menyemprotkan. Barisan penerima komuni hanya satu jalur dengan jarak antar umat diatur lebih satu meter. Umat diminta mengkuti arahan dan tanda batas yang telah dibuat oleh petugas Tata Laksana.

Sesaat sebelum menerima komuni umat dapat menurunkan masker secukupnya, setelah itu kenakan kembali masker dengan benar. Setelah perayaan ekaristi selesai umat diminta untuk segera meninggalkan gedung Gereja. Dan untuk sementara waktu ini, umat tidak diperbolehkan untuk berdoa/ mengunjungi Gua Maria dan Ruang Adorasi. Juga tidak diperkenankan berkerumun atau berkumpul setelah perayaan Ekaristi selesai di lingkungan Gereja. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here