Home News Inilah Cara Menempelkan Materai Lama yang Benar, Sebagai Pengganti Materai Baru

Inilah Cara Menempelkan Materai Lama yang Benar, Sebagai Pengganti Materai Baru

35948
0
Materai baru senilai Rp 10.000 yang berlaku mulai tanggal 1 Januari 2021. (Foto: Istimewa)

BERNASNEWS.COM — Seperti yang telah diketahui bahwa dengan telah disyahkan Undang Undang (UU) Bea Materai yang baru, Nomor 10 Tahun 2020 oleh DPR RI, tanggal 9 September 2020, menggantikan UU Nomor 13 Tahun 1985. Bea materai mulai tahun 2021 dikenakan tarif tunggal Rp10.000.

Kegunaan materai Rp10.000 adalah untuk pembuatan dokumen yang menyatakan nominal di atas Rp5.000.000 atau transaksi pada e-commers di atas Rp5.000.000. Juga dokumen yang menerangkan suatu kejadian antara lain, surat perjanjian, surat keterangan/ surat pernyataan, atau surat lain yang sejenis berserta rangkapnya.

Contoh penempelam materi lama yang benar dan diterima dalam pembuatan sebuah dokumen. (Foto: Istimewa)

Juga berlaku dalam pembuatan akta notaris beserta grosse, salinan dan kutipannya. Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah beserta salinan dan kutipannya, surat berharga dengan nama dan dalam bentuk apapun, dokumen transaksi surat berharga (dokumen transaksi kontrak berjangka), serta dokumen lelang.

Sementara VP Konsinyasi dan Filateli Pos Indonesia Meidiana Suyati, dalam suratnya tertanggal 8 Desember 2020, menyatakan, materai desain lama masih dapat digunakan sampai dengan tanggal 31 Desember 2021. Dengan penggunaan nilai total meterai tempel yang dibubuhkan minimal Rp9000. Cara membubuhkan, a. 3 buah meterai Rp3.000, b. meterai Rp3.000 dan Rp6.000, c. Rp6.000 dan Rp6.000.

Contoh penempelan matarai ganda atau lebih dari satu yang salah yang dapat menjadikan tidak diterima atau tidak syahnya sebuah dokumen. (Foto: Istimewa)

Ternyata dalam penempelan materai ganda atau meterai yang dibubuhkan dengan minimal Rp9000 tersebut tidak boleh sembarangan sebab ada ketentuan yang berlaku untuk syahnya sebuah dokumen. Ketentuan penempelan materai lebih dari satu yang benar adalah sebagai berikut;

Materai ditempel sejajar, sejajar vertikal atau horizontal. Antara materai yang satu dengan materai lainnya tidak boleh tertindih. Teraan tanda tangan atau cap mengenai mengenai masing-masing materai. Kolom tanggal pada materai diisi tanggal saat penggunaan materai.

Tidak boleh menempelkan materai lebih dari satu dengan cara bertindih atau menutupi lainnya. Hal tersebut akan menjadikan tidak syahnya sebuah dokumen atau tidak diterima. Selain itu yang menjadikan dokumen tidak diterima antara lain seperti, tanda tangan/ stempel tidak mengenai kertas, tanda tangan/ setempel tidak mengenai semua materai, serta tanda tangan/ stempel tidak mengenai semua materai dan kertas. (ted)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here